Tafsir Surat al-Mursalat Ayat-1

1. وَٱلْمُرْسَلَٰتِ عُرْفًا

wal-mursalāti ‘urfā
1. Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan.

Tafsir :

Allah ﷻ membuka firman-Nya dengan sumpah terhadap lima hal. Terdapat tiga metode para ulama dalam menafsirakan lima ayat ini.

Metode pertama, firman Allah ﷻ ini berkaitan dengan angin sehingga seluruh ayat-ayat tersebut Allah ﷻ bersumpah tentang angin. ([1])

Metode kedua, firman Allah ﷻ ini berkaitan tentang malaikat sehingga maksudnya seluruh ayat-ayat tersebut adalah Allah ﷻ bersumpah atas nama malaikat. ([2])

Metode ketiga, firman Allah ﷻ ini berkaitan dengan angin dan malaikat. Ayat pertama hingga kedua maka itu berkaitan dengan angin, sedangkan ayat ketiga hingga kelima maka itu berkaitan dengan malaikat. Dan ini adalah pendapat yang dipilih oleh Thahir Ibnu ‘Asyur dalam kitabnya At-Tahrir wa At-Tanwir([3]), serta pendapat yang lebih kuat insyaallah.

Firman Allah ﷻ,

وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا، فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا

Demi (angin) yang diutus untuk membawa kebaikan, dan yang terbang dengan kencangnya.” (QS. Al-Mursalat : 1-2)

Dua ayat ini berbicara tentang angin. Kata عُرْفًا dalam bahasa Arab artinya adalah rambut yang ada di punggung leher kuda, yang jika kuda telah bergerak, maka rambutnya tampak berjalan berturut-turut ([4]). Maka dari sini pada ulama mengatakan bahwa maksud firman Allah ﷻ وَالْمُرْسَلَاتِ عُرْفًا adalah Demi angin yang Allah ﷻ kirimkan secara berturut-turut. Dan ayat selanjutnya (dan yang terbang dengan kencangnya) menjelaskan bahwa ketika angin sudah datang berturut-turut, maka angin tersebut kemudian berhembus dengan sekencang-kencangnya dan menghancurkan apa yang dilewatinya.

Dan perlu untuk diketahui bahwa kata ف dalam bahasa Arab tidak menandakan sumpah, melainkan sebagai penggandeng. Adapun huruf yang menandakan sumpah adalah huruf و. Sehingga ayat فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا merupakan lanjutan dari ayat sebelumnya.

_____________

Footnote:

([1])  Lihat: At-Tafsir Al-Kabir 30/765

([2])  Lihat: Ad-Durrul Mantsur Fit Tafsir bil Ma’tsur 8/382, dan dijelaskan ini adalah penafsiran Mujahid bin Jabir.

([3])  Lihat: At-Tahrir wat Tanwir 29/420

([4])  Lihat: Tafsir Al-Qurthubi 19/154