Tafsir Surat at-Takwir Ayat-3

3. وَإِذَا ٱلْجِبَالُ سُيِّرَتْ

wa iżal-jibālu suyyirat
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan.

Tafsir:

Ada dua pendapat dalam ayat ini, pertama قُلِعَتْ مِنَ الْأَرْضِ، وَسُيِّرَتْ فِي الْهَوَاءِ yaitu dicabut dari pasaknya lalu dijadikan berjalan terbang di udara, dan kedua تَحَوُّلُهَا عَنْ مَنْزِلَةِ الْحِجَارَةِ، فَتَكُونُ كَثِيبًا مَهِيلًا yaitu dirubah dari batu yang kokoh menjadi debu yang berhamburan (lihat Tafsir Al-Qurthubi 19/228)

Gunung-gunung yang kita saksikan begitu kokohnya, tegak, tegar, bahkan Allah mengatakan dalam Al Quran:

وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ

“Dan gunung-gunung, bagaimana ditegakkan oleh Allah.” (QS Al-Ghasyiyah : 19)

Sampai-sampai orang-orang menjadikan gunung sebagai perumpamaan seperti kalimat “orang itu tegar seperti gunung” yaitu kokoh seperti gunung. Akan tetapi ternyata gunung pada hari kiamat kelak akan terbang dijalankan oleh Allah. Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُونَ

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagaimana jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS An-Naml : 88)

Kondisi gunung-gunung dalam hari kiamat melalui beberapa tahapan. Yang pertama Allah akan mencabut gunung-gunung tersebut dari pasaknya kemudian Allah menerbangkannya. Allah berfirman :

وَسُيِّرَتِ الْجِبَالُ فَكَانَتْ سَرَابًا

“Dan gunung-gunung pun dijalankan sehingga menjadi fatamorgana.” (QS An-Naba’ : 20)

Setelah gunung-gunung tersebut diterbangkan, Allah akan menghancurkan gunung-gunung tersebut sehingga seakan-akan fatamorgana yang tadinya dilihat setelah itu menjadi hilang setelah Allah menghancurkannya. Allah berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang gunung-gunung, maka katakanlah “Tuhanku akan menghancurkannya (pada hari kiamat) sehancur-hancurnya.” (QS Thaha : 105)

Bumi akan rata menjadi lembah yang tidak ada kemiringan padanya. Gunung-gunung pun dihancurkan kemudian akan menjadi seperti debu yang beterbangan. Sebagaimana firman Allah :

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا (5) فَكَانَتْ هَبَاءً مُّنبَثًّا (6)

“Dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya. Maka jadilah ia seperti debu-debu yang beterbangan.” (QS Al-Waqi’ah : 5-6)

Allah juga menggambarkannya dalam ayat yang lain. Allah berfirman:

وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ

“Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.” (QS Al-Qari’ah : 5)

Seperti inilah kondisi gunung tatkala hari kiamat. Pertama Allah terbangkan, kemudian Allah menghancurkannya seperti debu yang tidak ada bekasnya. Kejadian seperti ini tentu saja akan menimbulkan ketakutan dan kengerian pada hari kiamat kelak ketika manusia menyaksikan bagaimana matahari dilipat, bintang-bintang berjatuhan, dan gunung-gunung diperjalankan kemudian dihancurkan oleh Allah.