Allah Akan Selalu Mengingat Seorang Hamba yang Selalu Mengingat-Nya – Hadis 1

Hadits 1
Allah Akan Selalu Mengingat Seorang Hamba yang Selalu Mengingat-Nya

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (يَقُولُ اَللَّهُ -تَعَالَى-: أَنَا مَعَ عَبْدِي مَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ) أَخْرَجَهُ ابْنُ مَاجَهْ وَصَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ وَذَكَرَهُ اَلْبُخَارِيُّ تَعْلِيقًا

“Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda: “Allah berfirman: Aku selalu bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak menyebut-Ku.”([1])

مَعِيَّةُ اللهِ “Bersamanya Allah  ﷻ” dengan para hambanya terbagi dua, maiyyah ‘ammah dan maiyyah khasshah. Maiyyah ‘ammah adalah kebersamaan umum yang didapatkan oleh seluruh hambanya baik mukmin maupun kafir, yaitu Allah bersama makhlukNya dengan ilmu-Nya. Sedangkan maiyyah khasshah adalah kebersamaan khusus yang didapatkan oleh hamba-Nya yang beriman yaitu Perhatian khusus berupa pertolongan. Allah ﷻ berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah ) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” ([2])

Allah ﷻ juga berfirman,

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.”([3])

Orang-orang yang bersabar, bertakwa, dan beriman, semuanya akan mendapatkan pertolongan Allah ﷻ, dimana tidak didapatkan oleh orang-orang yang kafir. Dan di antara yang akan mendapatkan kebersamaan khusus dari Allah ﷻ adalah orang-orang yang senantiasa berzikir mengingat Allah ﷻ. Di dalam Al-Quran Allah ﷻ berfirman,

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu.”([4])

Ketika kita ingin agar Allah ﷻ mengingat kita maka hendaknya kita juga mengingat-Nya. Dalam aktivitas-aktivitas kita, hendaknya senantiasa membasahi lisan kita dengan berzikir kepada-Nya. Walaupun tidak ada yang mengetahuinya, namun Allah ﷻ pasti mengetahuinya dan pasti mendengarnya. Kita akan mendapatkan pertolongan Allah ﷻ, dengan syarat sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi, yaitu selama berzikir mengingat Allah ﷻ lalu kedua bibirnya bergerak menyebut kalimat-kalimat zikir tersebut. Hadits ini adalah juga dalil keutamaan bagi orang-orang yang senantiasa berzikir kepada Allah ﷻ dengan lisan.

Dalam hadits yang lain, Nabi bersabda,

يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ

“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).”([5])

Ini adalah salah satu bentuk balasan Allah ﷻ. Jika kita mengingat Allah ﷻ di dalam jiwa kita maka Allah ﷻ akan mengingat kita di dalam jiwanya. Jika kita menyebut Allah ﷻ di hadapan banyak orang maka Allah ﷻ akan menyebut kita di hadapan para malaikat. Dan ini adalah keutamaan yang besar bagaimana Allah ﷻ membanggakan hambanya di tengah para malaikat.

Seseorang yang senantiasa menyebut kalimat-kalimat zikir di lisannya, maka itu akan masuk ke dalam hatinya sehingga hatinya dipenuhi oleh keagungan Allah ﷻ. tentu berbeda dengan lisan yang hanya menyebut-nyebut dunia, hatinya pun akan dipenuhi dengan dunia juga.

Footnote:

________

([1]) HR. Ibnu Majah no. 3792. Hadits sahih menurut Ibnu Hibban dan mu’allaq menurut Bukhari.

([2]) QS. Al-Baqarah: 153.

([3]) QS. An-Nahl : 128.

([4]) QS. Al-Baqarah: 152.

([5]) HR. Bukhari no. 6970 dan Muslim no. 2675.