Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat-103

103. قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلْأَخْسَرِينَ أَعْمَٰلًا

qul hal nunabbi`ukum bil-akhsarīna a’mālā
103. Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

Tafsir :

Kita tahu bahwasanya semua orang ini merugi sebagaimana yang Allah subhanahu wa ta’ala firmankan dalam surah Al-‘Ashr,

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1-3)

Dalam surah ini dinyatakan semua orang dalam kerugian kecuali yang memenuhi 4 persyaratan: beriman, beramal saleh, saling berwasiat dalam kebenaran, dan saling berwasiat dalam kesabaran. Jika tidak terpenuhi salah satu dari 4 syarat ini maka dia masih tetap merugi. Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian” seakan-akan kerugian meliputinya/mengelilinginya dari segala sisi. Lalu bagaimana agar ia keluar dari lingkaran kerugian tersebut? Jawabannya, dia harus melakukan 4 syarat tersebut. Ini harus kita lakukan seluruhnya. Bukan hanya sekedar iman dan amal saleh, akan tetapi juga harus saling menasehati. Jika kita ada orang melakukan kesalahan, kesyirikan, dan kebid’ahan maka kita tegur. Juga kita harus saling menasehati agar bersabar dalam berdakwah, dalam menjalani takdir Allah subhanahu wa ta’ala. Kemudian juga وَتَوَاصَوْا “dan saling menasehati” di sini terdapat faidah bahwa agar jangan sampai kita mencukupkan beramal untuk diri sendiri saja dan tidak perduli dengan urusan orang lain, seperti itu tidak benar, yang benar adalah kita harus saling menasehati di antara kaum muslimin. Orang yang tidak memenuhi 4 persyaratan ini maka dia merugi, dan ruginya mereka bertingkat-tingkat.

Begitu juga orang yang rugi lalu masuk neraka, kerugian ini juga bertingkat-tingkat dan siapakah yang paling rugi? Inilah yang dimaksud dari ayat ini.