Doa Perlindungan dan Keselamatan – Hadis 19

Hadits 19
Doa Perlindungan dan Keselamatan

وَعَنِ ابْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ. أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

“Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah ﷺ membaca doa (artinya: Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari menghilangnya nikmat-Mu berpindahnya keselamatan-Mu kedatangan azab-Mu yang tiba-tiba dan dari segala kemurkaan-Mu).” ([1])

Di dalam doa ini terdapat lafalزَوَال   yaitu hilang danتَحَوُّل   yaitu berubah. Hilang dan berubah adalah dua hal yang berbeda. Kehilangan itu hilang tanpa ganti sedangkan berubah adalah hilang namun digantikan dengan sesuatu yang lain. Contoh hilang seperti tadinya dia kuat lalu kekuatannya berkurang, sedangkan berubah seperti tadinya dia kuat lalu berubah menjadi lawannya yaitu sakit. Contoh hilang seperti orang yang kaya lalu kekayaannya hilang namun tidak sampai miskin, sedangkan berubah seperti tadinya dia kaya lalu berubah menjadi miskin, dan contoh-contoh lainnya. Semua itu adalah hal yang memungkinkan, Allah bisa saja menghilangkan sesuatu atau bahkan mengubahnya menjadi sesuatu yang berlawanan dengannya.

وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ “kedatangan azab-Mu yang tiba-tiba” yaitu berlindung kepada Allah agar tidak memberikan hukuman secara tiba-tiba. Di sebagian keadaan Allah akan memberikan peringatan-peringatan sebelumnya agar sang hamba bisa introspeksi dan bertobat. Namun di sebagian keadaan Allah bisa saja memberikan hukuman dan kesengsaraan secara langsung tanpa mengawalinya dengan peringatan-peringatan. Allah berfirman,

أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ

“Maka apakah penduduk negeri itu merasa aman dari siksaan Kami yang datang malam hari ketika mereka sedang tidur?” (QS. Al-A’raf: 97)

وَجَمِيعِ سَخَطِكَ  “dan dari segala kemurkaan-Mu” yaitu berlindung dari seluruh penyebab dari seluruh keburukan, hilangnya nikmat, berubahnya keselamatan, dan hukuman yang tiba-tiba. Seluruh penyebab dari hal-hal ini tidak lain adalah maksiat kepada Allah.

Footnote:

__________

([1]) HR. Muslim no. 2739