Tafsir Surat Saba’ Ayat-53

53. وَقَدْ كَفَرُوا۟ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۖ وَيَقْذِفُونَ بِٱلْغَيْبِ مِن مَّكَانٍۭ بَعِيدٍ

wa qad kafarụ bihī ming qabl, wa yaqżifụna bil-gaibi mim makānim ba’īd
53. Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu; dan mereka menduga-duga tentang yang ghaib dari tempat yang jauh.

Tafsir :

Firman Allah ﷻ,

﴿ وَقَدْ كَفَرُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ ﴾

“Dan sesungguhnya mereka telah mengingkari Allah sebelum itu.”

Karena mereka telah kafir sebelumnya di dunia, maka tidak akan bermanfaat keimanan mereka di akhirat. Hal ini dikarenakan keimanan berkaitan dengan sesuatu yang gaib, sedangkan ketika di akhirat semua tampak jelas sehingga keimanan mereka tidak bermanfaat. Allah ﷻ berfirman,

﴿ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا﴾

“Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.” (QS. Al-An’am: 158)

Firman Allah ﷻ,

﴿ وَيَقْذِفُونَ بِالْغَيْبِ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ ﴾

“dan mereka menduga-duga tentang yang gaib dari tempat yang jauh.”

Maksudnya ketika mereka mengatakan bahwa tidak ada hari kebangkitan, sesungguhnya semua itu hanya praduga mereka. Mereka tidak memiliki dalil untuk menolak hari kebangkitan. Secara akal mereka tidak bisa membantah, terlebih lagi secara dalil.

Begitu juga tuduhan mereka bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah orang gila, penyihir, dukun, dan lainnya maka semuanya hanyalah dugaan mereka dari tempat yang jauh([1]). Jika mereka ingin mencari kebenaran maka seharusnya mereka mendekat kepada Nabi Muhammad ﷺ sehingga mereka bisa mengetahui kebenaran dari tempat yang dekat.

Akan tetapi, yang mereka lakukan hanyalah menduga-duga dari  tempat yang jauh sehingga membuat mereka kufur kepada Allah ﷻ.

______________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir al-Qurthubi (14/317).