Tanya Jawab Haji-Umroh

Sa’i Hanya Lima Putaran Karena Letih

Jika seseorang telah sa’i  5 putaran lalu ia letih dan pulang ke hotel, apakah setelah istirahat ia boleh melanjutkan 2 putaran sisanya?, ataukah harus mengulangi lagi dari awal? Jawab : Disunnahkan al-muwaalaat (menyambung) antara putaran saí yang satu dengan yang lain. Akan tetapi hal ini tidaklah wajib(), karena yang dituntut adalah melakukan saí sebanyak 7 putaran, maka kapan saja terwujudkan ketujuh putaran tersebut -baik berkesinambungan atau...

Menunda Sai Karena Capek Setelah Thawaf

Jika seseorang letih setelah thowaf apakah boleh baginya untuk menunda saínya hingga esok hari? Jawab : Disunnahkan al-muwaalaat antara sái dan thowaf, yaitu berkesinambungan dan besambung antara saí dan thowaf, yaitu saí dilakukan langsung setelah thowaf, akan tetapi hal ini tidaklah wajib, karena saí merupakan ibadah yang independent (berdiri sendiri). Dan ini adalah pendapat madzhab Hanafi(), madzhab Syafií(), dan madzab Hanbali (). Karenanya jika seseorang sedang umroh,...

Bolehkan sa’i dalam kondisi tidak bersuci?

Bolehkan sa’i dalam kondisi tidak bersuci? Jawab : Para ulama telah sepakat bahwa tidak dipersyaratkan bersuci dalam melakukan saí. Maka jika seseorang tatkala saí wudhunya batal maka tidak mengapa ia melanjutkan saí-nya. Ibnu Qudamah berkata أَكْثَرُ أَهْلِ الْعِلْمِ يَرَوْنَ أَنْ لَا تُشْتَرَطَ الطَّهَارَةُ لِلسَّعْيِ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ “Mayoritas ulama memandang bahwa tidak disyaratkannya bersuci ketika saí antara bukit as-shofa dan bukit marwah” (Al-Mughni 3/355) Bahkan sebagian ulama memandang bahwa hal...

Apakah ada thowaf wada’ ketika melaksanakan ‘umroh?

Apakah ada thowaf wada’ ketika melaksanakan ‘umroh? Jawab : Kesimpulan : Thowaf wada’ hanya wajib bagi yang berhaji, adapun bagi yang umroh maka tidak wajib dan tidak disyariátkan. Akan tetapi barangsiapa yang hendak melaksanakan thowaf sunnah sebelum meninggalkan kota Mekah maka tidak mengapa. Detail : Telah datang hadits-hadits yang menunjukan akan wajibnya thowaf wada’, hanya saja hadits-hadits tersebut datang dalam konteks pelaksanaan ibadah haji dan bukan umroh. Dari...

Thawaf dengan Kursi Roda Atau Sekuter

Bolehkan thowaf dengan di atas kursi roda atau dengan naik sekuter padahal mampu untuk berjalan? Jawab : Jika ada udzur (seperti sakit, tua, atau sangat letih) maka ia boleh thowaf dan saí dengan berkendaraan, naik kursi roda, naik skuter, atau dipikul. Adapun jika tidak ada udzur maka lebih baik ia thowaf dan sai dengan berjalan kaki. Adapun jika ia thowaf dan saí dengan berkendaraan atau naik...

Frequently Asked Questions