Quran Surat at-Takwir

Pendahuluan Surat at-Takwir

Surat At-Takwir adalah salah satu surat yang menggambarkan tentang dahsyatnya hari kiamat. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi Nabi bersabda :

“Barangsiapa yang ingin merasakan hari kiamat seperti menyaksikannya dengan mata kepala sendiri, hendaklah ia membaca “idza syamsu kuwirat, idza syamaaunfatarat, dan idza syamaaunsyaqat”. (HR At-Tirmidzi)

Ketiga surat ini terdapat di dalam Al Quran pada Juz ‘Amma yang terdapat kemiripan pada isinya yaitu menjelaskan tentang dahsyatnya hari kiamat, tentang bagaimana perubahan kondisi alam semesta sebagai pertanda akan munculnya hari akhirat, hari yang abadi yang tiada penghujungnya.

Di awal surat At-Takwir, Allah bersumpah dengan 12 sumpah berturut-turut tentang kejadian-kejadian hari kiamat yang sangat dahsyat untuk menekankan dan menegaskan bahwasanya pada hari tersebut setiap jiwa mengetahui apa yang telah dia kerjakan selama di dunia sebagaimana bunyi ayat setelahnya setelah Allah bersumpah di ayat-ayat sebelumnya.

Quran Surat at-Takwir

1. إِذَا ٱلشَّمْسُ كُوِّرَتْ

iżasy-syamsu kuwwirat
1. Apabila matahari digulung,

2. وَإِذَا ٱلنُّجُومُ ٱنكَدَرَتْ

wa iżan-nujụmungkadarat
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

3. وَإِذَا ٱلْجِبَالُ سُيِّرَتْ

wa iżal-jibālu suyyirat
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

4. وَإِذَا ٱلْعِشَارُ عُطِّلَتْ

wa iżal-‘isyāru ‘uṭṭilat
4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak diperdulikan)

5. وَإِذَا ٱلْوُحُوشُ حُشِرَتْ

wa iżal-wuḥụsyu ḥusyirat
5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

6. وَإِذَا ٱلْبِحَارُ سُجِّرَتْ

wa iżal-biḥāru sujjirat
6. dan apabila lautan dijadikan meluap

7. وَإِذَا ٱلنُّفُوسُ زُوِّجَتْ

wa iżan-nufụsu zuwwijat
7. dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh)

8. وَإِذَا ٱلْمَوْءُۥدَةُ سُئِلَتْ

wa iżal-mau`ụdatu su`ilat
8. dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

9. بِأَىِّ ذَنۢبٍ قُتِلَتْ

bi`ayyi żambing qutilat
9. karena dosa apakah dia dibunuh,

10. وَإِذَا ٱلصُّحُفُ نُشِرَتْ

wa iżaṣ-ṣuḥufu nusyirat
10. dan apabila catatan-catatan (amal perbuatan manusia) dibuka.

11. وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ كُشِطَتْ

wa iżas-samā`u kusyiṭat
11. dan apabila langit dilenyapkan,

12. وَإِذَا ٱلْجَحِيمُ سُعِّرَتْ

wa iżal-jaḥīmu su”irat
12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan,

13. وَإِذَا ٱلْجَنَّةُ أُزْلِفَتْ

wa iżal-jannatu uzlifat
13. dan apabila surga didekatkan,

14. عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّآ أَحْضَرَتْ

‘alimat nafsum mā aḥḍarat
14. maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya.

15. فَلَآ أُقْسِمُ بِٱلْخُنَّسِ

fa lā uqsimu bil-khunnas
15. Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang,

16. ٱلْجَوَارِ ٱلْكُنَّسِ

al-jawāril-kunnas
16. yang beredar dan terbenam.

17. وَٱلَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ

wal-laili iżā ‘as’as
17. demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya,

18. وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ

waṣ-ṣub-ḥi iżā tanaffas
18. dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing,

19. إِنَّهُۥ لَقَوْلُ رَسُولٍ كَرِيمٍ

innahụ laqaulu rasụling karīm
19. sesungguhnya Al Quran itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),

20. ذِى قُوَّةٍ عِندَ ذِى ٱلْعَرْشِ مَكِينٍ

żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn
20. yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy,

21. مُّطَاعٍ ثَمَّ أَمِينٍ

muṭā’in ṡamma amīn
21. yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya.

22. وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ

wa mā ṣāḥibukum bimajnụn
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila.

23. وَلَقَدْ رَءَاهُ بِٱلْأُفُقِ ٱلْمُبِينِ

wa laqad ra`āhu bil-ufuqil-mubīn
23. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang.

24. وَمَا هُوَ عَلَى ٱلْغَيْبِ بِضَنِينٍ

wa mā huwa ‘alal-gaibi biḍanīn
24. Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib.

25. وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطَٰنٍ رَّجِيمٍ

wa mā huwa biqauli syaiṭānir rajīm
25. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,

26. فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ

fa aina taż-habụn
26. maka ke manakah kamu akan pergi?

27. إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ

in huwa illā żikrul lil-‘ālamīn
27. Al Quran itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam,

28. لِمَن شَآءَ مِنكُمْ أَن يَسْتَقِيمَ

liman syā`a mingkum ay yastaqīm
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus.

29. وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

wa mā tasyā`ụna illā ay yasyā`allāhu rabbul-‘ālamīn
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.