Tafsir Surat At-Tahrim Ayat-9

9. يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

yā ayyuhan-nabiyyu jāhidil-kuffāra wal-munāfiqīna wagluẓ ‘alaihim, wa ma`wāhum jahannam, wa bi`sal-maṣīr
9. Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali.

Tafsir :

Berjihad (berperang) melawan orang-orang kafir adalah dengan menggunakan pedang. Akan tetapi jika tidak ada peperangan dengan pedang, dan tidak semua waktu bisa terjadi perang dengan pedang, maka saat itu berjihad melawan orang-orang kafir adalah dengan perkataan, pena, tulisan, dan dakwah. Dan peperangan melawan orang kafir ini akan terus tegak hingga hari kiamat.

Adapun jihad dengan orang-orang munafik tidak menggunakan pedang, karena telah jelas mereka adalah golongan orang yang tidak boleh dibunuh karena keislaman mereka secara dzohir. Akan tetapi yang dimaksud jihad melawan orang-orang munafik adalah dengan ilmu. Oleh karenanya Allah ﷻ menamakan perjuangan ilmu dengan jihad([1]). Allah ﷻ berfirman,

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُمْ بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Alquran) dengan (semangat) perjuangan yang besar.” (QS. Al-Furqan : 52)

Maka dari itu, janganlah seseorang memandang bahwa yang namanya jihad hanyalah dengan pedang. Kita tidak mengatakan bahwa jihad dengan pedang itu tidak ada, jihad dengan pedang itu ada namun tidak setiap saat bisa dilakukan. Adapun jihad dengan dakwah, tulisan dan perkataan, setiap saat bisa dilakukan. Dan jihad terhadap orang-orang munafik hanyalah jihad dengan ilmu (dakwah, tulisan, dan perkataan). Adapun sebab mengapa orang-orang munafik hanya diperangi dengan ilmu adalah karena mereka seringnya membuat keonaran dalam dunia Islam, selalu ingin kehancuran bagi kaum muslimin serta membela orang-orang kafir, selalu menyebarkan syubhat dan kerancuan dalam beribadah, maka hal tersebut harus dibantah dengan ilmu, sehingga membantah mereka adalah jihad.

Kita harus mengakui bahwa jihad yang paling bermanfaat saat ini -dimana kondisi kaum muslimin lemah dan bercerai berai- adalah jihad dengan ilmu (tulisan dan dakwah). Betapa banyak orang-orang kafir yang masuk Islam di negara-negara kafir bukan dengan pedang (perang), melainkan dengan ilmu yang mereka dapatkan dari pencarian mereka tentang Islam.

__________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubiy 18/201