Nama-nama Neraka Bag.2

Nama-nama Neraka

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

  1. Al- Hawiyah (الهَاوِيَة)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ * فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ * نَارٌ حَامِيَةٌ

“Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (Al-Qari’ah : 8-11)

Disebut Al-Hawiyah (tempat lemparan) karena seseorang dimasukkan ke neraka jahanam dengan cara dilempar.([1])

  1. Al-Ladzo (اللَّظَى)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

كَلَّا إِنَّهَا لَظَى، نَزَّاعَةً لِلشَّوَى

“Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, Yang mengelupaskan kulit kepala” (QS. Al Ma´aarij : 15-18)

Disebut Al-Ladzo (bergejolak) karena sangat dahsyat nyala apinya. ([2])

  1. Al-Huthomah (الْحُطَمَةُ)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

كَلَّا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ * نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ * الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَة

“Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (naik) sampai ke hati.” (Al-Humazah : 4-7)

Disebut sebagai Al-Huthomah (penghancur) karena sifatnya yang menghancurkan dan melumat apapun yang masuk kedalamnya. ([3])

  1. Al-Jahim (الْجَحِيْمُ)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

فَأَمَّا مَنْ طَغَى، وَآثَرَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْجَحِيمَ هِيَ الْمَأْوَى

“Maka adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sungguh, Al-Jahim lah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at : 37-39)

Disebut dengan Al-Jahim karena sifatnya yang sangat panas.([4])

  1. Jahannam (جَهَنَّمُ)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

إِنَّ جَهَنَّمَ كَانَتْ مِرْصَادًا * لِلطَّاغِينَ مَآبًا * لَابِثِينَ فِيهَا أَحْقَابً

“Sungguh, (neraka) Jahanam itu (sebagai) tempat mengintai (bagi penjaga yang mengawasi isi neraka), menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di sana dalam masa yang lama.” (QS. An-Naba’ : 21-23)

Disebut sebagai Jahannam karena seperti jurang yang sangat dalam. ([5])

  1. Saqar (سَقَرٌ)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

سَأُصْلِيهِ سَقَرَ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ، لَا تُبْقِي وَلَا تَذَرُ، لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ

“Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar, dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, yang menghanguskan kulit manusia.” (Al-Mudatsir : 26-29)

Disebut sebagai Saqar karena sifatnya yang membakar dan tidak menyisakan apa pun yang masuk ke dalamnya. ([6])

  1. As-Sa’iir (السَّعِيْرُ)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ، فَسَوْفَ يَدْعُو ثُبُورًا، وَيَصْلَى سَعِيرًا، إِنَّهُ كَانَ فِي أَهْلِهِ مَسْرُورًا

“Dan adapun orang yang catatannya diberikan dari sebelah belakang, maka dia akan berteriak, “Celakalah aku!”, Dan dia akan masuk ke dalam neraka sa’ir (api yang menyala-nyala). Sungguh, dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan keluarganya (yang sama-sama kafir).” (Al-Insyiqaq 10-13)

Disebut dengan Sa’iir karena nyala apinya yang sangat besar dan menyambar-nyambar.([7])

  1. Sijjin (سِجِّينٌ)

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

كَلَّا إِنَّ كِتَابَ الْفُجَّارِ لَفِي سِجِّينٍ

Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin. (QS. Al-Muthoffifin : 7)

Disebut dengan Sijjin (penjara) karena sifatnya yang mengurung siapa saja yang masuk ke dalamnya. Bahkan orang-orang kafir akan selama-lamanya kekal terkurung di dalamnya. ([8])

Inilah nama-nama neraka yang setiap namanya menunjukkan akan kedahsyatannya.

Artikel ini penggalan dari Buku Syarah Rukum Iman Karya Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

_______________________

([1]) Lihat : Tafsir Al-Qurthubi 20/167

([2]) Lihat : Lisanul ‘Arab 15/248

([3]) Lihat : Mu’jam Maqayis Al-Lughah 2/78

([4]) Idem 1/249

([5]) Lihat : Lisanul ‘Arab 12/112

([6]) Lihat : Mu’jam Maqayis Al-Lughah 3/86

([7]) Idem 3/75

([8]) Lihat : Kitab Al-‘Ain karya Al-Farohidi 6/56