Tafsir Surat Al-Muddatstsir Ayat-7

7. وَلِرَبِّكَ فَٱصْبِرْ

wa lirabbika faṣbir
7. Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah.

Tafsir :

Di antara hal yang bisa membuat kita semangat untuk bersabar adalah kita menyadari bahwa kita bersabar karena Allah ﷻ. Yang namanya orang berdakwah pasti mengalami gangguan baik itu secara fisik atau mental. Oleh karenanya Allah ﷻ berfirman,

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr : 3)

Setelah seseorang berdakwah menyampaikan kebenaran, maka pasti ada gangguan-gangguan yang akan dialami. Oleh karenanya Allah juga memerintahkan untuk saling menasihati untuk bersabar. Dan Allah ﷻ juga berfirman tentang perkataan Luqman kepada anaknya,

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

Wahai anakku, laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting.” (QS. Luqman : 17)

Ketika kita telah tahu bahwa berdakwah kepada kebenaran akan mendatangkan gangguan-gangguan, maka dengan ayat ini Allah ﷻ mengingatkan untuk bersabar karena Allah ﷻ. Dan ketika kita bisa bersabar karena Allah ﷻ, maka tentu perkaranya akan lebih ringan, karena kita yakin bahwasanya di belakang kita adalah Allah ﷻ.

Dan di antara penjelasan Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Madarij As-Salikin, bahwa di antara yang bisa membuat seseorang mudah untuk bersabar adalah tatkala dia bersabar karena mencintai Allah ﷻ. Ketika dia sadar bahwa Allah ﷻ yang menginginkan dia mengalami hal tersebut, maka dia akan bersabar demi meraih kecintaan Allah ﷻ. Sesungguhnya ada sabar karena cinta, ada sabar karena takut, dan ada sabar karena mengharap pahala. Akan tetapi sabar karena cinta kepada Allah ﷻ lebih bisa membuat kita untuk bersabar.

Inilah enam wasiat Allah ﷻ kepada Nabi ﷺ sebagai mukaddimah sebelum beliau menjalankan tugas yang berat, dimulai dengan firman-Nya,

قُمْ فَأَنْذِرْ، وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ، وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ، وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ، وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُ، وَلِرَبِّكَ فَاصْبِرْ

Bangunlah, lalu berilah peringatan. Dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.” (QS. Al-Muddatstsir : 3-7)