Bekal Haji dan Umroh

Muzdalifah

Muzdalifah 1. Muzdalifah adalah tempat antara Arofah dan Mina. Dan Muzdalifah diambil dari kata زَلَفَ “Zalafa” yang maknanya kembali kepada arti dekat, dikatakan زَلَفَ إِلَيْهِ atau اِزْدَلَفَ إِلَيْهِ artinya  mendekat kepadanya. Muzdalifah dinamakan dengan Muzdalifah karena para jamaáh haji jika tiba di Muzdalifah sudah mendekat ke Mina. Atau karena Muzdalifah adalah tempat berkumpul karena الاِزْدِلاَفُ artinya   الاِجْتِمَاعُ perkumpulan. 2. Allah menamakan muzdalifah juga dengan al-Masyár al-Haroom....

Hari Árofah

Hari Árofah 1. Hari Arofah yaitu tanggal 9 Dzulhijjah. Hari ini memiliki banyak keutamaan, diantaranya: Hari yang Allah paling banyak mencatat hambaNya terbebaskan dari neraka. Hari dimana Allah membanggakan jama’ah haji di hadapan para malaikat Hari dimana Allah turun ke langit dunia mendekat kepada para jama’ah haji yang sedang wuquf di ‘Arofah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيهِ...

Hari Tarwiyah

Hari Tarwiyah 1. At-Tarwiyah maknanya adalah mengangkut air untuk persediaan menghilangkan dahaga. Karena di Mina di zaman tersebut tidak ada air, sehingga para jamaah haji mengangut air untuk dibawa ke Mina. 2. Disunnahkan bagi seorang yang berhaji untuk persiapan ihram, yaitu dengan mencukur yang perlu dicukur (seperti bulu kemaluan), mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku, agar tatkala ia berihram tidak butuh lagi untuk melakukan itu semua....

Menetap di Mekah

Menetap di Mekah Setelah melaksanakan umroh tamattu’ maka menunggu di Mekah hingga tiba waktu haji pada tanggal 8 dzulhijjah. Selama masa menunggu hendaknya jama’ah haji menjaga kesehatan dan makan yang bergizi sebagai persiapan untuk berhaji. Hendaknya tetap mengisi waktu dengan banyak ibadah, akan tetapi jangan terlalu ngoyo dan terlalu letih, kawatir ketika hari H nya, yaitu hari pelaksanaan haji dalam kondisi tidak sehat. Dimasa menunggu jama’ah boleh...

Haji Tamattu’

Penjelasan Haji tamattu’ adalah haji yang pelaksanannya dimulai dengan umroh lalu melakukan haji. Hanya saja umroh tamattu’ hanya boleh dikerjakan tatkala di bulan-bulan haji (syawwal, dzulqo’dah, dan dzulhijjah). Jika seseorang melakukan umroh di bulan Ramadhan lalu ia menetap di Mekah untuk menunggu haji, maka umroh yang ia lakukan tersebut tidak dianggap sebagi umroh tamattu’ karena dikerjakan di luar bulan-bulan haji. Tamattu’ dalam bahasa arab artinya berlezat-lezatan....

Frequently Asked Questions