Quran Surat An-Naas Ayat-5

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

Latin : Min sharri l-waswāsi l-khannāsi

Arti : “Yang membisikan (kejahatan) ke dalam dada manusia”

Tafsir Quran Surat An-Naas Ayat-5

Diantara anak buah Iblis adalah syaithan. Godaan syaitan sangat banyak dan bervariasi, diantaranya dengan membisikan keburukan di hati manusia. Mulai dari menggambarkan keburukan menjadi indah, menjanjikan bagi keburukan janji-janji palsu, menyemangati manusia untuk melakukannya, menakuti-nakuti orang yang hendak melakukan kebaikan, menggambarkan bahwa kebajikan adalah kebaikan, menjadikan manusia tidak bersemangat dan menunda-nunda kebaikan, dan lain-lain. Dan syaitan selalu kerjaan seperti ini (lihat Tafsir As-Sa’di hal 937)

Oleh karena itu, Nabi bersabda dalam sebuah hadits bahwasanya syaithan itu menyusup ke dalam aliran darah.

عَنْ صَفِيَّةَ ابْنَةِ حُيَىٍّ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – مُعْتَكِفًا ، فَأَتَيْتُهُ أَزُورُهُ لَيْلاً فَحَدَّثْتُهُ ثُمَّ قُمْتُ ، فَانْقَلَبْتُ فَقَامَ مَعِى لِيَقْلِبَنِى . وَكَانَ مَسْكَنُهَا فِى دَارِ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ ، فَمَرَّ رَجُلاَنِ مِنَ الأَنْصَارِ ، فَلَمَّا رَأَيَا النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – أَسْرَعَا ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « عَلَى رِسْلِكُمَا إِنَّهَا صَفِيَّةُ بِنْتُ حُيَىٍّ » . فَقَالاَ سُبْحَانَ اللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ  إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ ، وَإِنِّى خَشِيتُ أَنْ يَقْذِفَ فِى قُلُوبِكُمَا سُوءًا – أَوْ قَالَ – شَيْئًا

Dari Shafiyyah binti Huyay, ia berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang beri’tikaf, lalu aku mendatangi beliau. Aku mengunjunginya di malam hari. Aku pun bercakap-cakap dengannya. Kemudian aku ingin pulang dan beliau berdiri lalu mengantarku. Kala itu rumah Shofiyah di tempat Usamah bin Zaid. Tiba-tiba ada dua orang Anshar lewat. Ketika keduanya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka mempercepat langkah kakinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Pelan-pelanlah, sesungguhnya wanita itu adalah Shofiyah binti Huyay.” Keduanya berkata, “Subhanallah, wahai Rasulullah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya setan menyusup dalam diri manusia melalui aliran darah. Aku khawatir sekiranya setan itu menyusupkan kejelekan dalam hati kalian berdua.” (Muttafaqun ‘alaih. HR Bukhari no. 3281 dan Muslim no. 2175)

Awalnya mereka berdua tidak su’udzhan, tetapi bisa jadi setelah beberapa lama su’udzhan itu muncul dalam diri mereka. Demikianlah pekerjaan syaithan. Oleh karena itu, Nabi mengatakan, “Ini istriku, Shafiyyah” untuk menghilangkan su’udzhan yang akan dilemparkan oleh syaithan.

Demikianlah kelakuan syaithan, dia sering sekali mendikte terutama masalah su’udzhan. Sering terjadi banyak pertikaian, perceraian, gara-gara salah sangka atau buruk sangka. Suami buruk sangka terhadap istri, dan istri buruk sangka terhadap suami. Dan yang paling berperan adalah syaithan. Sebelum su’udzhan muncul, asalnya kedua belah pihak masih bisa saling memberikan udzur dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang baik, tetapi syaithan mendiktenya agar mereka memilih kemungkinan yang buruk. Nabi bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ

“Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta.” (HR Bukhari no. 6064 dan Muslim no. 2563)