Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat-100

100. وَعَرَضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَٰفِرِينَ عَرْضًا

wa ‘araḍnā jahannama yauma`iżil lil-kāfirīna ‘arḍā
100. dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas.

Tafsir :

Ini adalah perkara yang sangat mengerikan. Oleh karenanya kita harus sadar bahwa kita hidup di dunia ini tidak lama dan hanya sementara. Sehingga hendaknya kita mempersiapkan diri kita dengan beramal saleh dan janganlah kita bermalas-malasan. Jika kita sedang tertimpa rasa malas maka hendaknya kita ingat bahwa tasbih kita, dzikir kita, dan bacaan Al-Quran kita; kenikmatannya akan kita rasakan abadi. Jika seseorang malas untuk shalat walau 2 raka’at, maka yakinlah bahwa 2 rakaat ini akan menjadi kenikmatan yang abadi di akhirat. Sekedar sebagai renungan, kalau kita berkata kepada seseorang: jika kamu shalat 2 rakaat maka saya akan memberikanmu secangkir teh selamanya, kapanpun kamu inginkan maka teh ini akan tersedia di hadapanmu. Pastinya orang tersebut akan shalat walaupun hanya mendapatkan secangkir teh, namun dengan 2 rakaat tersebut dia bisa mendapatkan secangkir teh kapanpun dia mau. Begitu juga seseorang jika shalat 2 rakaat terutama sebelum subuh, Allah subhanahu wa ta’ala akan memberikan dunia dan seisinya, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah,

«رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا»

“Dua rakaat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” ([1])

Kita tidak tahu kenikmatan apa yang akan kita dapat dari 2 rakaat ini, akan tetapi kita yakin bahwa 2 rakaat ini akan ada hasilnya dan kita akan merasakannya dengan abadi. Oleh karenanya jangan sampai kita malas, selama kita masih bernafas dan kita memiliki waktu, hendaknya kita gunakan untuk sesuatu yang bermanfaat, karena tidak ada amalan kebaikan yang sia-sia di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Meskipun amalan tersebut hanya berupa dzikir,

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Semua ini akan sangat bernilai di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karenanya hendaknya kita semangat beramal selama masih hidup, karena jika kita meninggal maka tidak bisa beramal lagi, hanya tinggal menunggu hari perhitungan.

________________

Footnote :

([1]) HR. Bukhori no. 4935