Pahala Ikhlas Walau Amalan Duniawi

Amalan-amalan orang yang ikhlas yang bersifat duniawi akan diberi ganjaran oleh Allah

Sungguh merupakan keberuntungan yang luar biasa bagi orang-orang yang ikhlas, karena bukan saja amalan-amalan ibadahnya yang diberi ganjaran oleh Allah bahkan amalan-amalannya yang bersifat duniawi juga mendapat ganjaran di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada Sa’d bin Abi Waqqoosh radhiallahu ‘anhu :

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ

“Sesungguhnya tidaklah engkau berinfak sesuatupun dengan berharap wajah Allah (ikhlas) kecuali engkau akan diberi ganjaran, bahkan sampai makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu” (HR Al-Bukhari no 56 dan Muslim no 1628)

Imam An-Nawawi berkata, “Dalam hadits ini terdapat dalil bahwasanya perkara yang mubah jika dikerjakan dengan niat mencari wajah Allah maka akan menjadi suatu ketaatan dan akan mendapatkan ganjaran. Nabi ﷺ telah mengingatkan hal ini dengan sabdanya “bahkan sampai makanan yang engkau suapkan ke mulut istrimu”. Karena istri seseorang termasuk bagian paling khusus dari kebutuhan dunianya, syahwatnya, dan keledzatannya.

Dan jika ia menyuapkan makanan ke mulut istrinya, maka kondisi seperti ini biasanya terjadi tatkala sedang bercumbu dan berlembut-lembut serta berledzat-ledzat dengan perkara yang mubah. Kondisi seperti ini sangatlah jauh dari kondisi ketaatan (bentuk sedang ibadah-pen) dan (sedang mengingat) akhirat, meskipun demikian Nabi ﷺ mengabarkan bahwasanya jika ia melakukannya dengan maksud untuk mencari wajah Allah maka ia akan memperoleh pahala. Maka kondisi yang selain ini lebih utama jika dikerjakan karena mengharap wajah Allah. Dan hal ini mencakup perkara-perkara yang hukum asalnya adalah mubah jika dikerjakan oleh seseorang karena Allah maka ia akan mendapatkan pahala. Seperti makan dengan niat agar bisa kuat melakukan ketaatan kepada Allah, tidur dengan maksud istirahat agar (jika terjaga) lebih giat beribadah” (Al-Minhaaj 11/77-78)

Sungguh betapa banyak ganjaran yang akan diraih oleh seseorang yang ikhlas, kehidupannya seluruhnya penuh dengan ganjaran dari Allah. Bayangkanlah seseorang yang menghabiskan waktunya puluhan tahun untuk bekerja keras mencari nafkah… jika ia mengerjakannya dengan menghadirkan niat karena Allah maka setiap tetes keringat yang bercucuran akan bernilai di sisi Allah.

Ditulis oleh Ustadz DR. Firanda Andirja, MA
Judul: Berjihad Melawan Riya’ (Series)