Beranggapan Negatif – Hadis 32

Hadits 32
Beranggapan Negatif

عَنْ عَائِشَةُ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: الشُّؤْمُ سُوءُ الْخُلُقِ

Dari sahabat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah ﷺbersabda, “Beranggapan negatif adalah akhlak yang buruk.”  ([1])

Makna Hadits

الشُّؤْمُ (asy-syu’m( yang artinya beranggapan negatif atau beranggapan jelek merupakan akhlak yang buruk yang sepatutnya dihindari. Sebaliknya seseorang itu dituntut untuk selalu bersikap التَّفَاؤُلُ (at-tafa’ul) yaitu beranggapan baik atau optimis. Hadits ini meskipun lemah tetapi maknanya benar.

Sebagian ulama mengartikan asy-syu’m dengan lawan dari keberkahan([2]). Seakan-akan Rasulullah ﷺ mengatakan asy-syu’m adalah su’ul khuluq (akhlak yang buruk) dan su’ul khuluq (akhlak yang buruk) adalah asy-syu’m itu sendiri, sehingga akhlak yang buruk merupakan lawan dari keberkahan. Di mana  ada akhlak buruk maka disitu tidak akan dijumpai keberkahan.

Orang yang berakhlak buruk adalah sumber musibah bagi dirinya  sendiri dan bagi orang-orang di sekelilingnya. Para ulama mengatakan :

الْحَسَنُ الْخُلُقِ مَنْ نَفْسُهُ فِي رَاحَةٍ، وَالنَّاسُ مِنْهُ فِي سَلَامَةٍ

وَالسَّيِّئُ الْخُلُقِ النَّاسُ مِنْهُ فِي بَلَاءٍ، وَهُوَ مِنْ نَفْسِهِ فِي عَنَاءٍ

“Orang yang berakhlak mulia adalah yang jiwanya tenteram dan oran-orang aman dari gangguannya.

Sedangkan orang yang berakhlak buruk adalah yang orang-orang terkena bencana jika bergaul dengannya dan dia sendiri jiwanya penuh kesulitan” ([3])

Orang yang berakhlak mulia, hatinya akan dipenuhi dengan husnuzan, dia akan mudah untuk memaafkan, memiliki sifat qonaah dan seterusnya. Dengan hal-hal tersebut dia akan hidup tenteram dan orang lain tidak akan terganggu dengan keberadaannya. Adapun orang yang berakhlak buruk, hatinya akan dipenuhi dengan suuzan, suka marah-marah, lisannya kotor. Dengan hal-hal tersebut dirinya sendiri tidak akan hidup dalam kebahagiaan dan orang-orang di sekitarnya menjadi korban dari keburukan akhlaknya, baik itu istrinya, anaknya, dan orang-orang di sekelilingnya. Sehingga akhlaknya yang buruk adalah penyebab hilangnya keberkahan Di mana pun dia berada, baik di rumahnya, di kantornya, atau bahkan pada dirinya sendiri.

Oleh karena itu, setiap orang hendaknya berusaha menghiasi dirinya dengan akhlak mulia. Karena dengan akhlak mulia yang dia miliki, hal tersebut akan mendatangkan keberkahan dan dia akan meraih kebahagiaan.

Footnote:

__________

([1]) HR Ahmad no. 24547

([2]) Lihat: Mirqootul Mafaatiih Syarhu Misykaatul Mashoobiih

([3]) Suul Khuluq karya Muhammad bin Ibrahim Al-Hamd halaman 13