Tafsir Surat al-Fajr Ayat-3

3. وَٱلشَّفْعِ وَٱلْوَتْرِ

wasy-syaf’i wal-watr
dan yang genap dan yang ganjil.

Tafsir Surat al-Fajr Ayat-3

Dalam qiroat yang lain dengan mengkasroh huruf وِ yaitu وَالْوِتْرِ. Pendapat yang kuat dalam masalah ini adalah Allah bersumpah dengan segala sesuatu yang genap dan segala sesuatu yang ganjil. Dan ini merupakan pendapat yang dipilih oleh At-Thobari dalam tafsirnya (Tafsir At-Thobari 24/355). Karenanya dijumpai banyak pendapat dari kalangan salaf yang menyebutkan tentang makna genap dan ganjil.

Diantara pendapat dari kalangan para ahli tafsir masa salaf adalah Allah bersumpah dengan shalat-shalat yang rakaatnya genap yaitu shalat dhuhur, shalat ashar, shalat isya’, dan shalat shubuh, dan Allah bersumpah dengan shalat rakaatnya ganjil yaitu shalat maghrib.

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa genap adalah yaumun nahr yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah merupakan tanggal yang genap, dan ganjil adalah hari arafah yang jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan tanggal yang ganjil.

Ada pula yang mengatakan bahwa genap adalah seluruh makhluk sedangkan ganjil maksudnya Allah (lihst Tafsir At-Thobari 24/350) Karena dalam sebuah hadist, Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ

Sesungguhnya Allah itu Witr (yaitu Maha Esa) dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR Bukhari no. 6410 dan Muslim no. 2677)

Sedangkan makhluk Allah diciptakan dalam keadaan genap yaitu berpasang-pasangan. Allah berfirman :

وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kalian mengingat kebesaran Allah” (QS Adz-Dzariyaat : 49)

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

“Dan Kami menciptakan kalian berpasang-pasangan”(QS An-Naba’: 8)

Sebagaimana yang bisa disaksikan di alam semesta ini semuanya berpasang-pasangan, ada kematian ada kehidupan, ada buta ada melihat, ada atas bawah, ada jantan ada betina, ada positif ada negatif, ada iman dan kufur, ada petunjuk dan kesesatan, ada Iblis dan Jibril, dll. Adapun Allah maka Dia Ada tanpa membutuhkan pasangan.