Tafsir Surat Al-Hasyr Ayat-15

15. كَمَثَلِ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَرِيبًا ۖ ذَاقُوا۟ وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

kamaṡalillażīna ming qablihim qarīban żāqụ wa bāla amrihim, wa lahum ‘ażābun alīm
15. (Mereka adalah) seperti orang-orang Yahudi yang belum lama sebelum mereka telah merasai akibat buruk dari perbuatan mereka, dan bagi mereka azab yang pedih.

Tafsir :

Allah subhanahu wa ta’ala menyebutkan tentang orang-orang munafik bahwa perumpamaan mereka (orang-orang munafik) seperti kaum yang baru-baru saja sebelumnya telah merasakan akibat dampak dari perbuatan mereka, yaitu merasakan azab yang pedih. Siapakah kaum yang orang-orang munafik disamakan dengan mereka?, maka ada khilaf di kalangan para ulama, di antara mereka ada yang mengatakan bahwa maksudnya adalah orang-orang Quraisy yang mereka kalah dalam perang Badar([1]), jadi artinya: “wahai orang-orang munafik berhati-hatilah kalian itu bisa jadi nasibnya seperti orang-orang Quraisy yang kalah dalam perang Badar”.

Sebagian ulama berpendpat bahwa maksudnya adalah Bani Qainuqa’, dan Bani Qainuqa’ adalah oang-orang Yahudi yang pertama yang diusir dari kota Madinah, jadi ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke kota Madinah kaum Yahudi ada 3 kelompok dan mereka semua di kota Madinah tidak bersatu padu, ada yang namanya Yahudi Bani Qainuqa’, Yahudi Bani An-Nadhir, dan ada Yahudi Bani Quraizhah. Dan yang pertama kali diusir adalah Yahudi dari kabilah Qainuqa’([2]), kemudian Bani An-Nadhir sebagaimana yang kita bahs dalam surah Al-Hasyr ini, baru kemudian yang terakhir diusir adalah Yahudi Bani Quraizhah yang dengannya turun surah Al-Ahzab yang berbicara tentang pengusiran mereka atau tentang peperangan  melawan mereka. Jadi maksud firman Allah subhanahu wa ta’ala adalah: “Sesungguhnya kalian orang-orang munafik seperti orang-orang yang baru-baru saja sebelum kalian yaitu orang-orang Quraisy atau Bani Qoinuqa’ yang diusir karena mereka melakukan pelanggaran”.

___________________

Footnote :

([1]) Lihat: At-Tahrir wa At-Tanwir 28/108

([2]) Lihat: Tafsir Al-Alusy 14/252