Tafsir Surat Saba’ Ayat-38

38. وَٱلَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُو۟لَٰٓئِكَ فِى ٱلْعَذَابِ مُحْضَرُونَ

wallażīna yas’auna fī āyātinā mu’ājizīna ulā`ika fil-‘ażābi muḥḍarụn
38. Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.

Tafsir :

Inilah di antara metode Al-Qur’an yaitu menggandengkan antara targhib (motivasi) dan tarhib (peringatan). Targhib Allah ﷻ sebutkan pada ayat sebelumnya yaitu menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh keamanan yang tenteram di dalam surga. Adapun tarhib Allah ﷻ sebutkan pada ayat ini, yaitu dengan menjanjikan azab bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh menentang ayat-ayat Allah ﷻ.

Firman Allah ﷻ,

﴿وَالَّذِينَ يَسْعَوْنَ فِي آيَاتِنَا مُعَاجِزِينَ أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ﴾

“Dan orang-orang yang berusaha (menentang) ayat-ayat Kami dengan anggapan untuk dapat melemahkan (menggagalkan azab Kami), mereka itu dimasukkan ke dalam azab.”

Di sini, Allah ﷻ sebutkan bahwasanya ada orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk membantah ayat-ayat Allah ﷻ, di antara mereka adalah kaum musyrikin Arab, yang mana mereka membantah ayat-ayat syar’i maupun kauni.

Mereka membantah ayat-ayat syar’i dengan mempermasalahkan ayat-ayat Al-Qur’an atau juga dengan bertanya-tanya dengan maksud untuk membatalkan ayat-ayat Al-Qur’an. Mereka membantah ayat-ayat kauni dengan cara menantang Rasulullah ﷺ untuk membuat hal-hal aneh, sebagaimana yang Allah ﷻ sebutkan dalam firman-Nya,

﴿وَقَالُوا لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنبُوعًا  (٩٠) أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًا  (٩١) أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ قَبِيلًا  (٩٢) أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِّن زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَن نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَّقْرَؤُهُۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنتُ إِلَّا بَشَرًا رَّسُولًا﴾

“Dan mereka berkata: ‘Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dan bumi untuk kami, atau kamu mempunyai sebuah kebun korma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah kebun yang deras alirannya, atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami. Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah kitab yang kami baca’. Katakanlah: ‘Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?’” (QS. Al-Isra’: 93)

Tentu semua permintaan-permintaan yang mereka ajukan kepada Rasulullah ﷺ adalah dalam rangka membatalkan dakwah Rasulullah ﷺ.

Jadi, sejak zaman Rasulullah ﷺ  telah ada orang-orang yang berusaha ingin membatalkan dakwah Rasulullah ﷺ. Hingga saat ini pun orang-orang seperti itu masih ada, dan mereka pun masih gencar berusaha untuk membatalkan kelangsungan dakwah Rasulullah ﷺ dengan menyebarkan syubhat-syubhat, mengkritik Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah ﷺ, menimbulkan keraguan tentang Islam bagi kaum muslimin, dan yang lainnya. Semua itu tidak mereka lakukan dengan serampangan, namun mereka bergerak secara teratur dengan membuat rencana-rencana yang matang. Karenanya, kita sebagai umat muslim patut waspada terhadap pergerakan mereka tersebut.

Sebuah kaidah ushul fiqh menyatakan bahwa,

الأَمْرُ بِالشَّيْءِ نَهْيٌ عَنْ ضِدِّهِ، وَالنَّهْيُ عَنِ الشَّيْءِ أَمْرٌ بِضِدِّهِ

“Perintah atas sesuatu berarti pelarangan atas lawannya dan pelarangan atas sesuatu berarti perintah atas lawannya.”

Berdasarkan kaidah ini, maka makna dari Allah ﷻ melarang orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah ﷻ adalah Allah ﷻ memerintahkan kita untuk memperkuat ayat-ayat Allah ﷻ.

Oleh karena itu, sebagaimana orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah ﷻ, menimbulkan keraguan bagi umat Islam terhadap agamanya mendapat ancaman yang pedih dari Allah ﷻ, maka orang-orang yang berjuang membela agama Allah ﷻ dengan menjelaskan ayat-ayat Allah ﷻ dan membantah syubhat-syubhat, mereka akan mendapatkan ganjaran pahala yang besar.

Firman Allah ﷻ,

﴿أُولَٰئِكَ فِي الْعَذَابِ مُحْضَرُونَ﴾

“Mereka itu dimasukkan ke dalam azab.”

Inilah nasib orang-orang yang menentang ayat-ayat Allah ﷻ, mereka akan dimasukkan ke dalam neraka.

Pada awalnya mereka tidak mau masuk neraka, namun malaikat Zabaniahlah yang menggiring mereka untuk masuk ke dalam neraka. Allah ﷻ berfirman,

﴿وَنَسُوقُ الْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا﴾

“Dan Kami akan menghalau orang-orang yang durhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga.” (QS. Maryam: 86)

Mereka digiring sebagaimana hewan-hewan digiring. Allah ﷻ berfirman,

﴿وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًاۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَاۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ﴾

“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahanam berombong-rombongan. Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: ‘Apakah belum pernah datang kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?’ Mereka menjawab: ‘Benar (telah datang)’. Tetapi telah pasti berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir. (QS. Az Zumar: 71)

Pada ayat yang lain Allah ﷻ sebutkan bahwa mereka orang-orang kafir tidak mau hadir di neraka, maka Allah ﷻ pun hadirkan mereka di neraka jahanam. Allah ﷻ berfirman,

﴿فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَالشَّيَاطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا﴾

“Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut. (QS. Maryam: 68)

Setelah itu Allah ﷻ sebutkan mereka akan didorong sekuat-kuatnya masuk ke dalam neraka. Allah ﷻ berfirman,

﴿يَوْمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا﴾

“Pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.” (QS. Ath-Thur: 13)