Tafsir Surat Saba’ Ayat-21

21. وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِٱلْءَاخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِى شَكٍّ ۗ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

wa mā kāna lahụ ‘alaihim min sulṭānin illā lina’lama may yu`minu bil-ākhirati mim man huwa min-hā fī syakk, wa rabbuka ‘alā kulli syai`in ḥafīẓ
21. Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

Tafsir :

Firman Allah ﷻ,

﴿ وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِمْ مِنْ سُلْطَانٍ ﴾

“Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka”

Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya setan tidak memiliki kekuatan. Setan tidak pernah menarik orang ke dalam neraka Jahanam dan tidak pernah mendorong orang untuk melakukan kemaksiatan atau perzinaan. Yang dia lakukan hanya berbisik-bisik, menyeru, dan menghiasi([1]). Inilah senjata setan. Secara kemampuan fisik dia tidak memiliki kemampuan untuk membuat seseorang melakukan kemaksiatan. Oleh karenanya dalam surah Ibrahim setan berkata,

﴿إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ﴾

“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri.” (QS. Ibrahim: 22)

Apakah ada setan mendorong kita sehingga sebagian berbuat zina? Adakah setan menghalangi kita sehingga kita tidak pergi ke masjid atau tidak membaca Al-Qur’an? Tidak. Pada dasarnya setan tidak memiliki kekuatan fisik untuk menghalangi kita.

Dalam ayat yang lain setan berkata,

﴿ لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ ﴾

“pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (QS. Al-Hijr: 39)

Inilah kekuatan sesungguhnya yang dimiliki setan, yaitu menyeru dan menghiasi. Akan tetapi, meskipun kemampuannya hanya menyeru dan menghiasi, ternyata banyak orang yang terperangkap dalam jebakannya. Oleh karenanya Allah ﷻ mengatakan setelahnya,

﴿ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ ﴾

“Melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu”

Ini merupakan isyarat bahwasanya orang yang beriman dengan hari akhir maka dia akan semakin mudah untuk selamat dari godaan setan. Semakin dia mengetahui akan adanya hari kebangkitan, hari pembalasan, dan hari perhitungan maka akan semakin menjauhkan dirinya dari godaan setan. Adapun orang  yang ragu dengan hari akhirat maka ini akan membuatnya semakin mudah terjerumus pada kemaksiatan. Terlebih lagi orang yang melupakan hari akhirat, atau dia tidak percaya dengan hari akhirat maka akan semakin membuatnya mudah terjerumus ke dalam godaan setan.

Sebagian ulama mengatakan bahwa orang yang ragu tentang adanya hari akhirat maka dia bukan orang yang beriman. Karena orang yang beriman adalah orang yang harus yakin bahwasanya akan ada hari kebangkitan([2]). Sekedar ragu saja membuatnya dikatakan bukan orang yang beriman, maka terlebih lagi jika mengingkari seperti orang-orang musyrikin Arab.

Firman Allah ﷻ,

﴿ وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ ﴾

“Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.”

Maknanya Allah ﷻ menjaga seluruh amalan hamba([3]), sebagaimana firman Allah ﷻ,

﴿ وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ﴾

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),” (QS. Al-Infithar: 10)

Maksudnya malaikat-malaikat yang menjaga seluruh amalan. Seluruh yang kita ucap, tulis, dengar, dan lihat maka semuanya terjaga (tidak hilang dan tidak terhapus). Tidak ada satu pun yang luput dari pencatatan malaikat. Semuanya akan dihadirkan pada hari kiamat kelak. Allah ﷻ berfirman,

﴿ يَوْمَ تَجِدُ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ مِنْ خَيْرٍ مُحْضَرًا وَمَا عَمِلَتْ مِنْ سُوءٍ ﴾

“Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (di mukanya), begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya.” (QS. Ali Imran: 30)

Dalam ayat ini terdapat peringatan dari Allah ﷻ kepada kita agar kita berhati-hati dari godaan setan. Sesungguhnya ketika kita mengikuti godaan setan maka apa yang kita lakukan tercatat.

_________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir al-Qurthubi (14/293).

([2]) Lihat: Tafsir al-‘Utsaimin, surah Saba’ hlm. 157.

([3]) Lihat: Tafsir al-Qurthubi (14/294).