Tafsir Surat As-Sajdah Ayat-7

7. ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ كُلَّ شَىْءٍ خَلَقَهُۥ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ ٱلْإِنسَٰنِ مِن طِينٍ

allażī aḥsana kulla syai`in khalaqahụ wa bada`a khalqal-insāni min ṭīn
7. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah.

Tafsir :

Allah ﷻ menyebutkan bahwa Allah memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan setelah itu Allah menyebutkan secara khusus bahwa di antara makhluk yang indah tersebut adalah manusia.

Pada kata اَحْسَنَ ada yang menafsirkannya dengan أتْقَنَ yang artinya Allah ﷻ menciptakan dengan sempurna([1]). Ada juga yang menafsirkannya bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan membuatnya menjadi indah([2]). Kedua tafsiran ini benar karena semua ciptaan Allah sempurna sesuai dengan porsinya. Allah menciptakan sapi, manusia, gunung, langit, udara, laut dan sebagainya dengan kesempurnaan yang sesuai dengan porsinya. Ini semua diatur oleh Allah ﷻ. Ini adalah salah satu bukti adanya Tuhan, sehingga alam semesta bisa berjalan dengan serasi yang semua itu untuk kepentingan manusia. Contohnya: udara yang Allah ciptakan di antaranya terdapat oksigen dengan ukuran yang pas. Manusia  membutuhkan oksigen, namun jika oksigen tersebut berlebihan maka akan berbahaya karena mudah terjadi ledakan dan kebakaran jika terkena sedikit sulutan api. Kita memang membutuhkan oksigen akan tetapi Allah memberikan oksigen dengan kadar sekian yang sesuai. Semua ini yang mengatur adalah Allah ﷻ, dan Allah ﷻ mengaturnya dengan sempurna. Oleh karenanya setiap makhluk yang kita lihat adalah makhluk yang sempurna. Setiap yang Allah ciptakan adalah ciptaan yang sempurna. Oleh karenanya Allah berfirman “Yang menyempurnakan segala sesuatu”. Ulama yang mengatakan bahwa makna ahsana artinya memperindah karena semua yang Allah ciptakan adalah indah. Allah menciptakan hewan-hewan, manusia, gunung, lautan, pepohonan dengan ciptaan yang indah. Allah membuat matahari terbit dan terbenam dengan begitu indah. Semua ini menunjukkan akan adanya Tuhan. Oleh karenanya di antara dalil yang menunjukkan adanya Tuhan adalah dalil tahsin atau makhluk itu indah. Karena menurut logika orang-orang ateis semua ini terjadi tanpa sebab dan semua ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada tujuan. Jika memang ini semua terjadi sesuai dengan logika mereka, maka seharusnya semua ini terjadi dengan berantakan, tidak teratur, dan tidak ada yang indah. Jika kita perhatikan, semua ciptaan yang ada itu indah, maka ini menunjukkan bahwa ada Dzat yang menciptakannya dengan teratur. Jika semua ini terjadi dengan sendirinya, tidak ada tuhan yang menciptakan dan tidak ada tujuan maka ini salah. Karena kita dapati semua ciptaan ini indah dan keindahan adalah salah satu tujuan. Sehingga ini menunjukkan akan adanya tuhan yang menciptakan segala sesuatu dengan tujuan. Kemudian Allah menyebutkan tentang manusia,

وَبَدَاَ خَلْقَ الْاِنْسَانِ مِنْ طِيْنٍ

“dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah.”

__________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Ibnu ‘Athiyah 4/359

([2]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubi 14/90