Indahnya Sabar

Sabar

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

Di hari-hari seperti ini di mana ujian masih terus berlanjut menimpa kaum muslimin. Banyak saudara-saudara kita yang tertimpa kesulitan secara ekonomi. Kita dapati ekonomi mereka terhambat dan penghasilan mereka berkurang. Juga ujian yang dihadapi sebagian saudara-saudara kita yang positif terkena covid19. Banyak musibah-musibah lainnya yang menimpa orang-orang di sekitar kita baik yang dekat maupun yang jauh. Ini semua mengingatkan kita untuk saling bersabar dalam menghadapi ujian yang kita tidak tahu kapan akan berhenti. Hendaknya kita senantiasa husnuzan dan optimis semoga Allah ﷻ mengangkat ujian ini. juga kita harus senantiasa saling menasihati sebagai pengamalan dari firman Allah ﷻ,

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

(QS. Al-Ashr: 3)

Allah ﷻ memerintahkan kita untuk saling mengingatkan dalam kesabaran. Untuk mengamalkan ayat ini maka penulis mengingatkan diri pribadi untuk bersabar dan mengingatkan para pembaca untuk bersabar. Bagi orang-orang yang diberikan kemudahan oleh Allah ﷻ maka jangan lupa teradap saudara-saudara kita yang tertimpa kondisi sulit. Ini saatnya kita berkorban membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan.

Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya dari Atha’ bin Abi Rabah r beliau berkata,

قَالَ لِي ابْنُ عَبَّاسٍ: أَلاَ أُرِيكَ امْرَأَةً مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ؟ قُلْتُ: بَلَى، قَالَ: هَذِهِ المَرْأَةُ السَّوْدَاءُ، أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ: إِنِّي أُصْرَعُ، وَإِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي، قَالَ: «إِنْ شِئْتِ صَبَرْتِ وَلَكِ الجَنَّةُ، وَإِنْ شِئْتِ دَعَوْتُ اللَّهَ أَنْ يُعَافِيَكِ» فَقَالَتْ: أَصْبِرُ، فَقَالَتْ: إِنِّي أَتَكَشَّفُ، فَادْعُ اللَّهَ لِي أَنْ لاَ أَتَكَشَّفَ، فَدَعَا لَهَا

“Ibnu Abbas berkata kepadaku maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita ahli surga, maka aku berkata tentu saja, dia berkata inilah wanita berkulit hitam yang datang kepada nabi  kemudian dia berkata “sesungguhnya saya mengalami epilepsi, dan apabila kambuh penyakit saya sebagian aurat saya tersingkap, maka doakanlah saya wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah berkata “ kalau engkau ingin bersabar maka bagimu surga, dan kalau engkau ingin aku berdoa kepada Allah maka engkau akan disembuhkan”. Maka wanita itu berkata “ Aku bersabar, tetapi berdoalah kepada Allah agar auratku tidak tersingkap” maka Nabi pun mendoakannya.” ([1])

Ini adalah contoh wanita yang masuk surga karena kesabarannya, dia memilih untuk bersabar dari pada kesembuhannya terhadap penyakit, karena dibalik kesabaran tersebut Nabi menjanjikan surga. Lihatlah bagaimana wanita ini berkulit hitam, bukan wanita yang cantik jelita, tidak menawan penampilannya, tidak mewah tasnya atau sepatunya ataupun mobilnya, tetapi seorang wanita hitam yang mungkin jika orang memandang tidak tertarik padanya. Tetapi ternyata dia penghuni surga, karena dia seorang wanita yang sabar, dia tidak ingin auratnya sedikit pun terlihat maka dia meminta kepada Nabi agar berdoa kepada Allah untuk menutupi auratnya ketika dia sedang kambuh.

Ini adalah dalil yang paling besar bahwasanya kesabaran mendatangkan surga, dan sangat banyak dalil dari Al-Quran yang menunjukkan bahwa sebab masuk surga adalah sabar

Makna Sabar

Sabar dalam Bahasa arab artinya “al-habsu” (اَلْحَبْسُ) yang artinya adalah menahan. Artinya orang yang sabar menahan lisannya, menahan hatinya dan menahan anggota tubuhnya. Dia menahan hatinya jangan sampai suuzan kepada Allah ﷻ menahan untuk tidak protes dengan keputusan Allah maka dia rida dengan ketetapan Allah, dia tahu ini semua datangnya dari Allah. Kemudian dia bersabar dengan lisannya, jangan sampai dia mengucapkan kata-kata yang menunjukkan protes dengan takdir Allah ﷻ. Kemudian dia menahan anggota tubuhnya, jangan sampai dia melakukan hal-hal yang menunjukkan protes dengan keputusan Allah ﷻ. Nabi ﷺ bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ ضَرَبَ الخُدُودَ، وَشَقَّ الجُيُوبَ

“Bukan dari golongan kami, orang yang apabila tertimpa musibah lalu dia menampar pipinya, merobek-robek bajunya.” ([2])

Hadits di atas menunjukkan sifat orang yang tidak bersabar. Maka orang yang ingin melaksanakan sabar dia harus menahan hatinya, lisannya dan anggota tubuhnya. Ini memang ibadah yang tidak mudah. Oleh karena itu orang yang bisa mencapai derajat sabar, dia telah mendapat karunia yang besar, sabda Nabi ﷺ,

وَمَا أَعْطَى اللَّهُ أَحَدًا مِنْ عَطَاءٍ أَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

“Tidaklah seorang diberi suatu anugerah yang lebih baik dan lebih luas daripada sabar.” ([3])

Siapa yang memiliki sifat sabar, dia tenang dalam menghadapi masalah, bisa menahan hatinya, bisa menahan lisannya, dan bisa menahan anggota tubuhnya, maka telah diberi anugerah yang sangat luar biasa, karena ganjaran yang sangat besar. Allah berfirman

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Qs. Az-Zumar: 10)

Footnote:

______

([1]) HR. Bukhari No. 5652 dan Muslim No. 2576

([2]) HR. Bukhori No. 1297 dan Muslim No. 103 .

([3]) HR. Abu Dawud No. 1644 disahihkan oleh Al-Albani