Tafsir Surat Al-An’am Ayat-3

3. وَهُوَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِى ٱلْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

wa huwallāhu fis-samāwāti wa fil-arḍ, ya’lamu sirrakum wa jahrakum wa ya’lamu mā taksibụn
3. Dan Dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.

Tafsir :

Terdapat dua penafsiran yang paling masyhur berkaitan dengan ayat ini:

Pertama: Bahwa ﴿وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ﴾ adalah kalimat sempurna. Jika demikian, maka kata agung اللَّهُ bermakna مَعْبُوْدٌ, yakni ‘yang disembah’. Sehingga makna ayat ini, “Dan Dialah yang disembah, baik di langit maupun di bumi”.([1])

Kedua: Bahwa ﴿وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ﴾ adalah kalimat pertama sempurna, kemudian kalimat sempurna kedua adalah ﴿وَفِي الْأَرْضِ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ﴾.([2]) Jadi makna ayat ini adalah “Dan Dialah Allah yang berada di langit. Meskipun Dia di langit, akan tetapi Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan di bumi, apa yang kamu tampakkan, dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.” Agar jangan sampai ada yang menyangka bahwa keberadaan Allah ﷻ di langit menghalangiNya dari mengetahui apa yang kita kerjakan. Oleh karenanya dalam ayat lain Allah ﷻ berfirman,

﴿أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاءِ أَن يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ﴾

“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang?” (QS. Al-Mulk: 16)

Firman Allah ﷻ,

﴿يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ﴾

“Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu tampakkan.”

Yang dimaksud dengan rahasia adalah apa yang dirahasiakan oleh setiap manusia dalam hatinya, dan juga apa yang saling mereka rahasiakan di antara mereka.([3])

Bukankah ketika Allah ﷻ menyatakan bahwa Dia mengetahui rahasia hamba, berarti pasti Allah juga mengetahui apa yang mereka tampakkan? Lalu mengapa Allah masih menyebutkan bahwa Dia juga mengetahui apa yang mereka tampakkan? Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini adalah bentuk penegasan akan ilmu Allah ﷻ yang sama-sama sempurna dan luas, baik terhadap rahasia hamba atau pun yang mereka tampakkan. Pengetahuan Allah akan keduanya sama-sama sempurna.

Firman Allah ﷻ,

﴿وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ﴾

“dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.”

Hal ini umum mencakup perkara dunia dan akhirat, ketaatan maupun kemaksiatan, amalan hati, lisan, dan anggota tubuh.([4])

Semua ayat-ayat ini menegaskan keagungan Allah ﷻ, yang berkonsekuensi bahwa hanya Dialah ﷻ yang berhak untuk disembah. Setelahnya Allah ﷻ akan menyebutkan betapa parahnya pembangkangan orang-orang musyrikin, yang masih saja berpaling dan mendustakan Allah dan Rasul-Nya, setelah semua bukti dan penjelasan yang sampai pada mereka.

________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir as-Sa’di hlm. 250.

([2]) Lihat: Tafsir Utsaimin surah Al-An’am hlm. 27.

([3]) Lihat: Tafsir Utsaimin surah Al-An’am hlm. 30.

([4]) Lihat: At-Tahrir wa at-Tanwir (7/133).