Tafsir Surat al-Muthaffifin Ayat-7

7. كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ

kallā inna kitābal-fujjāri lafī sijjīn
7. Sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin.

Tafsir:

Dalam Al-Quran sering dijumpai kalimatكَلَّا . Sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Qurthubi rahimahullah dalam tafsirnya, bahwa كَلَّاterkadang sebagai kalimat yang mengingkari perkataan sebelumnya. Terkadang pula maknanya adalah حَقًّا yaitu untuk penekanan, untuk membenarkan perkataan sebelumnya[1]. Dan Imam Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa كَلَّاpada ayat ini bermakna حَقًّا yaitu “sungguh benar-benar”.

Ada dua penafsiran para ulama dalam hal ini :

Pertama : Allah menyampaikan bahwa nama-nama orang fajir semuanya telah tercatat dalam sebuah kitab atau dalam sebuah batu, yang catatan tersebut tercatat di batu hitam yang terletak di lapisan bumi yang ketujuh yang paling bawah. Namun hanya Allah yang mengetahui bagaimana hakikatnya

Maksudnya yaitu orang yang beriman kepada takdir meyakini bahwasanya seluruh orang-orang yang masuk neraka jahannam sudah dicatat dalam catatan Allah subhanallahu wata’ala. Tiada satu orang pun yang akan lepas dari catatan tersebut. Mereka yang melakukan kemaksiatan, kefajiran, dan kekufuran, telah tercatat dalam sebuah catatan

Kedua : Maksud dari كِتَابَ الْفُجَّارِ yaitu -sebagaimana perkataan Ibnu Katsir-  إِنَّ مَصِيرَهُمْ وَمَأْوَاهُمْ لَفِي سِجِّينٍ “Kesudahan mereka dan tempat mereka adalah tempat yang sempit” (Tafsir Ibnu Katsir 8/345) Dan سِجِّينٍ secara bahasa diambil dari السِّجْنُ yang artinya الضِّيِقُ “sempit”, penjara yang sempit. Dan dalam hal ini سِجِّينٍ diartikan dengan neraka Jahannam sebagai tempat orang-orang fajir kafir. Dan ini yang dirajihkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Beliau condong kepada pendapat bahwa سِجِّينٍ adalah tempat yang menyesakan yang terletak di lapisan bumi yang ketujuh yang paling bawah dan itulah tempat neraka Jahannam. (lihat Tafsir Ibnu Katsir 8/346)

 

[1] Lihat penjelasan Al-Qurthubi dalam tafsirnya 11/147 ketika mentafsirkan ayat 79 dari surat Maryam