Yesus Adalah Manusia, Bukan Tuhan Atau Anak Tuhan

Yesus Adalah Manusia, Bukan Tuhan Atau Anak Tuhan

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

Kenyataan yang tidak mungkin dan mustahil untuk diingkari oleh kaum Kristen bahwasanya al-Kitab menunjukan bahwa yesus adalah manusia. Jika ia manusia maka ia bukanlah tuhan, karena manusia memliki sifat-sifat kemanusiaan yang bertentangan dengan sifat-sifat ketuhanan. Kedua sifat yang bertentangan dan kontradiktif ini tidak mungkin untuk digabungkan dan diselaraskan. Keyakinan trinitas kaum Kristen menunjukan bahwa Yesus adalah “Seorang Tuhan”, dan “Seorang Tuhan” adalah sesuatu yang mustahil untuk digambarkan, dan tidak mungkin untuk dijelaskan dengan analogi apapun.

Diantara sifat-sifat kemanusiaan Yesus dalam al-Kitab :

Pertama : Yesus Makan dan Minum

Sebagaimana manusia yang lainnya Yesus juga tunduk kepada kebutuhan dan hajat-hajatnya sebagai manusia. Ia membutuhkan makan dan minum. Dan tentunya setelah makan dan minum maka ia butuh untuk buang air.

Dalam Al-Qur’an :

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (٧٥)

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, Kedua-duanya biasa memakan makanan. perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).” (QS Al-Maaidah : 75)

Yesus sebagaimana saudara-saudaranya yang lain dari kalangan para nabi, mereka semua keturunan Nabi Adam, dan dilahirkan dari perut seorang wanita, mereka manusia dan butuh makanan.

وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الأسْوَاقِ

“Dan Kami tidak mengutus Rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar” (QS Al-Furqon : 20).

Al-Kitab menyatakan kebutuhan Yesus terhadap makanan dan minuman. Dalam injil Matius (21 : 18-19 dibawah sub judul : Yesus mengutuk pohon ara) : ((Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapati apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!”. Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu))

Perhatikanlah bukti kemanusiaan Yesus :

– Yesus lapar, yang seharusnya tuhan tidak akan lapar

– Yesus mau makan buah, sehingga mencari pohon ara. Kalau Yesus adalah tuhan seharusnya langsung saja ciptakan buah, atau pohonnya langsung datang menuju Yesus sehingga tidak perlu Yesus yang mendatangi pohon

– Yesus tidak tahu kalau ternyata pohon tersebut tidak ada buahnya, dan yang ada hanyalah dedaunan. Kalau Yesus adalah tuhan maka ia pasti sudah tahu bahwa pohon tersebut tidak ada buahnya, dan ia akan menuju pohon yang lain yang ada buahnya

– Kemarahan Yesus sehingga mengutuk pohon ara menunjukkan tidak adanya sifat “kasih” tuhan terhadap pohon yang bukanlah makhluk berakal, dan ia tidak bersalah sama sekali. Karena yang menentukan atau menjadikan ia berbuah semata-mata hanyalah Tuhan (Allah). Kalau Yesus marah lantas mengutuk pohon tersebut sehingga menjadi kering ini menunjukkan seharusnya Yesus marah sama Tuhan yang menjadikan pohon itu tidak berbuaah. Pohon ara tersebut tidak punya pilihan untuk berbuah atau tidak, ia hanya menunggu keputusan Tuhan. Lantas jika Yesus adalah tuhan seharusnya ia menyalahkan dirinya sendiri kenapa tidak menciptakan pohon tersebut dalam keadaan berbuah. Ini berarti tuhan menyalahkan tuhan

– Jika pohonnya tidak berbuah, seharusnya Yesus tidak perlu marah dan mengutuk, tapi cukup menciptakan buah pada pohon ara tersebut. Dan ini lebih pas terhadap sifat “kasih” Yesus dibandingkan harus marah-marah.

– Para murid-murid Yesus yang heran tatkala Yesus mengutuk pohon menjadi kering. Hal ini menunjukkan mereka tidak meyakini ketuhanan Yesus. Kalau mereka telah meyakini Yesus sebagai tuhan maka mereka sama sekali tidak akan kaget dengan mukjizat Yesus.

Dalam injil Yohanes (4 : 6-8) : ((Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya : “Berilah Aku minum”)) ini menunjukkan Yesus membutuhkan air untuk minum. Demikian juga pada injil Yohannes (4 : 31-33) : ((Sementara itu murid-muridNya mengajak Dia, katanya : “Rabi, makanlah”. Akan tetapi Ia berkata : “Padaku ada makanan yang tidak kamu kenal”. Maka murid-murid berkata seorang kepada yang lain : “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepadaNya untuk dimakan?”))

Ini menunjukkan bahwa murid-murid Yesus mencari makanan untuk Yesus lalu menghidangkan makanan tersebut untuk Yesus, karena mereka mengetahui bahwasanya Yesus butuh makan sebagaimana nabi-nabi yang lain.

Peringatan :

Sebagian kaum Kristen berdalil dengan kemampuan Yesus berpuasa selama 40 hari tanpa makan dan minum (sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 2), menunjukan bahwa Yesus adalah tuhan. Karena tidak ada manusia biasa yang mampu berpuasa tidak makan dan minum selama 40 hari kecuali yang memiliki nilai ketuhanan.

Bantahan terhadap pernyataan ini dari beberapa sisi :

– Kenyataannya justru nas dalam Matius 4 : 2 tersebut menunjukkan Yesus bukanlah tuhan akan tetapi manusia biasa. Berikut nasnya : ((Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus)). Ternyata setelah berpuasa 40 hari Yesus pun lapar. Jika Yesus tuhan maka tidak akan ditimpa rasa lapar. Bagaimana tuhan bisa lapar, sementara tuhanlah yang memberi rizki dan makanan kepada makhluk-Nya !!

– Ternyata Nabi Musa lebih hebat daripada Yesus. Nabi Musa ‘alaihis salam berpuasa juga selama 40 hari siang dan malam, akan tetapi tidak disebutkan setelah itu Musapun lapar !!. Dalam kitab Ulangan (9 : 9) disebutkan ((Setelah aku (Musa) mendaki gunung untuk menerima loh-loh batu, loh-loh perjanjian yang diikat TUHAN dengan kamu, maka aku tinggal empat puluh hari empat puluh malam lamanya di gunung itu; roti tidak kumakan dan air tidak kuminum)). Akan tetapi kenapa tidak seorang Kristenpun yang menyatakan Musa memiliki ruh ketuhanan !!

– Demikian juga Elia mampu untuk tidak makan dan minum selama 40 hari. Dalam kitab Raja-Raja 1 (19 : 7-8) : ((Tetapi malaikat TUHAN datang kedua kalinya dan menyentuh dia (Elia) serta berkata, “Bangunlah, makanlah !. Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb)). Nas ini menunjukkan Elia kemungkinan lebih hebat dari Yesus, karena Elia setelah makan tidaklah ia berdiam diri, akan tetapi melakukan perjalanan yang melelahkan selama 40 hari naik gunung !!. Berbeda dengan Yesus yang berpuasa akan tetapi tidak melakukan perjalanan berat seperti naik gunung. Akan tetapi tidak seorangpun yang menganggap Elia sebagai tuhan.

Kedua : Yesus Tidur dan Beristirahat

Tentu dampak dari makan dan minum serta pekerjaan dan kegiatan adalah keletihan dan kebutuhan untuk tidur dan istirahat, agar seorang manusia bisa mengembalikan lagi kesegarannya dan kembali melakukan kegiatannya. Kalau seorang manusia tidak istirahat dan tidak tidur maka ia tidak akan mampu menjalankan tugas dan kegiatannya.

Ternyata Yesus sering kali lelah dan letih serta ingin beristirahat. Sebagai contoh :

– Dalam injil Lukas (8 : 23-24) : ((Dan ketika mereka sedang berlayar, Yesus tertidur. Sekonyong-konyong turunlah taufan ke danau, sehingga perahu itu kemasukan air dan mereka dalam bahaya. Maka datanglah murid-muridNya membangunkan Dia, katanya : “Guru, Guru, kita binasa!”. Iapun bangun dan menghardik angin dan air yang mengamuk itu. Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh))

– Hal ini juga sebagaimana termaktub dalam injil Matius (8 : 24) : ((Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditembus gelombang, tetapi Yesus tidur))

– Demikian pula termaktub dalam injil Markus (4 : 38) : ((Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-muridNya membangunkan Dia…))

Perhatikanlah…Yesus tidur sangat terlelap karena begitu letihnya berjalan-jalan keliling untuk berdakwah. Sampai-sampai tatkala Yesus tidur di kapal lalu datang ombak yang begitu besar, bahkan air sampai masuk ke dalam kapal, Yesus masih saja lelap tertidur. Kalau bukan karena murid-muridnya yang membangunkannya tentu Yesus tidak bangun. Ini menunjukkan Yesus hanyalah manusia biasa yang sangat butuh dengan istirahat karena kelelahan dan keletihan yang Ia rasakan.

Ketiga : Yesus Ketakutan

Yesus ketakutan kalau ia sampai ditangkap oleh orang-orang Yahudi yang akan membunuhnya. Sampai-sampai keringatnya bercucuran karena ketakutan, bahkan keringatnya bercucuran seperti tetesan-tetesan darah yang mengalir ke tanah.

Dalam injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))

Tentunya apakah Tuhan ketakutan?? Ini adalah hal yang sangat aneh !!. Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lain yang juga terkadang ketakutan.

Keempat : Yesus sedih dan menangis

Yesus berkali-kali menangis, menangis karena berpisah dari orang-orang yang dicintainya atau karena meninggalnya sahabatnya. Suatu hari datang Maryam dan mengabarkan kepadanya tentang meninggalnya Lazarus, maka Yesuspun gelisah dan sedih hingga akhirnya menangis. Dalam injil Yohanes (11/33-36) : ((Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?”. Jawab mereka : “Tuhan marilah dan lihatlah !”. Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi : “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”))

Diantara nas-nas lain dari injil yang menunjukkan sedih dan menangisnya Yesus adalah :

– Dalam injil Matius (26 : 37-38) : ((Dan Ia (Yesus) Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.))

– Dalam injil Lukas (19 : 41) : ((Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya))

Tentunya tuhan sangat tidak pantas bersedih apalagi menangis. Karena kesedihan dan tangisan menunjukkan kelemahan.

Diantara bukti-bukti dari nas-nas injil bahwa Yesus bukan tuhan akan tetapi manusia sebagaimana nabi-nabi yang lain adalah :

 

Kelima : Yesus sholat dan berdoa

Sungguh injil sarat dengan penyebutan bahwa Yesus sholat dan berdoa. Contohnya :
– Injil Lukas (5 : 16) : ((Akan tetapi Ia (Yesus) mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa))

– Injil Lukas (6 : 12) : ((Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah))

– Injil Matius (26 : 36) : ((Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu ia berkata kepada murid-murid-Nya : “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa“))

– Injil Matius (14 : 23) : ((Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ))
– Injil Markus (1 : 35) : ((Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana))

– Injil Markus (6 : 46) : ((Setelah Ia (Yesus) berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa))
– Injil Lukas (9 : 29) : ((Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya menjadi putih berkilau-kilauan))
– Injil Lukas (11 : 1) : ((Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat))

– Injil Lukas (22 : 41) : ((Kemudia Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelembar batu jaraknya, lalu ia berlutut dan berdoa))

– Injil Lukas (22 : 44) : ((Ia (Yesus) sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh untuk berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah))

Yesus sujud dan berdoa karena ia adalah seorang hamba bukan tuhan yang disembah. Ia berdoa dan beribadah menyembah Allah Tuhan pencipta semesta alam. Jika Yesus adalah tuhan, lantas ia sujud kepada siapa?, ia berdoa kepada siapa??!!. Apakah Yesus menyembah dirinya sendiri??, apakah ia berdoa kepada dirinya sendiri??, ini adalah perkara yang mustahil dan kebodohan yang nyata !!!. Maka jelaslah jika Yesus adalah hamba yang beribadah, sujud, dan berdoa kepada Tuhan Allah.

Perhatikanlah kembali apa yang diungkapkan dalam injil Matius (26 : 39-45) yang menceritakan bagimana kondisi Yesus yang ketakutan tatkala akan ditangkap, sehingga ia berdoa dalam kondisi takut, hingga keringatnya bercucuran ke tanah !!
(((36) Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (37) Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, (38) lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah dengan Aku.” (39) Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (40) Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? (41) Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (42) Lalu Ia pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, kata-Nya: “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” (43) Dan ketika Ia kembali pula, Ia mendapati mereka sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. (44) Ia membiarkan mereka di situ lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya dan mengucapkan doa yang itu juga. (45) Sesudah itu Ia datang kepada murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Tidurlah sekarang dan istirahatlah. Lihat, saatnya sudah tiba, bahwa Anak Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. (46)Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”))

Lihatlah :

– Yesus berdoa berulang-ulang sehingga tiga kali, bahkan Yesus sujud !!. kepada siapakah ia sujud??, apakah sujud kepada dirinya sendiri karena ia adalah Tuhan??. Ini adalah kemustahilan. Yang benar ia sujud kepada Dzat lain, yaitu Tuhannya Yesus yang telah menciptakan Yesus, yang Yesus berharap pertolonganNya tatkala Yesus ketakutan.
– Lihatlah ketakutan Yesus, hingga ia sangat sedih dan gentar. Bahkan Yesus berkata, “Seperti mau mati rasanya”. Apakah tuhan ketakutan??, apakah tuhan sedih?, apakah tuhan merasa mau mati??!!

– Yesus berkata kepada Petrus : “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?”. Apakah tuhan minta untuk dijaga??!

– Dalam setiap doanya Yesus berkata, “Ya Bapa…”. Ini sangat jelas bahwa Yesus sedang berdoa kepada dzat yang lain, yaitu Tuhan Allah. Kalau Allah adalah Yesus maka berarti Yesus sedang menyeru dirinya sendiri ??!!, dan ini adalah merupakan kedunguan !!

– Yesus berkata, “Janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki”. Sangatlah jelas Yesus membedakan kehendaknya dengan kehendak Tuhan. Ini sangat jelas yang menyatakan bahwa Yesus adalah belahan jiwa Tuhan, sehingga semua kehendak Yesus adalah kehendak Tuhan.

Keenam : Yesus dicoba syaitan

Allah telah mengizinkan syaitan untuk menguji hambanya Yesus, untuk diketahui berapa besar keimanan Yesus dan tegarnya iman dan keyakinannya, agar Yesus berhak untuk menerima risalah/wahyu dari langit.
Berikut kisahnya sebagaimana termaktub dalam injil Matius 4 : 1-11:

((Pencobaan di padang gurun

  • Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2)Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3)Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.” (4)Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” (5) Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, (6) lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.” (7) Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” (8) Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, (9) dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” (10) Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!”(11) Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus))

Perhatikanlah dengan baik kisah ini, jika kisah ini benar dan diyakini kebenarannya oleh kaum Kristen maka dalam kisah ini terlalu banyak bukti bahwa Yesus adalah seorang manusia yang beribadah kepada Tuhannya.
Diantara bukti-bukti tersebut :

– Yesus berpuasa??, kalau ia adalah tuhan lantas kepada siapakah Yesus berpuasa?. Puasa adalah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mendekatkan dirinya kepada Tuhan Penciptanya.

– Yesus merasakan lapar setelah berpuasa 40 hari. Apakah pantas tuhan merasa lapar?
– Bagaimana bisa tuhan dibawa (dalam pegangan) syaitan yang terkutuk yang merupakan makhluk ciptaannya??. Sungguh berani dan kurang ajar syaitan tersebut, dan sungguh lemah tuhan tersebut diatur dan dibawa pergi semau syaitan yang merupakan ciptaannya??!!

– Jika Yesus adalah tuhan, kok bisa diuji dan dicoba oleh syaitan??

– Dan bagaimana syaitan bisa berani-beraninya meminta tuhan Yesus untuk sujud kepada syaitan??

– Dalam bantahan-bantahan Yesus kepada syaitan menunjukan bahwa Yesus bukanlah tuhan. Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk melemparkan dirinya dari tempat tinggi untuk membuktikan bahwa Yesus adalah anak Allah, dan Allah akan memerintahkan para malaikat menyelamatkan Yesus, maka Yesus berkata ((Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”)). Ini menunjukan Allah memerintahkan Yesus untuk tidak mencoba Allah tuhannya Yesus.
– Tatkala syaitan menyuruh Yesus untuk sujud kepada syaitan maka Yesus berkata kepada syaitan : ((Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!))

Yesus sama sekali tidak pernah meminta kepada murid-muridnya dan para pengikutnya untuk sujud kepadanya atau meminta berdoa kepadanya. Bahkan sebaliknya Yesus mencontohkan kepada mereka untuk sujud dan berdoa kepada Allah Tuhan yang sesungguhnya yang maha esa.

Pernyataan-Pernyataan Yesus Yang Menunjukkan Ia Adalah Manusia

Pertama : Yesus Menyebut Dirinya Sebagai Guru

Dalam Injil Matius edisi bahasa Indonesia (23 : 7-10) : ((Mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi, karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebutkan siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias)). Al-kitab versi Indonesia yang saya jadikan patokan adalah terbitan “Lembaga Al-Kitab Indonesia, Jakarta 2006, yang dikutip dari ALKITAB terjemahan baru (TB) LAI 1974

Ternyata terjemahan injil dalam bahasa Indonesia kurang pas dengan injil dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab.

Kalimat (Rabimu) dan (pemimpin) dalam injil edisi bahasa Inggris diterjemahkan dengan “your Master” (gurumu). Sebagaimana berikut :

{23:7} And greetings in the markets, and to be called of men, Rabbi, Rabbi. {23:8} But be not ye called Rabbi: for one is your Master, [even] Christ; and all ye are brethren. {23:9} And call no [man] your father upon the earth: for one is your Father, which is in heaven. {23:10} Neither be ye called masters: for one is your Master, [even] Christ. (The King James Version of The Holy Bible, hal 572)

Demikian juga ternyata terjemahan inggris sesuai dengan al-kitab dalam versi Arab, yang diterjemahkan dengan kata مُعَلِّمَكُمْ (gurumu):

وَالتَّحِيَّاتِ فِي الأَسْوَاقِ، وَأَنْ يَدْعُوَهُمُ النَّاسُ: سَيِّدِي سَيِّدِي، وَأَمَّا أَنْتُمْ فَلاَ تُدْعَوْا سَيِّدِي، لأَنَّ مُعَلِّمَكُمْ وَاحِدٌ الْمَسِيحُ، وَأَنْتُمْ جَمِيعًا إِخْوَةٌ، وَلاَ تَدْعُوا لَكُمْ أَبًا عَلَى الأَرْضِ، لأَنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ الَّذِي فِي السَّمَاوَاتِ، وَلاَ تُدْعَوْا مُعَلِّمِينَ، لأَنَّ مُعَلِّمَكُمْ وَاحِدٌ الْمَسِيحُ

Dalam terjemahan inggris dan Arab sangat jelas bahwa Yesus menamakan dirinya sebagai “Guru”. Yesus tidak menamakan dirinya sebagai Tuhan.

Terjemahan Injil versi bahasa Arab dan Inggris sebagai berikut : ((Dan adapun kalian maka janganlah kalian dipanggil dengan tuanku, karena guru kalian satu yatu Al-Masih, dan kalian seluruhnya adalah bersaudara. Dan jangan kalian memanggil siapapun di atas muka bumi ini “bapa”, karena “Bapa” kalian hanya satu yang ada di langit/surga. Dan janganlah kalian dipanggil “para guru”, karena guru kalian satu yaitu Al-Masih))

Sangat jelas dalam nas injil ini bahwa :

– Yesus membedakan antara dirinya dengan Bapa, dirinya sebagai guru, dan Bapa yang di langit sebagai tuhan dan esa. Jadi sangat jelas bahwa tugas Yesus adalah sebagai guru, dan ini sebagaimana tugas para nabi yang lainnya. Allah berfirman tentang Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam :

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

“Sebagaimana (kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui” (QS Al-Baqoroh : 151)

– Yesus juga melarang murid-muridnya untuk memanggil siapapun di atas muka bumi ini dengan panggilan “Bapa”. Karena yang hanya berhak untuk dipanggil sebagai “Bapa” adalah Allah yang ada di surga. Ini sangat jelas adalah pentauhidan Allah, dan Yesus tidak berhak untuk dipanggil sebagai “Bapa”.

Hal ini didukung dengan banyaknya nas dalam injil yang menyebutkan bahwa murid-murid Yesus memanggil Yesus dengan “guru”. Diantaranya :

– Matius versi Indonesia (19 : 16) : ((Ada seseorang datang kepada Yesus, dan berkata : “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?. Jawab Yesus : “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jika engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah))

Ternyata versi inggris dan versi Arab berbeda, dalam versi Indonesia ada kata-kata penting yang terhapus.

Berikut versi Inggris dan Arab

(({19:16} And, behold, one came and said unto him, Good Master, what good thing shall I do, that I may have eternal life? {19:17} And he said unto him, Why callest thou me good? [there is] none good but one, [that is,] God: but if thou wilt enter into life, keep the commandments.))

وإذا واحد تقدم وقال له “أيها المعلم الصالح، أي صلاح أعمل لتكون لي الحياة الأبدية؟”، فقال له “لماذا تدعوني صالحا ليس أحد صالحا إلا واحد وهو الله. ولكن إن أردت تدخل الحياة فاحفظ الوصايا

Artinya : ((Dan ada seseorang datang dan berkata kepada Yesus : “Wahai Guru yang baik, kebaikan apakah yang aku kerjakan agar aku mendapatkan kehidupan yang abadi?”. Maka Yesus berkata kepadanya : “Kenapa engkau memanggilku dengan “baik”, tidak seorangpun yang baik kecuali satu, dialah Allah. Akan tetapi jika engkau ingin masuk dalam kehidupan maka jagalah washiat-washiat))

Bandingkanlah antara terjemahan versi Indonesia yang telah menghilangkan kalimat yang ditebalkan dan digaris bawahi. Padahal dalam versi Inggris dan Arab ada perkataan Yesus (([there is] none good but one, [that is,] God/لَيْسَ أَحَدٌ صَالِحًا إِلاَّ وَاحِدٌ وَهُوَ اللهُ/Tidak seorangpun yang baik kecuali satu, dialah Tuhan/Allah))

– Markus (9 : 38) : ((Kata Yohanes kepada Yesus : “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu karena ia bukan pengikut kita”))

– Markus (10 : 35) : ((Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya : “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan Kami”))

– Lukas (5 : 5) : ((Simon menjawab : “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga”))

– Lukas (17 : 12-13) : ((Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak : “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”))

Kedua : Yesus Menyatakan Bahwa Ia Adalah Utusan/Rasul

Ada nas-nas dalam injil-injil yang menunjukkan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan Allah. Dan yang mengutus tentunya bukan yang diutus, sebagaimana hal jelas diketahui.

– Yohanes (13 : 20) : ((Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus aku))

Pernyataan Yesus ini menunjukkan beliau adalah rasul/utusan Allah, maka mentaatinya sama dengan mentaati Allah yang mengutusnya. Dan ini sama dengan firman Allah

مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ

“Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, Sesungguhnya ia telah mentaati Allah.” (QS An-Nisaa : 80)

– Matius (15 : 24) : ((Jawab Yesus : “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israil)). Ini menunjukkan pengakuan Yesus bahwasanya beliau adalah seorang utusan. Kalau seandainya ia adalah tuhan maka bagaimana ia diutus??. Nas ini juga merupakan dalil bahwasanya risalah Yesus hanya khusus untuk Bani Israil

– Yohanes (3 : 34) : ((Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas))

– Yohanes (5 : 30) : Yesus berkata ((Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menurut kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku))

– Yohanes (5 : 37) : ((Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku))

– Yohanes (11 : 41-42) : Tatkala Yesus melakukan salah satu mukjizat menghidupkan orang mati maka : ((Yesus menengadah ke atas dan berkata: “Bapa, Aku mengucapkan syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku“)). Sangat jelas Yesus bersyukur kepada Allah karena telah memberikannya kemampuan untuk melakukan mukjizat tersebut, karena kalau tidak ada bantuan Allah maka ia hanyalah manusia biasa yang tidak bisa melakukan mukjizat apapun. Ia melakukan mukjizat ini (menghidupkan orang mati) agar kaumnya mau percaya bahwa ia diutus oleh Allah. Dan inilah faedah mukjizat-mukjizat yang berlaku pada para rasul Allah yang lainnya.

Ketiga : Yesus Menyatakan Bahwa Ia Manusia Dan Anak Manusia

Lebih dari 70 nas-nas dalam injil yang menunjukan Yesus adalah manusia dan juga anak manusia. Diantara nas-nas tersebut :

– Matius (8 : 20) : ((Yesus berkata kepadanya : “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya))

– Matius (11 : 19) : ((Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum))

– Markus (9 : 12) : ((Jawab Yesus : “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan?))

– Yohanes (1 : 51) : ((Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia))

Dan nas-nas di atas sangat tegas dan jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah Manusia dan anak seorang manusia. Ia adalah seorang rasul, ia tidak menyampaikan kepada murid-muridnya kecuali kebenaran sebagaimana yang ia dengar dari Tuhannya Allah.

Keempat : Yesus Berteriak Memanggil Bapa

Perkataan terakhir yang diucapkan oleh Yesus tatkala ia disalib –sebagaimana persangkaan kaum Kristen- menunjukkan akan kelemahannya dan ketidak mampuannya serta menunjukkan penghambaannya kepada Allah. Dalam injil Matius (27 : 46) : ((Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: “Eli, Eli, lama sabkhtani?” Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?))

Ini adalah ucapan terakhir Yesus sebelum wafatnya beliau –jika benar- maka menunjukkan akan keterpisahan yang sempurna antara Yang Meninggalkan dengan Yang Ditinggalkan. Dan tentunya semua orang yang berakal tahu bahwa yang meninggalkan bukanlah yang ditinggalkan.

Jika Yesus adalah Allah dalam dzat yang satu, kalau begitu siapakah yang diajak berbicara oleh Yesus dalam teriakan suaranya yang nyaring tersebut??, siapakah yang telah meninggalkan Yesus??. Apakah Yesus berteriak-teriak berbicara dengan dirinya sendiri, dan menganggap dirinya telah meninggalkan dirinya sendiri??, tentu ini adalah kegilaan tanpa diragukan lagi !!

Dalam injil Lukas (23 : 46) : ((Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku”. Dan sesudah berkata demikian Ia menyerahkan Nyawa-Nya))

Ini adalah bentuk pengakuan yang jelas dari Yesus bahwasanya ia hanyalah seorang manusia dan makhluk ciptaan yang menyerhakan ruhnya kepada Allah. Bagaimana bisa dikatakan ia adalah tuhan??!!