Model Siksaan Di Neraka Bag.8

Model Siksaan-Siksaan di Neraka

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

  1. Makanan dan Minuman Penduduk Neraka

Adapun model-model siksaan yang dialami oleh para penghuni neraka jahanam, di antaranya bahwa di sana mereka diberikan makan dan minum.

Di antara makan mereka adalah Dzori’ sebagaimana disebutkan dalam surat Al-Gasyiyah,

لَيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ اِلَّا مِنْ ضَرِيْعٍۙ

Tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri (QS. Al-Gasyiyah : 6)

Dzori’ merupakan pohon yang berduri jika seandainya diberikan kepada unta maka ia akan kesakitan. Wallahu A’lam bagaimana bentuk Dzori’ di neraka namun tentu saja itu adalah makanan yang sangat menyakitkan.

Selain Dzori’ mereka juga diberikan Zaqqum. Allah ﷻ berfirman,

اِنَّ شَجَرَتَ الزَّقُّوْمِۙ * طَعَامُ الْاَثِيْمِ ۛ* كَالْمُهْلِ ۛ يَغْلِيْ فِى الْبُطُوْنِۙ * كَغَلْيِ الْحَمِيْمِ ۗ

Sungguh pohon zaqqum itu, makanan bagi orang yang banyak dosa. Seperti cairan tembaga yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas. (QS. Ad-Dukhan : 42-46)

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ . طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ . فَإِنَّهُمْ لَآَكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ

Sesungguhnya pohon itu adalah sebatang pohon yang ke luar dari dasar neraka.) Mayangnya seperti kepala setan. Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buah Zaqqum itu. (QS. as-Shaffat: 64 – 66)

Rasulullah ﷺ bersabda,

لَوْ أَنَّ قَطْرَةً مِنَ الزَّقُّومِ قُطِرَتْ فِي الدُّنْيَا لأَفْسَدَتْ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا مَعَايِشَهُمْ فَكَيْفَ بِمَنْ يَكُونُ طَعَامُهُ

“Andai setetes getah pohon Zaqqum turun ke bumi maka akan merusak semua kehidupan penduduk bumi lantas bagaimana jika pohon tersebut menjadi makanan utamanya?”([1]). Wal’iyadzu billah.

Penduduk neraka juga diberikan makanan yang sulit ditelan sehingga menyumbat di kerongkongan dan sangat menyiksa mereka. Allah berfirman,

وَّطَعَامًا ذَا غُصَّةٍ وَّعَذَابًا اَلِيْمًا

“Dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” (QS. Al-Muzammil : 13)

Mereka juga diberikan makanan berupa api. Allah ﷻ berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ اَمْوَالَ الْيَتٰمٰى ظُلْمًا اِنَّمَا يَأْكُلُوْنَ فِيْ بُطُوْنِهِمْ نَارًا ۗ وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيْرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa’ : 10)

Apakah keempat makanan ini adalah santapan mereka sehari-hari atau mereka diberikan makanan tersebut berdasarkan tingkatan-tingkatan mereka di neraka? Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, ada yang mengatakan bahwa makanan-makanan tersebut sesuai tingkatan mereka di neraka. Pendapat yang lain menyebutkan bahwa semua makanan tersebut adalah makanan penghuni neraka namun jadwal makan mereka berbeda-beda.

Adapun minuman ahli neraka di antaranya adalah Al-Hamim. Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa kondisi saat itu mereka sangat kehausan dan kelaparan setelah penantian panjang selama 50.000 tahun di bawah terik matahari yang sangat panas, namun ketika mereka meminta minum justru Hamim lah yang di berikan kepada mereka sehingga usus mereka terpotong-potong.

كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوْا مَاۤءً حَمِيْمًا فَقَطَّعَ اَمْعَاۤءَهُمْ

Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan Hamim (air yang mendidih) sehingga ususnya terpotong-potong? (QS. Muhammad : 15)

Di antara minuman penghuni neraka adalah Gislin dan Gassaq. Keduanya merupakan cairan-cairan yang keluar dari tubuh penghuni neraka jahanam. Cairan tersebut ada yang keluar dari kemaluan, ada yang berupa nanah, darah, kotoran semuanya dikumpulkan dan diminumkan kembali kepada mereka. Wal’iyyadzu Billah

Di sini muncul pertanyaan, jika penduduk neraka tahu bahwa makanan dan minuman tersebut menyiksa mereka lantas kenapa mereka memakan dan meminumnya? Jawabannya bahwa kondisi mereka saat itu mengharuskan adanya makanan dan minuman yang harus mereka konsumsi. Ibarat orang yang mengonsumsi narkoba atau sejenisnya dan sudah kecanduan, dia tahu bahwa hal itu dapat merusak tubuhnya namun dia tetap ingin mengonsumsi obat terlarang tersebut.

  1. Pakaian Penduduk Neraka

Allah menyebutkan tentang pakaian penduduk neraka di beberapa tempat dalam Al-Quran. Di antaranya firman Allah ﷻ,

سَرَابِيْلُهُمْ مِّنْ قَطِرَانٍ وَّتَغْشٰى وُجُوْهَهُمُ النَّارُۙ

Pakaian mereka dari cairan aspal, dan wajah mereka ditutup oleh api neraka, (QS. Ibrahim : 50)

Allah ﷻ juga berfirman,

هٰذَانِ خَصْمٰنِ اخْتَصَمُوْا فِيْ رَبِّهِمْ فَالَّذِيْنَ كَفَرُوْا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّنْ نَّارٍۗ

“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan kafir) yang bertengkar, mereka bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka bagi orang kafir akan dibuatkan pakaian-pakaian dari api (neraka) untuk mereka” (QS. Al-Hajj : 19)

Dahulu Ibrahim At-Taimy apabila membaca ayat ini beliau berkata,

سُبحَانَ مَن خَلَقَ مِنَ النَّارِ ثِيَاباً

“Maha suci Allah yang mampu menciptakan baju dari api”([2])

Di antara pakaian mereka yang disebutkan oleh Nabi ﷺ adalah pakaian yang berlumuran cairan tembaga. Beliau ﷺ bersabda,

النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ

“Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal”([3])

  1. Kulit Penduduk Neraka

Di antara bentuk siksaan fisik terhadap para penduduk neraka bahwa Allah akan menghanguskan kulit mereka. Allah ﷻ berfirman,

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰيٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيْهِمْ نَارًاۗ كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

“Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Maha bijaksana.” (QS. An-Nisa’ 56)

  1. Wajah Penduduk Neraka

Terdapat beberapa model siksaan terhadap wajah-wajah para penduduk neraka. Di antaranya mereka akan dibangkitkan dalam kondisi wajah mereka tersungkur,  sebagaimana yang difirmankan oleh Allah ﷻ,

وَمَنْ يَّهْدِ اللّٰهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِۚ وَمَنْ يُّضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ اَوْلِيَاۤءَ مِنْ دُوْنِه وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْ عُمْيًا وَّبُكْمًا وَّصُمًّاۗ مَأْوٰىهُمْ جَهَنَّمُۗ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنٰهُمْ سَعِيْرًا

“Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah, dialah yang mendapat petunjuk, dan barang siapa Dia sesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan penolong-penolong bagi mereka selain Dia. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka.” (QS. Al-Isra’ : 97)

Wajah mereka juga akan dibakar dengan api neraka. Allah ﷻ berfirman,

تَلْفَحُ وُجُوْهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيْهَا كَالِحُوْنَ

“Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.” (QS. Al-Mu’minun : 104)

Wajah mereka juga akan disungkurkan ke dalam api neraka. Allah ﷻ berfirman,

وَمَنْ جَاۤءَ بِالسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِۗ هَلْ تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

“Dan barangsiapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. An-Naml : 90)

Di neraka wajah mereka juga akan dibolak-balikkan ke dalam api. Allah ﷻ berfirman,

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَنَآ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا۠

Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, “Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” (Al-Ahzab : 66)

Wajah mereka juga akan diseret di neraka. Allah ﷻ berfirman,

يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِي النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ

“Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah sentuhan api neraka.” (Al-Qamar : 48)

Wajah mereka juga akan dihitamkan, sebagaimana Allah ﷻ nyatakan  dalam firman-Nya,

يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌ ۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْۗ اَ كَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ

“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), “Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.” (QS. Ali Imran : 106)

  1. Usus Para Penduduk Neraka

Usus para penduduk neraka juga akan mendapatkan siksaan dari Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ pernah bersabda,

رَأَيْتُ عَمْرَو بْنَ عَامِرٍ الْخُزَاعِيَّ يَجُرُّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ، كَانَ أَوَّلَ مَنْ سَيَّبَ السَّوَائِبَ

“Aku melihat ‘Amr bin Luhay Al-Khuzā’i menyeret ususnya didalam neraka karena dia adalah orang yang pertama kali mengeramatkan onta-onta.”([4])

Rasulullah ﷺ juga bersabda,

يُؤتَى بِالرَّجُل يَومَ القِيَامَة فَيُلْقَى في النَّار، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَاب بَطْنِه فَيدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ فِي الرَّحَى، فَيَجْتَمِع إِلَيه أَهلُ النَّارِ، فَيَقُولُون: يَا فُلاَنُ، مَا لَكَ؟ أَلَم تَكُ تَأمُرُ بِالمَعرُوف وَتَنْهَى عَن المُنْكَر؟ فيقول: بَلَى، كُنتُ آمُرُ بِالمَعرُوف وَلاَ آتِيهِ، وَأَنهَى عَن المُنكَر وَآتِيهِ

“Pada hari kiamat nanti akan didatangkanlah seseorang, lalu ia dilemparkan ke dalam neraka sehingga usus-usus dalam perutnya terburai. Lalu ia berputar-putar seperti keledai berputar-putar pada penggilingannya. Para penghuni neraka mengerumuninya seraya bertanya, “Wahai fulan! Kenapa kamu? Bukankah engkau dulu memerintahkan perbuatan baik dan mencegah perbuatan mungkar?” Ia menjawab, “Benar, dulu aku memerintahkan kebaikan tapi tidak melaksanakannya, dan aku mencegah kemungkaran tapi justru melakukannya.”([5])

  1. Api yang Menyiksa Para Penduduk Neraka

Ketika penduduk neraka dimasukkan ke dalam neraka maka api akan meliputi mereka. Tidak ada satu bagian pun dalam tubuh yang tidak tersentuh oleh api neraka. Allah ﷻ berfirman,

يَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالْعَذَابِۗ وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيْطَةٌ ۢ بِالْكٰفِرِيْنَۙ

“Mereka meminta kepadamu agar segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu pasti meliputi orang-orang kafir” (Al-Ankabut : 54)

Allah ﷻ juga berfirman,

اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلظّٰلِمِيْنَ نَارًاۙ اَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَاۗ

“Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka bagi orang zalim, yang gejolaknya mengepung mereka.” (QS. Al-Kahfi : 29)

Bahkan alas tidur beserta selimut mereka terbuat dari api neraka, Allah ﷻ berfirman,

لَهُمْ مِّنْ جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَّمِنْ فَوْقِهِمْ غَوَاشٍۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ

“Bagi mereka tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf : 41)

Allah ﷻ juga menjadikan apa yang ada di bagian atas dan bawah mereka lapisan-lapisan api. Allah ﷻ berfirman,

لَهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِّنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۗذٰلِكَ يُخَوِّفُ اللّٰهُ بِه عِبَادَه ۗيٰعِبَادِ فَاتَّقُوْنِ

Di atas mereka ada lapisan-lapisan dari api dan di bawahnya juga ada lapisan-lapisan yang disediakan bagi mereka. Demikianlah Allah mengancam hamba-hamba-Nya (dengan azab itu). “Wahai hamba-hamba-Ku, maka bertakwalah kepada-Ku.” (Az-Zumar : 16)

  1. Rantai dan Belenggu Ahli Neraka

Di antara siksaan penduduk neraka bahwa mereka akan dirantai dan tangan-tangan mereka di belenggu. Allah ﷻ berfirman,

اِنَّآ اَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ سَلٰسِلَا۟ وَاَغْلٰلًا وَّسَعِيْرًا

“Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.” (Al-Insan : 4)

  1. Ahli Neraka Memanjat gunung Batu yang panas

Di antara siksaan yang ditujukan kepada ahli neraka bahwa mereka akan diperintahkan untuk memanjat  bebatuan yang panas sehingga melelehlah jari jemari mereka. Allah ﷻ berfirman,

سَاُرْهِقُه صَعُوْدًاۗ

“Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.” (QS. Mudatsir : 17)

  1. Di dalam neraka semuanya adalah sebab kematian namun tidak ada kematian

Segala sebab kematian terkumpul di dalam neraka, akan tetapi seseorang tidak akan bisa mati dengan salah satu sebab tersebut. Juga ia tidak akan mati walaupun seluruh sebab tersebut telah terkumpul. Allah ﷻ berfirman,

يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

“Diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan di hadapannya masih ada azab yang berat.” (QS. Ibrahim 17)

Seandainya Allah ﷻ tidak menetapkan kekekalan bagi penghuninya, maka panas neraka, airnya yang dapat memutus usus-usus, racun ular, memakan buah zaqqum, bentakan malaikatnya, dan pukulan mereka dengan cambuk-cabuk dari besi dapat membunuh dalam sesaat. Seandainya malaikat memukulkan cambuk besi tersebut ke gunung yang paling besar dengan satu pukulan maka ia akan hancur saat itu juga dan berubah menjadi tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan.

Juga kedukaan yang sangat  besar yang menghancurkan hati dan rasa putus asa yang memutuskan seluruh harapan maka semua ini merupakan kondisi yang membunuh dan mematikan. Akan tetapi penghuni neraka tidak mati diazab dengan salah satu atau keseluruhan sebab-sebab kematian ini. Seluruh sebab ini terkumpul pada setiap penghuni neraka([6]).

  1. Siksaan-Siksaan Batin Bagi Ahli Neraka

Azab yang menimpa jasad penghuni neraka sangatlah pedih. Azab yang membuat kulit mereka matang lalu kulit tersebut tumbuh lagi. Azab yang membakar dada mereka hingga ke hati mereka. Allah ﷻ berfirman,

نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ

“(yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan. yang (membakar) sampai ke hati.” (QS. Al-Humazah: 6-7)

Yaitu yang nyala apinya masuk hingga ke hati mereka. Jika batu-batu panas diletakkan pada puting payudara salah seorang dari mereka maka batu tersebut menembus pada punggung mereka. Juga batu tersebut diletakkan di atas punggung mereka hingga menembus dada mereka. Nabi ﷺ bersabda,

بَشِّرِ الكَانِزِينَ بِرَضْفٍ يُحْمَى عَلَيْهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ، ثُمَّ يُوضَعُ عَلَى حَلَمَةِ ثَدْيِ أَحَدِهِمْ حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ نُغْضِ كَتِفِهِ، وَيُوضَعُ عَلَى نُغْضِ كَتِفِهِ حَتَّى يَخْرُجَ مِنْ حَلَمَةِ ثَدْيِهِ، يَتَزَلْزَلُ

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang menimbun hartanya dengan batu yang diseterikakan kepadanya di neraka Jahanam, lalu diletakkan pada daerah (susu) nya diantara mereka hingga ia keluar dari ujung tulang pundaknya, lalu diletakkan pada ujung tulang pundaknya hingga ia keluar pada bagian (susu) nya hingga ia berguncang. ([7])

Ini semua adalah sebagian kecil dari bentuk azab fisik yang mengerikan. Akan tetapi selain penghuni neraka merasakan azab fisik mereka juga merasakan azab yang tidak kalah dahsyatnya yaitu azab siksaan batin.

Di antaranya:

Pertama : Cacian yang terus menerus dari malaikat penjaga neraka. Seperti perkataan para malaikat kepada penghuni neraka,

أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ

“Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?” Mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.” (QS. Az-Zumar: 71)

 

Kedua : Para malaikat membiarkan penghuni neraka yang meminta tolong, berteriak, atau mengasihi keadaan mereka. Para malaikat tidak memperdulikan mereka. Ini adalah azab tersendiri ketika yang dimintai tolong tidak memperdulikan. Bahkan malaikat semakin menegakan hujah untuk membantah dan mematahkan mereka. Allah ﷻ berfirman,

وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ ۖ قَالُوا بَلَىٰ ۚ قَالُوا فَادْعُوا ۗ وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ

“Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”. Penjaga Jahanam berkata: “Dan apakah belum datang kepada kamu rasul-rasulmu dengan membawa keterangan-keterangan?” Mereka menjawab: “Benar, sudah datang”. Penjaga-penjaga Jahanam berkata: “Berdoalah kamu”. Dan doa orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka.” (QS. Al-Mu’min: 49-50)

Ketika penghuni neraka berada pada puncak kesulitan maka mereka meminta kepada malaikat Malik penjaga neraka yang dia adalah malaikat azab yang paling keras,

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ

“Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”.

Lalu malaikat Malik membalas pertanyaan mereka setelah 1000 tahun,

قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ لَقَدْ جِئْنَاكُمْ بِالْحَقِّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ

“Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.” (QS. Az-Zukhruf: 77-78)

Jika mereka sudah sangat merasa berduka, mereka mulai murka pada diri mereka sendiri. Mereka berkata,

وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ

“Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”.” (QS. Al-Mulk: 10)

Ini adalah pengakuan dosa mereka, bahwa mereka dahulu orang-orang yang memiliki telinga dan akal yang dapat mendengar dan memahami seruan kebenaran di dunia yang dibawa oleh para rasul.

Ketiga : Termasuk azab pada jiwa mereka adalah mereka disiksa sambil dicela. Di antara jenis celaan ini adalah perkataan malaikat kepada mereka,

ذُقْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْكَرِيمُ

“Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.” (QS. Ad-Dukhan: 49)

Serta perkataan malaikat lainnya,

إِنَّ هَٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ

“Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kamu meragu-ragukannya.” (QS. Ad-Dukhan: 50)

Keempat : Di antara azab terhadap  jiwanya adalah azab tersebut sangat menghinakan seperti wajah mereka diseret di neraka. Allah ﷻ berfirman,

يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ

“(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): “Rasakanlah sentuhan api neraka!”  (QS. Al-Qamar: 48)

Ditarik dari ubun-ubun dan kaki-kaki mereka lalu dilempar ke dalam neraka. Allah ﷻ berfirman,

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ

“Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.” (QS. Ar-Rahman: 41)

Atau didorong dan diceburkan ke dalam neraka dengan keras. Allah ﷻ berfirman,

يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّاهَٰذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ

“Pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya. (Dikatakan kepada mereka): “Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya”.” (QS. Ath-Thur: 13-14)

دَعُّ artinya mendorong dengan keras dan kuat.

Sungguh Allah ﷻ telah menamakan azab akhirat dengan azab yang hina. Hal tersebut dikarenakan orang yang masuk ke dalam neraka maka dia dihinakan dengan penghinaan yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6)

Kelima : Kehinaan yang paling besar yang didapati oleh penghuni neraka adalah luapan amarah dan murka Allah ﷻ kepada mereka dan Allah ﷻ meninggalkan serta melupakan mereka. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا أُولَٰئِكَ لَا خَلَاقَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan menyucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih.” (QS. Ali Imran: 77)

Keenam : Di antaranya juga dengan ditampakkan dosa-dosa mereka di hadapan para makhluk yang Allah ﷻ ciptakan dari awal hingga hari kiamat. Allah ﷻ berfirman,

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُفَمَا لَهُ مِنْ قُوَّةٍ وَلَا نَاصِرٍ

“Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong.” (QS. Ath-Thariq: 9-10)

Makna تُبْلَى adalah ditampakkan. Sehingga akan tampak jelas apa yang disembunyikan oleh pelaku dosa dan maksiat.

Allah ﷻ berfirman setelah menggambarkan kebinasaan orang-orang dari kaum Nuh, ‘Ad, Tsamud, kaum Luth, dan kaum Syu’aib,

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِمَنْ خَافَ عَذَابَ الْآخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).” (QS. Hud: 103)

Yaitu disaksikan dan dihadiri oleh seluruh manusia. Barang siapa yang Allah ﷻ azab pada hari kiamat, ditampakkan keburukannya di hadapan manusia, dan di buat terkenal di hadapan seluruh makhluk maka sungguh dia telah dihinakan dengan hinaan yang sangat besar. Allah ﷻ berfirman tentang doa orang-orang yang beriman,

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” (QS. Ali Imran: 192)

Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata dalam doanya,

وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

“Dan janganlah Engkau hinakan Aku pada hari mereka dibangkitkan.” (QS. Asy-Syu’ara’: 87)

Nabi ﷺ bersabda,

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، يُرْفَعُ لَهُ بِقَدْرِ غَدْرِهِ، أَلَا وَلَا غَادِرَ أَعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أَمِيرِ عَامَّةٍ

“Di hari Kiamat kelak setiap pengkhianat akan membawa bendera yang dikibarkannya tinggi-tinggi sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang penguasa terhadap rakyatnya.” ([8])

 

Ketujuh : Penyesalan atas apa saja yang telah mereka perbuat di dunia. Allah ﷻ berfirman,

وَلَوْ اَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِي الْاَرْضِ لَافْتَدَتْ بِه وَاَسَرُّوا النَّدَامَةَ لَمَّا رَاَوُا الْعَذَابَ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

“Dan kalau setiap orang yang zalim itu (mempunyai) segala yang ada di bumi, tentu dia menebus dirinya dengan itu, dan mereka menyembunyikan penyesalannya ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Kemudian diberi keputusan di antara mereka dengan adil, dan mereka tidak dizalimi.(QS. Yunus : 54)

Allah ﷻ juga berfirman,

وَاَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ اِذْ قُضِيَ الْاَمْرُۘ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ وَّهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

“Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedang mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.” (QS. Maryam : 39)

 

Kedelapan : Adzab yang semakin bertambah.

Para penduduk neraka juga berharap agar mereka dimatikan sehingga mereka tidak lagi tersiksa dengan azab neraka. Allah ﷻ berfirman mengisahkan keadaan mereka,

وَنَادَوْا يٰمٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَۗ قَالَ اِنَّكُمْ مَّاكِثُوْنَ

“Dan mereka berseru, “Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, “Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).” (Az-Zukhruf : 77)

Ketika mereka tidak berhasil meminta kematian mereka memohon agar siksaan mereka dikurangi. Allah ﷻ berfirman,

وَقَالَ الَّذِيْنَ فِى النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوْا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِّنَ الْعَذَابِ

“Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahanam, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu agar Dia meringankan azab atas kami sehari saja.” (QS. Ghafir : 49)

Namun semua permintaan mereka ditolak dan tidak akan ditambahkan kepada penduduk neraka melainkan hanya azab semata. Allah ﷻ berfirman,

فَذُوْقُوْا فَلَنْ نَّزِيْدَكُمْ اِلَّا عَذَابًا ࣖ

“Karena itu rasakanlah! Maka tidak ada yang akan Kami tambahkan kepadamu selain azab. (QS. An-Naba’ : 30)

Dari sini kita tahu bahwa azab di neraka bukanlah azab yang konstan namun azab tersebut adalah azab yang semakin lama semakin bertambah berat bagi para penghuninya dan Allah maha kuasa atas segala sesuatu.

Kesembilan : Adzab yang kekal.

Diantara bentuk siksaan batin yang lain adalah mereka tahu bahwasanya adzab yang akan mereka rasakan adalah kekal, abadi selama-lamanya, maka tidak ada faedahhnya jika mereka bersabar, tidak akan mengurangi rasa tersiksa mereka sedikitpun. Lain halnya jika adzab tersebut ada penghujungnya, maka tentu mereka akan bisa bersabar.

Penghuni neraka berkata :

سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ

“Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri” (QS Ibrahim : 21)

Allah berfirman kepada mereka :

اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya), baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Ath-Thur : 16)

Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan ejekan yang ketiga kepada orang-orang kafir. Ketika mereka telah dimasukkan ke dalam neraka, maka Allah Subhanahu wa ta’ala mengejek mereka bahwa mereka mau bersabar atau tidak atas siksaan tersebut maka sama saja bagi mereka yaitu tidak mengurangi siksaan mereka dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Tentunya berbeda dengan azab di dunia, orang yang sabar dan tidak sabar dalam menghadapi suatu hal tentunya akan memberi dampak yang berbeda. Adapun seseorang yang sabar di dunia tentunya akan memberikan rasa ringan dari apa yang sedang dirasakan dibandingkan dengan orang yang tidak sabar. Oleh karenanya orang miskin yang sabar sudah pasti berbeda dengan orang miskin yang tidak sabar. Orang sakit yang sabar akan merasa sakitnya jauh lebih ringan daripada orang yang sakit namun tidak sabar. Adapun orang-orang kafir di neraka Jahannam kata Allah Subhanahu wa ta’ala mau dia bersabar atau tidak, sama saja dia akan tetap merasakan siksaan yang sangat pedih.

Jika di dunia orang yang menderita melihat penderitaan orang lain, maka pasti akan mengurangi beban penderitaannya karena ternyata ada yang menderita seperti dirinya. Akan tetapi di akhirat jika seseorang melihat orang lain disiksa maka sama saja, tidak akan mengurangi penderitaannya.

Yang ada hanyalah keputus asaan yang tidak ada faedahnya. Allah berfirman :

إِنَّ الْمُجْرِمِينَ فِي عَذَابِ جَهَنَّمَ خَالِدُونَ لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka Jahanam. Tidak diringankan azab itu dari mereka dan mereka di dalamnya berputus asa.” (QS. Az-Zukhruf: 74-75)

Yaitu, mereka kebingungan, putus asa, hilang harapan dari segala macam bentuk rahmat. Jika salah seorang dari kita membayangkan dan mengkhayalkan keadaan ini maka hal tersebut bisa menjadi nasihat teragung dan penghalang terbesar dari berbuat maksiat.

Kesepuluh : Dikumpulkan dengan sesembahan mereka.

Di antara bentuk siksaan batin yang lain bahwa Allah akan mengumpulkan mereka bersama sesembahan mereka di neraka. Inilah di antara hikmah kenapa Allah memasukkan matahari dan rembulan ke dalam neraka, supaya bertambah pedih siksaan yang di dapatkan bagi para penyembahnya. Allah ﷻ berfirman,

اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَنَّمَۗ اَنْتُمْ لَهَا وَارِدُوْنَ

“Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya”. (QS. Al-Anbiya’ : 98)

Para penyembah berhala, patung, pohon, gambar-gambar dan selainnya saat itu akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan berhala-berhala mereka. Namun yang demikian ini tidak berlaku apabila yang mereka  sembah adalah para nabi seperti nabi Isa alaihissalam atau orang-orang saleh atau para malaikat misalnya. Tatkala itu Iblis pun berkhutbah, sebagaimana Allah sebutkan dalam firman-Nya,

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Dan setan berkata ketika perkara (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.” (QS. Ibrahim : 22)

Kesebelas : Mereka tersiksa dengan melihat penghuni surga dengan kenikmatannya.

Mereka melihat penghuni surga sedang makan dan minum, sementara mereka kehausan dan kelaparan. Allah berfirman :

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا عَلَيْنَا مِنَ الْمَاءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى الْكَافِرِينَ

Dan penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah direzekikan Allah kepadamu”. Mereka (penghuni surga) menjawab: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir” (QS Al-A’rof : 50)

Kedua belas : Mereka diejek dengan apa yang mereka dahulu dustakan.

Allah berfiman :

هَذِهِ النَّارُ الَّتِي كُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ

“(Dikatakan kepada mereka), “Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya.” (QS. Ath-Thur : 14)

Orang-orang kafir mendustakan adanya neraka, adanya hari kebangkitan, adanya hari kiamat. Mereka juga mengatakan bahwa surga dan neraka itu tidak ada, dan hanya sebatas khayalan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan mereka mengatakan bahwa itu semua adalah dongeng-dongeng orang-orang terdahulu. Maka pada waktu itu Allah Subhanahu wa ta’ala menampakkan kepada mereka neraka yang mereka dustakan tersebut. Ketika itu mereka tidak hanya melihat bahwa neraka itu ternyata benar adanya, akan tetapi mereka juga benar-benar masuk ke dalam neraka Jahannam.([9])

Di antara siksaan Allah Subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat kelak adalah siksaan fisik dan siksaan batin (diejek). Maka setelah orang-orang kafir tersebut masuk ke dalam neraka, maka Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian mengejek mereka dengan ayat ini bahwa inilah neraka yang mereka dustakan dahulu.([10])

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

أَفَسِحْرٌ هَذَا أَمْ أَنْتُمْ لَا تُبْصِرُون

“Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?” (QS. Ath-Thur : 15)

Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian mengejek kembali orang-orang kafir yang telah berada di dalam neraka dengan mengatakan bahwa apakah yang mereka lihat dan yang mereka rasakan itu adalah sihir? Allah Subhanahu wa ta’ala mengejek mereka dengan perkataan demikian karena dahulu mereka selalu mengatakan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam adalah penyihir dan Alquran adalah sihir. Mereka juga dahulu mengatakan bahwa surga dan neraka adalah sihir. Maka seakan-akan Allah Subhanahu wa ta’ala mengejek mereka dengan perkataan “Apakah kalian sedang disihir masuk neraka atau kalian tidak melihat?”. Inilah ejekan Allah Subhanahu wa ta’ala yang kedua kepada orang-orang kafir yang mendustakan Allah Subhanahu wa ta’ala dan Rasul-Nya.

Orang-orang kafir tentunya tidak sedang tersihir pada hari kiamat kelak. Mereka benar-benar merasakan panasnya api neraka, mereka benar-benar tersiksa dan menderita karena hal tersebut. Maka pada ayat ini Allah Subhanahu wa ta’ala mengejek mereka. Dan mereka tidak bisa tutup mata dengan apa yang sedang mereka alami dan rasakan.([11])

Ketiga belas : Mereka sangat membenci diri mereka sendiri

Diantara siksaan batin yang dirasakan oleh para penghuni neraka adalah membenci diri sendiri. Mereka sangat menyesal kenapa ketika di dunia mereka tidak beriman, karena kemaksiatan yang dilakukan jiwa mereka akhirnya mereka di siksa di neraka.  Ketika itu mereka murka pada diri mereka sendiri dan menyeru dengan  seruan yang membuat mereka menderita dan tersiksa lebih besar dari seluruh yang mereka dapat. Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنَادَوْنَ لَمَقْتُ اللَّهِ أَكْبَرُ مِنْ مَقْتِكُمْ أَنْفُسَكُمْ إِذْ تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ فَتَكْفُرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir diserukan kepada mereka (pada hari kiamat): “Sesungguhnya kebencian Allah (kepadamu) lebih besar daripada kebencianmu kepada dirimu sendiri karena kamu diseru untuk beriman lalu kamu kafir”. (QS.Al-Mu’min: 10)

Di dunia kita hampir tidak mendapatkan ada seseorang yang membenci dirinya sendiri. Pada dasarnya setiap orang mencintai dirinya sendiri. Akan tetapi karena penyesalan yang begitu mendalam ternyata penghuni neraka jadi sangat membenci diri mereka sendiri. Karena al-Maqt artinya adalah kebencian yang amat sangat. Tentu hal ini semakin menambah penderitaan mereka, azab yang membakar diri mereka, ditambah kebencian terhadap diri sendiri yang diri tersebut akan terus kekal abadi.

Sebab murka mereka kepada diri mereka sendiri adalah karena iman yang dahulu seharusnya mereka bisa raih namun mereka tidak mengambilnya. Adapun sekarang maka sangat jauh untuk bisa meraih keimanan dan tidak akan pernah datang ke hadapan mereka. Allah ﷻ berfirman tentang ucapan mereka tersebut,

وَقَالُوا آمَنَّا بِهِ وَأَنَّىٰ لَهُمُ التَّنَاوُشُ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ

“Dan (di waktu itu) mereka berkata: “Kami beriman kepada Allah”, bagaimanakah mereka dapat mencapai (keimanan) dari tempat yang jauh itu.” (QS. As-Saba’: 52)

Inilah tulisan singkat yang membahas tentang dahsyatnya isi neraka jahanam. Masih banyak pembahasan terkait masalah ini, namun secara global inilah gambaran siksaan yang terjadi di neraka jahanam. Sebagaimana telah penulis sampaikan di awal bahwa jika seorang hamba tidak mampu membayangkan kenikmatan-kenikmatan yang ada di surga maka begitu pula ia tidak akan mampu untuk membayangkan kengerian azab neraka. Jika di dunia seorang bisa membuat berbagai macam model siksaan, seperti Fir’aun misalnya yang menyiksa kaumnya dengan berbagai macam siksaan, namun tentu saja itu semua tidak sebanding dengan siksa dan azab yang akan Allah timpakan kepada penduduk neraka,  karena Allah ﷻ berfirman,

فَيَوْمَىِٕذٍ لَّا يُعَذِّبُ عَذَابَه اَحَدٌ

Maka pada hari itu tidak ada seorang pun yang mengazab seperti azab-Nya (yang adil)”. (Al-Fajr : 25)

Begitu dahsyatnya azab Allah maka sungguh satu detik di dalam neraka atau satu celupan membuat seseorang lupa seluruh kenikmatan yang pernah ia rasakan di dunia. Nabi bersabda :

يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً، ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لَا، وَاللهِ يَا رَبِّ وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا، مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لَا، وَاللهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِي بُؤْسٌ قَطُّ، وَلَا رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ

“Pada hari kiamat akan didatangkan seorang yang paling bahagia di dunia yang menjadi penghuni neraka, lalu dicelupkan ke dalam neraka dengan satu celupan, kemudian dikatakan, ‘Wahai anak Adam, apakah kau melihat kebaikan meskipun sedikit? Apakah kau merasakan kenikmatan walaupun sedikit?’ lalu dia menjawab, ‘Demi Allah, tidak’. Didatangkan seorang yang paling sengsara di dunia yang menjadi penghuni surga, lalu dicelupkan ke dalam surga dalam satu celupan, lalu dikatakan kepadanya, ‘Wahai anak Adam, apakah kau melihat kesusahan walaupun sedikit? Apakah kau merasakan kesusahan walaupun sedikit?’ lalu dia berkata, ‘Tidak, demi Allah wahai Rabb, aku tidak mengalami kesusahan sedikitpun dan tidak melihat kesulitan sedikitpun.”([12])

Artikel ini penggalan dari Buku Syarah Rukum Iman Karya Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

_______________________
([1]) HR. Tirmidzi no. 2585

([2])  At-Takhwif min An-Naar karya Ibnu Rajab hal. 126

([3]) HR. Muslim no. 934

([4]) HR. Bukhari no.3521

([5]) HR. Bukhari no. 3267 dan Muslim no. 2989

([6]) Lihat Al-Jahiim Ru’yah men ad-Daakhil, Abdurrahman Abdul Kholiq

([7]) HR. Bukhari No. 1407 dan Muslim No. 992.

([8]) HR. Muslim No. 1738.

Siksaan fisik dari pertama hingga ke enam bisa dilihat di kitab Al-Jahiim Ru’yah min ad-Daakhil, Abdurrahman Abdul Kholiq.

([9]) Lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 27/43

([10]) Lihat: Tafsir Al-Alusiy 14/31

([11]) Lihat: Tafsir Al-Alusiy 14/31

([12]) HR. Muslim no. 2807.