Bekal Haji dan Umroh

Sa’i Haji

Sa'i Haji Setelah thowaf ifadhoh maka melakukan saí haji, dan tata cara saí telah lalu penjelasannya. Lihat artikel tentang Sa'i

Thawaf Ifaadhah

Thowaf Ifaadhoh Thowaf ifadhoh/thowaf ziaroh/thowaf haji’ merupakan rukun haji, thowaf ini dilakukan setelah wuquf di padang Arofah. () Disunnahkan untuk dikerjakan pada siang hari tanggal 10 dzulhijjah sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam(). Waktu awal boleh mengerjakannya adalah setelah lewat tengah malam, yaitu bagi orang-orang yang lemah yang diizinkan untuk keluar dari Muzdalifah setelah lewat tengah malam() Tidak ada batas akhir waktu...

Gundul atau Mencukur Pendek Rambut Kepala

Menggundul kepala atau mencukur pendek rambut kepala. Dan menggundul lebih baik -sebagaimana telah lalu penjelasannya- Klik BACA

 Menyembelih Hadyu

 Menyembelih Hadyu 1. Hadyu adalah hewan yang dibawa oleh jamaah haji atau umroh ke tanah haram untuk disembelih dan diserahkan kepada Allah. Diwajibkan bagi orang yang berhaji tamattu’ dan berhaji qiron. Adapun yang berhaji ifrod maka tidak wajib untuk menyembelih hadyu. 2. Syarat-syarat yang berlaku bagi hewan hadyu secara umum sama dengan syarat-syarat yang berlaku bagi hewan al-udhiyah (kurban) Hewannya harus selamat (bebas) dari áib/cacat/sakit (tidak...

Melempar Jamarot

Melempar Jamarot Hikmah melempar jamarot Pertama : Untuk mengingat Allah Allah berfirman : وَاذْكُرُواْ اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَّعْدُودَاتٍ Dan berdzikirlah (dengan mengingat) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. (QS Al-Baqoroh 203) Hari-hari berbilang tersebut adalah hari-hari tasyriq (lihat tafsir At-Thobari 3/549-553). Allah memerintahkan untuk berdzikir kepada Allah di hari-hari tersebut. Diantaranya adalah berdzikir kepada Allah dengan melempar jamarot. Karenanya setelah itu berfirman : فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ...

Frequently Asked Questions