Tafsir Surat Al-Hadid Ayat-29

29. لِّئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ أَلَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَىْءٍ مِّن فَضْلِ ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱلْفَضْلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

li`allā ya’lama ahlul-kitābi allā yaqdirụna ‘alā syai`im min faḍlillāhi wa annal-faḍla biyadillāhi yu`tīhi may yasyā`, wallāhu żul-faḍlil-‘aẓīm
29. (Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Tafsir :

Yaitu karunia Allah Subhanahu wa ta’ala berupa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan bangsa Arab adalah hak Allah Subhanahu wa ta’ala dalam menetapkannya, dan bukan hak orang-orang Yahudi dan Nasrani, karena mereka ingin Nabi terakhir adalah dari kalangan Bani Israil. Oleh karena itu dalam ayat ini Allah Subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa mereka orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak dapat mengatur karunia Allah, karena yang menentukan karunia-Nya diberikan kepada siapa itu adalah hak Allah Subhanahu wa ta’ala.

Oleh karena itu terdapat buku yang sangat indah dengan judul رَبِحْتُ مُحَمَّدًا وَلَمْ أَخْسَرِ الْمَسِيْحَ عَلَيْهِمَا السَلاَمُ “Aku beruntung beriman kepada Muhammad dan aku tidak kehilangan ‘Isa” ([1]). Buku ini ditulis untuk orang-orang Nasrani, bahwa apa yang membuat mereka susah beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya jika mereka beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka mereka akan mendapat dua keuntungan dari beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam dan keuntungan dari beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya tidak ada kelaziman bahwa beriman kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berarti kafir terhadap Nabi Isa ‘alaihissalam, padahal kita bisa menggabungkan keimanan terhadap keduanya.

___________________

Footnote :

([1])  Yaitu buku karya Ibrahim bin Abdirrahman ad-Dumaiji dan juga dengan judul buku yang sama ditulis oleh Dr Abdul Mu’thi ad-Dilaalati