Quran Surat An-Naas Ayat-6

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Latin : mina l-jinnati wa-n-nāsi

Arti : “Dari (golongan) jin dan manusia”

Tafsir Quran Surat An-Naas Ayat-6

Ada dua tafsiran dikalangan para ulama tentang yang dimaksudkan dengan jin dan manusia pada ayat ini.

Tafsiran pertama, kata jin dan manusia tersebut kembali kepada pembisik-pembisik yaitu para penggoda (yang tersebut pada ayat keempat), bahwasanya yang membisik-bisik ada dari golongan jin dan ada pula dari golongan manusia. Manusia berbicara langsung, sedangkan jin masuk ke dalam dada kadang tanpa disadari.

Karena syaitan bisa dari kalangan jin dan manusia. Allah berfirman :

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا

Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). (QS Al-An’aam : 112)

Tafsiran kedua, kata jin dan manusia tersebut kembali kepada yang dibisikkan (yang digoda) sebagaimana pada ayat kelima. Namun pada ayat kelima tersebut yang disebutkan hanya manusia yang digoda karena kebanyakan yang digoda adalah manusia, tetapi yang dimaksudkan adalah keduanya karena jin dan manusia sama-sama mendapat beban syariat. Sebagaimana manusia dibisikkan oleh manusia yang buruk, maka jin yang baik juga di bisikkan/digoda oleh jin yang buruk, itulah syaithan.

Ini juga menjelaskan perbedaan antara Iblis, syaitan, dan jin.

Jin lebih umum mencakup Iblis, jin yang baik, dan jin yang jahat. Hanya Iblislah yang diberi umur panjang oleh Allah untuk menggoda manusia, tidak mati hingga hari kiamat. Adapun jin yang lain tidaklah demikian. Adapun syaitan maka itu adalah sifat yang buruk, jin yang buruk disebut syaitan, dan demikian juga manusia yang buruk juga disebut syaitan.