Baca Subhanallahi wa Bihamdih 100 Kali – Hadis 6

Hadits 6
Baca سُبْحَانَ اَللَّهِ وَبِحَمْدِهِ

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اَللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ اَلْبَحْرِ.  مُتَّفَقٌ عَلَيْه

“Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda: “Barangsiapa membaca (artinya = Maha suci Allah dan aku memuji-Nya) seratus kali dihapuslah segala dosanya walaupun laksana buih air laut.”([1])

Sebagaimana kalimat-kalimat zikir yang lain, zikir ini akan didapatkan keutamaannya jika diucapkan dengan penuh penghayatan. Kita menghayati bahwa Maha Suci Allah ﷻ dari segala kekurangan, dari segala aib, dari persangkaan orang-orang Ateis, dari segala persangkaan orang-orang musyrikin, dari kesyirikan yang dilakukan oleh para penyembah beberharapala, para penyembah jin, para penyembah Nabi. Kemudian kita juga menghayati segala pujian bagi Allah ﷻ atas segala nikmat-Nya, pujian dalam nama-nama dan sifat-Nya, dalam seluruh ketetapan-Nya.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa zikir ini dan yang semisal dengannya hanya menghapuskan dosa kecil saja, sebagaimana shalat yang lebih besar kedudukannya hanya menghapuskan dosa kecil. Nabi bersabda,

الصَّلاَةُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

Di antara shalat lima waktu, di antara Jumat yang satu dan Jumat berikutnya adalah penghapus dosa di antara semua itu selama tidak dilakukan dosa besar.([2])

Sebagian ulama yang lain menjelaskan bahwa keutamaan ini tidak perlu dirinci sebagaimana Nabi juga menjelaskannya tanpa terperinci. Hanya saja yang kita nasehatkan kepada pelaku dosa besar untuk bertaubat darinya secara khusus.

Inilah kebaikan Allah ﷻ yang sangat nyata, walaupun zikir ini sangat mudah diucapkan di lisan tetapi keutamaanya bisa menghapuskan dosa sebanyak buih di lautan. Buih di lautan itu sangat banyak, tak ada yang mampu menghitungnya. Andai ada orang yang dosanya sebanyak buih di lautan lalu berzikir dengan kalimat ini dengan penuh penghayatan maka Allah ﷻ pun akan mengampuninya.

Oleh karena itu, hendaknya setiap kita mengupayakan paling tidak dalam sehari semalam untuk membaca zikir ini kapan pun kita mengingatnya. Bisa kita baca di pagi hari, di siang hari, di sore hari, atau di malam hari menjelang tidur, kapan pun itu. Bahkan sebagian ulama menyarankan agar membacanya di malam hari menjelang tidur setelah sepanjang hari beraktivitas, karena boleh jadi kita menghabiskan hari kita dengan banyak dosa yang kita sadari maupun tidak kita sadari. Sehingga dengan zikir tersebut dosa-dosa sepanjang hari kita diampuni.

Footnote:

______

([1]) HR. Bukhari no. 6045 dan Muslim no. 2691.

([2]) HR. Muslim no. 233.