Majelis Ilmu dan Dzikir Akan Dikelilingi Malaikat – Hadis 3

Hadits 3
Majelis Ilmu dan Dzikir Akan Dikelilingi Malaikat

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا يَذْكُرُونَ اَللَّهَ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم ٌ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda: “Suatu kaum tidak duduk dalam suatu tempat untuk berzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat dan diliputi rahmat dan Allah menyebut mereka termasuk orang-orang yang ada di dekat-Nya.”([1])

قَوْمٌ yaitu sekelompok orang yang mencakup tiga orang atau lebih

مَجْلِسًا di sini tidak harus di masjid walaupun tentu di masjid yang paling afdhol, sehingga mencakup di tempat selain masjid selama majelis tersebut ditujukan untuk berzikir kepada Allah ﷻ.

Lantas zikir seperti apa yang dimaksudkan? Dikatakan oleh para ulama, mencakup semua jenis zikir. Di antaranya berzikir dengan lisan seperti beristighfar, bertasbih, zikir dengan kalimat laa ilaha illallah. Termasuk pula membaca Al-Quran dan inilah zikir yang terbaik, bershalawat, dan menuntut ilmu agama. Karena ahli ilmu adalah ahli zikir, sebagaimana Allah ﷻ berfirman,

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”([2])

Yaitu para ulama yang mengetahui perkara syariat. Ini menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari oleh para ulama dan penuntut ilmu adalah bentuk zikir kepada Allah ﷻ.

Namun zikir di sini bukanlah seperti yang dimaksudkan oleh kaum Sufiyyah yang ketika dia berzikir bisa membuatnya seperti orang kehilangan kesadaran, lompat-lompat, berjoget. Zikir semacam ini tidaklah diajarkan oleh Nabi dan tidak pula dipraktikkan oleh para sahabatnya. Seandainya datang dari Nabi niscaya amalan semacam ini akan dipraktikkan oleh Nabi dan para sahabatnya, tetapi tidak ada satu pun riwayat yang menceritakan akan hal tersebut.

Kemudian disebutkan oleh Nabi bahwa mereka yang bermajelis berzikir kepada Allah ﷻ akan mendapatkan keutamaan diliputi oleh malaikat. Ini juga dalil bahwa menuntut ilmu adalah bentuk zikir kepada Allah ﷻ, sebagaimana keutamaan serupa yang disebutkan dalam sebuah hadits yang masyhur,

وَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ

“Sesungguhnya malaikat meletakkan sayapnya sebagai tanda ridha pada penuntut ilmu.”([3])

Oleh karena itu, hendaknya para penuntut ilmu menghadirkan di dalam hatinya bahwa aktivitas yang dia jalani adalah ibadah yang agung, salah satu bentuk zikir kepada Allah ﷻ. mendengarkan pelajaran dengan seksama, mencatat apa yang disampaikan oleh gurunya, semua itu akan diganjar pahala di sisi Allah ﷻ, ditambah para malaikat akan meliputi mereka.

Kemudian Nabi juga menyebutkan keutamaan orang yang bermajelis zikir yaitu akan dinaungi rahmat Allah ﷻ dan disebut-sebut di hadapan para malaikat di sisi Allah ﷻ.

Footnote:

_________

([1]) HR. Muslim no. 2699.

([2]) QS. An-Nahl : 43

([3]) HR. Abu Daud no. 3641 dan Ibnu Majah no. 223. Disahihkan oleh Al-Albani dalam ta’liqnya.