Hukum Zakat yang Nishabnya Berkurang Sebelum Haul

Nisab yang berkurang di pertengahan haul

Zakat wajib dibayarkan jika harta tersebut telah mencapai nisab dan harta tersebut bertahan (tidak berkurang) dari nishob pada saat tiba haul seluruhnya (hingga setahun hijriah). Jika belum tiba haul, ternyata hartanya berkurang dari ukuran nisab, maka  tidak diwajibkan zakat.

Dengan demikian jika harta yang telah mencapai nisab berkurang di pertengahan haul maka perhitungan haulnya terhenti dan dimulai kembali jika telah mencapai nisab kembali. Imam an-Nawawi rahimahullah berkata,

مَذْهَبُنَا وَمَذْهَبُ مَالِكٍ وَأَحْمَدَ وَالْجُمْهُورِ أَنَّهُ يُشْتَرَطُ فِي الْمَالِ الَّذِي تَجِبُ الزَّكَاةُ فِي عَيْنِهِ وَيُعْتَبَرُ فِيهِ الْحَوْلُ كَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْمَاشِيَةِ وُجُودُ النِّصَابِ فِي جَمِيعِ الْحَوْلِ ، فَإِنْ نَقَصَ النِّصَابُ فِي لَحْظَةٍ مِنْ الْحَوْلِ انْقَطَعَ الْحَوْلُ , فَإِنْ كَمُلَ بَعْدَ ذَلِكَ اُسْتُؤْنِفَ الْحَوْلُ مِنْ حِينِ يَكْمُلُ النِّصَابُ

“Mazhab kami, Malik, Ahmad, dan mayoritas ulama adalah disyaratkan haul dan mencapai  nisab di seluruh haulnya pada zat harta yang diwajibkan zakat seperti emas, perak, hewan ternak. Jika nisabnya berkurang sesaat di pertengahan haul maka haulnya terputus. Jika nisabnya kembali sempurna setelahnya maka haulnya dimulai ulang dari ketika nisabnya sempurna.” ([1])

Al-Buhuti berkata :

وَمَتَى نَقَصَ النِّصَابُ فِي بَعْضِ الْحَوْلِ انْقَطَعَ ؛ لِأَنَّ وُجُودَ النِّصَابِ فِي جَمِيعِ الْحَوْلِ شَرْطٌ لِلْوُجُوبِ

“Kapan saja harta berkurang dari nisab pada sebagian waktu dari haul maka haul terputus, karena bertahannya nisab pada setahun penuh (haul) adalah syarat wajibnya membayar zakat” ([2])

footnote:

______

([1]) Al-Majmu (5/506).

([2]) Kassyaaful Qinaa’ 2/179