Tafsir Surat Al-Qamar Ayat-41

41. وَلَقَدْ جَآءَ ءَالَ فِرْعَوْنَ ٱلنُّذُرُ

wa laqad jā`a āla fir’aunan-nużur
41. Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman.

Tafsir :

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala mulai menceritakan tentang Nabi Musa dan Fir’aun, kalau kita perhatikan dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menggunakan ungkapan yang berbeda dengan kisah-kisah sebelumnya, ketika menceritakan tentang kisah nabi Nuh Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوْحٍ فَكَذَّبُوْا عَبْدَنَا وَقَالُوْا مَجْنُوْنٌ وَّازْدُجِرَ

Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, “Dia orang gila!” Lalu diusirnya dengan ancaman.

Ketika menceritakan tentang Nabi Hud Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

كَذَّبَتْ عَادٌ فَكَيْفَ كَانَ عَذَابِيْ وَنُذُرِ

Kaum ‘Ad pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!”

Ketika menceritakan tentang Nabi Shalih Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ بِالنُّذُرِ

Kaum Tsamud pun telah mendustakan peringatan itu.”

Ketika menceritakan tentang Nabi Shalih Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطٍ ۢبِالنُّذُرِ

“Kaum Luth pun telah mendustakan peringatan itu.”

Namun begitu datang menceritakan tentang Nabi Musa Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengatakan كَذَّبَتْ قَوْمُ مُوْسَى “telah mendustakan kaum Musa”, hal ini dikarenakan yang mendustakan Nabi Musa bukan kaum Nabi Musa, akan tetapi yang mendustakannya adalah kaumnya Fir’aun, dan kaumnya Nabi Musa adalah Bani Israil, oleh karenanya dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ جَاۤءَ اٰلَ فِرْعَوْنَ النُّذُرُۚ

“Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir‘aun.”([1])

Dan اٰلَ adalah pengikut-pengikut Fir’aun([2]), dan النُّذُرُ yaitu peringatan-peringatan atau ancaman-ancaman([3]).

____________________

Footnote :

([1]) Lihat: At-Tahrir wat Tanwir: 27/208

([2]) Lihat: Tafsir Ibnu ‘Athhiyyah 5/220

([3]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubi 17/145