Tafsir Surat Al-Ahzab Ayat-64

64. إِنَّ ٱللَّهَ لَعَنَ ٱلْكَٰفِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا

innallāha la’anal-kāfirīna wa a’adda lahum sa’īrā
64. Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka).

Tafsir :

Allah ﷻ berfirman,

﴿ إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا . خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا ﴾

“Sesungguhnya Allah melaknati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka). Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak memperoleh seorang pelindung pun dan tidak (pula) seorang penolong.” (QS. Al-Ahzab: 64-65)

As-Sa’ir adalah salah satu nama neraka yang artinya api yang menyala-nyala([1]). Ini merupakan dalil bahwasanya  orang-orang kafir selain dilaknat mereka juga dimasukkan ke dalam neraka dan kekal selama-lamanya.

Akidah ahlusunah waljamaah meyakini kekalnya orang-orang kafir di dalam neraka. Adapun orang-orang beriman yang bertauhid namun melakukan kemaksiatan maka mereka akan dikeluarkan dari neraka.

Jika ada yang mengatakan bahwa Allah ﷻ tidak adil karena orang-orang kafir melakukan kemaksiatan pada waktu yang terbatas, mengapa mereka diazab dengan waktu yang tidak terbatas? Hal ini akan menjadi tidak adil jika Allah ﷻ tidak menjelaskannya. Akan tetapi Allah ﷻ telah menjelaskan semuanya, barang siapa yang beriman dalam waktu terbatas maka dia akan mendapatkan kenikmatan yang tidak terbatas, dan barang siapa yang melakukan kekufuran dan kesyirikan dalam waktu terbatas maka dia akan mendapatkan siksaan  yang tidak terbatas. Di manakah letak ketidakadilan Allah ﷻ?

Inilah azab bagi orang-orang kafir, mereka dilaknat dan dimasukkan ke dalam neraka secara abadi. Azab abadi adalah siksaan yang mengerikan. Di dunia jika seseorang mendapat bencana kemudian dia bersabar maka ujian tersebut akan menjadi ringan. Jika dibandingkan antara miskin yang bersabar dengan miskin yang tidak bersabar maka yang lebih menderita adalah miskin yang tidak bersabar. Meskipun ujian yang diderita sama, akan tetapi yang bersabar akan lebih kuat dalam menghadapi ujian tersebut, berbeda dengan orang yang tidak bersabar. Seseorang akan lebih mudah untuk bersabar ketika mengetahui bahwa ujian tersebut ada akhirnya. Berbeda dengan orang-orang kafir yang diazab  di neraka, percuma bagi mereka untuk bersabar. Hal ini dikarenakan kesabaran mereka tidak mengurangi kepedihan mereka. Kesabaran mereka  tidak memiliki akhir, karena azab mereka kekal abadi. Oleh karenanya para penghuni neraka akan berkata,

﴿ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ ﴾

“Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.” (QS. Ibrahim: 21)

Allah ﷻ berfirman,

﴿ اصْلَوْهَا فَاصْبِرُوا أَوْ لَا تَصْبِرُوا سَوَاءٌ عَلَيْكُمْ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ﴾

“Masuklah kalian ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kalian bersabar atau tidak, sama saja bagi kalian; kalian diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan.” (QS. Ath-Thur: 16)

__________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir ath-Thabari (7/30).