Tafsir Surat Saba’ Ayat-51

51. وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ فَزِعُوا۟ فَلَا فَوْتَ وَأُخِذُوا۟ مِن مَّكَانٍ قَرِيبٍ

walau tarā iż fazi’ụ fa lā fauta wa ukhiżụ mim makāning qarīb
51. Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat); maka mereka tidak dapat melepaskan diri dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).

Tafsir :

Firman Allah ﷻ,

﴿ وَلَوْ تَرَى ﴾

“Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat.”

Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud dari وَلَوْ تَرَى  “Dan (alangkah hebatnya) jikalau kamu melihat” adalah Rasulullah ﷺ. Ada juga mengatakan bahwa maksudnya adalah umum. ([1])

Apa yang dilihat? Tidak disebutkan. Sebagian ulama seperti Syekh as-Sa’di mengatakan bahwa maksudnya adalah perkara yang dahsyat, menakutkan, mengerikan, mungkar, dll([2]). Dalam kaidah tafsir jika objek tidak disebutkan maka memberikan faedah umum.

Kapan hal tersebut terjadi? Allah ﷻ berfirman,

﴿ إِذْ فَزِعُوا ﴾

“ketika mereka (orang-orang kafir) terperanjat ketakutan (pada hari kiamat).”

Makna الْفَزع adalah rasa takut yang datang secara tiba-tiba. Hal ini dikarenakan dahsyatnya rasa takut saat itu, sehingga membuat mereka terperanjat. Hal ini terjadi pada hari kiamat kelak, sebagaimana Allah ﷻ firmankan,

﴿ وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ ﴾

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (QS. An-Naml: 87)

Semua yang berada di langit seperti malaikat mengalami ketakutan, begitu juga yang berada di bumi seperti manusia.

Pada hari tersebut yang mengalami ketakutan sangat dahsyat adalah orang-orang musyrik.

Firman Allah ﷻ,

﴿ فَلَا فَوْتَ ﴾

“maka mereka tidak dapat melepaskan diri.”

Mereka tidak bisa lolos dari siksaan Allah ﷻ. Ayat ini memiliki perkiraan فَلَا فَوْتَ لَهُمْ ‘tidak ada kelolosan bagi mereka’. Akan tetapi, kata لَهُمْ  dihapus yang menunjukkan tidak ada sama sekali dari mereka yang lolos dari azab([3]). Inilah keadaan mereka di akhirat, berbeda dengan di dunia di mana terkadang mereka lolos. Oleh karenanya Allah ﷻ berfirman,

﴿ وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ﴾

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak.” (QS. Ibrahim: 42)

Firman Allah ﷻ,

﴿ وَأُخِذُوا مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ ﴾

“dan mereka ditangkap dari tempat yang dekat (untuk dibawa ke neraka).”

Apa yang dimaksud dengan “tempat yang dekat”? Ada beberapa pendapat dalam hal ini:

Pertama: Maksudnya adalah kuburan. Hal ini dikarenakan mereka diambil dari kuburan kemudian dilemparkan ke neraka Jahanam. ([4])

Kedua: Maksudnya adalah padang mahsyar. Mereka diambil dari padang mahsyar kemudian dilemparkan ke neraka Jahanam. ([5])

Semua ini menunjukkan bahwa tidak ada penundaan bagi mereka. Kapan pun mereka siap dimasukkan ke dalam neraka Jahanam maka tidak ada penundaan bagi mereka juga mereka tidak bisa kabur. Karena jika mereka kabur tentunya Allah ﷻ akan mengatakan “mereka ditangkap dari tempat yang jauh”. Akan tetapi, di padang mahsyar tidak ada untuk kabur bagi mereka. Sehingga Allah ﷻ mengatakan “Mereka ditangkap dari tempat yang dekat”.

__________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Utsaimin surah Saba’ hlm. 307.

([2]) Lihat: Tafsir as-Sa’di (1/683).

([3]) Lihat: Tafsir Utsaimin surah Saba’ hlm. 307.

([4]) Lihat: Tafsir al-Qurthubi (14/314).

([5]) Lihat: Tafsir al-Baidhawi (4/251).