Tafsir Surat As-Sajdah Ayat-11

11. ۞ قُلْ يَتَوَفَّىٰكُم مَّلَكُ ٱلْمَوْتِ ٱلَّذِى وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

qul yatawaffākum malakul-mautillażī wukkila bikum ṡumma ilā rabbikum turja’ụn
11. Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan”.

Tafsir :

Firman Allah ﷻ,

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ

“Katakanlah: “Kalian akan diwafatkan oleh malaikat maut yang diwakilkan atau ditugaskan untuk mencabut nyawa kalian.”

Pada ayat sebelumnya Allah ﷻ telah menjelaskan tentang penciptaan manusia, maka selanjutnya pada ayat ini Allah ﷻ menjelaskan bahwa Allah ﷻ akan mematikan manusia.  Jika Allah ﷻ yang menciptakan manusia, Allah juga yang mematikan manusia, berarti Allah ﷻ lah yang mengatur manusia. Kesimpulan dari ini adalah sangat mungkin bagi Allah ﷻ untuk membangkitkan manusia pada hari kiamat kelak. Kalau Allah ﷻ mampu mematikan manusia, maka Allah ﷻ pun mampu membangkitkan manusia.  Dengan begitu ayat ini merupakan bantahan Allah ﷻ terhadap orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan.

Berkaitan dengan siapa nama malaikat maut maka sebagian ulama menyebutkan nama malaikat maut adalah Izrail yang artinya adalah Abdullah (hamba Allah).([1]) Akan tetapi tidak ditemukan riwayat sahih yang menyebutkan hal tersebut.([2]) Oleh karena itu sebaiknya kita tidak mengatakan nama malaikat maut adalah Izrail, akan tetapi kita katakan malaikat maut saja. Adapun jumlah malaikat maut, maka sebagian ulama menjelaskan bahwa malaikat maut hanyalah satu, tetapi ia memiliki anak buah atau pembantu yang sangat banyak.([3])

Firman Allah ﷻ,

ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Kemudian hanya kepada Tuhan kalian akan dikembalikan.”

Maksud dikembalikannya manusia kepada Allah ﷻ adalah manusia akan dibangkitkan oleh Allah ﷻ pada hari kiamat untuk  disidang atas segala perbuatan yang  dilakukan selama di dunia.

________________

Footnote :

([1]) Lihat Tafsir Al-Qurthubi 14/93

([2]) Lihat Kitab ‘Alam Al-Malaikah Al-Abror 18

([3]) Lihat Ruh Al-Ma’ani 11/124