Tafsir Surat Al-Qamar Ayat-33

33. كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوطٍۭ بِٱلنُّذُرِ

każżabat qaumu lụṭim bin-nużur
33. Kaum Luth-pun telah mendustakan ancaman-ancaman (nabinya).

Tafsir :

Pada ayat sebelumnya Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan bagaimana Allah subhanahu wa ta’ala membinasakan kaum ‘Ad yaitu kaumnya Nabi Hud dan kaum Tsamud yaitu kaumnya Nabi Shalih ‘alaihimassalaam selanjutnya dari ayat 33 sampai 40 Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang kisah kaum Nabi Luth ‘alaihis salaam.

Kaum Nabi Luth adalah kaum yang melakukan praktik homoseksual pertama kali di alam semesta ini, oleh karenanya Nabi Luth mengatakan,

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

“Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas.” QS. Al-A’raf: 80-81

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menamakan homoseksual dengan الْفَاحِشَةَ “perbuatan keji” yang tidak ada seorang pun yang mendahului mereka dalam perbuatan ini, dan ini menunjukkan bahwasanya yang pertama kali melakukan perbuatan homoseksual adalah kaum Nabi Luth. Dan kampung Nabi Luth termasuk dari kampung-kampung yang Allah subhanahu wa ta’ala sebutkan dengan الْمُؤْتَفِكَات yaitu kampung-kampung yang Allah subhanahu wa ta’ala balikkan, di antaranya kampung Nabi Luth([1]) yang bernama kampung Sodom sehingga perbuatan homoseksual disebut dengan sodom([2]). Dan saking kejinya perbuatan mereka sampai Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan kaum Nabi Luth dengan beberapa sifat yaitu ada 6 sifat yang menunjukkan keburukan mereka:

  1. Allah subhanahu wa ta’ala menyifati mereka dengan مُسْرِفُونَ yaitu orang yang melampaui batas dalam berbuat maksiat, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ

 “Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas (dalam bermaksiat)” QS. Al-A’raf: 81

2. Allah subhanahu wa ta’ala menyifati mereka dengan الْمُجْرِمِينَ yaitu orang-orang yang kufur dan berdosa, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا ۖ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” QS. Al-A’raf: 84

3. Allah subhanahu wa ta’ala menyifati mereka dengan قَوْمَ سَوْءٍ yaitu kaum yang buruk, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ ۗ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ

“dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buruk lagi fasik.” QS. Al-Anbiya’: 74

4. Allah subhanahu wa ta’ala menyifati mereka dengan فَاسِقِينَ yaitu kaum yang fasik, berdasarkan ayat pada surah Al-Anbiya’ di atas.

5. Allah subhanahu wa ta’ala menyifati mereka dengan kaum yang bodoh, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ ۚ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

“Mengapa kalian mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (kalian), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kalian adalah kaum yang jahil.” QS. An-Naml: 55

6. Allah subhanahu wa ta’ala menyifati mereka dengan yaitu orang-orang yang berbuat kerusakan, berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala,

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

“Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.” QS. Al-Ankabut: 30

Dan ini adalah sifat-sifat yang buruk yang secara keseluruhan Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kaum Nabi Luth yang tidak Allah subhanahu wa ta’ala kumpulkan sifat-sifat tersebut pada kaum-kaum yang lain. Hal ini karena maksiat yang mereka perbuat ini adalah maksiat yang baru yang tidak pernah terjadi di alam semesta sebelumnya, sebuah maksiat yang keluar dari fitrah manusia, sebuah maksiat yang merupakan salah satu bentuk kelainan. Dan mereka telah mendustakan ancaman-ancaman yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan.

___________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Qurthuby 8/202

([2]) Lihat: Tafsir Al-Qurthuby 7/243