Quran Surat Al-Lahab Ayat-3

سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Latin : sayashlaa naaran dzaata lahabin

Arti : “Dia akan dimasukkan kedalam api neraka yang bergejolak”

Tafsir Quran Surat Al-Lahab Ayat-3

لَهَبٌ artinya menyala-nyala. Dia bergelar Abu Lahab dan kelak dia akan dimasukkan ke dalam api yang menyala-nyala pula. Inilah salah satu kemukjizatan surat Al-Lahab, Allah mengabarkan bahwasanya Abu Lahab akan masuk ke dalam neraka Jahannam. Ini menunjukkan bahwasanya Abu Lahab tidak akan menjadi muslim selamanya. Allah mengabarkannya kepada Nabi padahal surat ini turun di awal-awal dakwah Nabi. Demikian juga dalam surat -sebagaimana di ayat yang akan datang- ini Allah mengabarkan bahwa istrinya juga masuk neraka.

Bahkan tentang Fir’aun saja Allah tidak mengabarkan kepada Musa bahwasanya dia akan menjadi penghuni neraka Jahannam. Justru Allah menyuruh Musa untuk mendakwahi Fir’aun, barangkali dia sadar. Allah berfirman:

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ (43) فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ (44)

“(43) Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; (44) maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (QS Thaha : 43-44)

Berbeda dengan Abu Lahab, Allah telah mengabarkannya sejak awal-awal dakwah Nabi. Seandainya Abu Lahab masuk Islam maka bathillah pernyataan Allah pada surat ini. Dan benar terbukti bahwasanya Abu Lahab tidak masuk Islam hingga akhir hayatnya.  Bahkan Allāh tidak pernah memvonis orang Quraisy masuk neraka kecuali Abū Lahab. Abū Jahal saja tidak disebutkan secara spesifik. Adapun Abū Lahab di awal-awal dakwah sudah divonis akan masuk neraka padahal Abu Lahab masih hidup.

Dan ternyata vonis Allah itu benar, karena Abu Lahab -demikian juga istrinya- ternyata tidak akan beriman sampai mati. Dan ini merupakan mukjizat Al-Qur’an, karena bisa saja Abu Lahab menyatakan dirinya masuk Islam untuk membuktikan bahwa surat al-Masad salah. Akan tetapi ternyata hal ini tidak terjadi dan ia mati dalam kondisi musyrik. Bahkan Abu Lahab pun tidak berbohong dengan mengaku Islam dalam rangka mendustakan Muhammad. Padahal bisa saja ia berbohong bahwa ia telah masuk Islam, maka hancurlah dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan berbohong masuk Islampun dicegah oleh Allah. Padahal di zaman Nabi ﷺ banyak orang Quraisy yang awalnya memusuhi Nabi namun Allah tidak memvonis mereka masuk neraka karena akhirnya mereka masuk Islam di kemudian hari.