Tafsir Surat Ath-Thur Ayat-17

17. إِنَّ ٱلْمُتَّقِينَ فِى جَنَّٰتٍ وَنَعِيمٍ

innal-muttaqīna fī jannātiw wa na’īm
17. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.

Tafsir :

Setelah Allah Subhanahu wa ta’ala berbicara tentang penghuni neraka, selanjutnya dalam ayat ini Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian berbicara tentang kenikmatan-kenikmatan yang akan dirasakan oleh penghuni surga.

Di surga seluruhnya adalah kenikmatan. Di surga tidak ada sesuatupun yang tidak nikmat. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَإِذَا رَأَيْتَ ثَمَّ رَأَيْتَ نَعِيمًا وَمُلْكًا كَبِيرًا

Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.” (QS. Al-Insan : 20)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa semua yang dilihat oleh penghuni surga adalah kenikmatan. Mau melihat ke depan, ke kanan, ke kiri, ke belakang, ke atas ataupun ke bawah, maka yang dilihat semua adalah kenikmatan. Tidak ada yang bukan kenikmatan. Berbeda halnya penglihatan seseorang di dunia, terkadang apa-apa yang kita lihat bisa membuat kita sedih dan terkadang bisa membuat kita senang. Maka di surga tidak ada lagi yang demikian. Segala yang dilihat adalah kenikmatan yang mendatangkan kesenangan, serta tidak ada waktu yang tidak dilalui dengan kenikmatan([1]). Karena Allah Subhanahu wa ta’ala mengatakan,

فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ

Berada dalam surga dan (dalam) kenikmatan.”

Yaitu tenggelam dalam kenikmatan. Karenanya penduduk surga tidak boleh tidur. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang penghuni surga,

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيَنَامُ أَهْلُ الْجَنَّةِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «النَّوْمُ أَخُو الْمَوْتِ، وَأَهْلُ الْجَنَّةِ لَا يَنَامُونَ

Wahai Rasulullah, apakah penduduk surga tidur?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Tidur itu adalah saudara kematian, dan penduduk surga tidak tidur’.”([2])

Karena ketika penghuni surga tidur, maka mereka akan berhenti (off) dari aktifitas kenikmatan. Maka penghuni surga tidak tidur agar mereka senantiasa merasakan kenikmatan-kenikmatan di dalam surga.

____________________

Footnote :

([1]) Lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir Li Ibnu ‘Asyur 27/45

([2])  HR. Ath-Thabrani no. 919 dalam Mu’jam Al-Ausath