Tafsir Surat Al-Infithar Ayat-18

18. ثُمَّ مَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ

ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn
18. Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

Tafsir:

Allah mengulang-ulang pertanyaan ini untuk menunjukkan dahsyatnya hari kiamat. Sebagaimana dalam surat Al-Qari’ah, Allah juga mengulang-ulang pertanyaan dengan model yang serupa. Allah berfirman:

الْقَارِعَةُ (1) مَا الْقَارِعَةُ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (3)

(1) Hari kiamat ; (2) Apakah hari kiamat itu? ; (3) Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu? (QS Al-Qari’ah : 1-3)

Pertanyaan diulang-ulang untuk menunjukkan dahsyatnya hari tersebut.

Dalam ayat ini Allah ingin menyampaikan apa itu hari pembalasan. Hari dimana akan dibalaskan segala apa yang pernah kita lakukan, bahkan sekecil apapun akan ada balasannya. Rasulullah bersabda :

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

“Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu dengan wajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722)

Allah juga berfirman:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)

(7) Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya ; (8) Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. (QS Az-Zalzalah : 7-8)