Hukum Berdoa Dengan Bahasa Indonesia Setelah Shalat

Apa hukumnya berdoa dalam shalat dengan bahasa Indonesia (selain bahasa arab)?

Ada beberapa tempat di dalam shalat yang dianjurkan seseorang berdoa di dalamnya, diantaranya adalah ketika sujud dan sebelum salam.

Dan bolehnya berdoa ketika sujud maka hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

«أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ»

“Posisi paling dekat antara hamba dengan Rabbnya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah kalian berdoa.” ([1])

Dan adapun bolehnya berdoa sebelum salam, hal ini berdasarkan Hadits Abdullah bin Mas’ud

ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ

“Kemudian ia memilih berdoa dengan apa yang ia hendaki.” ([2])

Dan juga dalam riwayat lain:

ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ، فَيَدْعُو

“Kemudian ia memilih dari doa yang ia sukai, kemudian ia berdoa dengannya.” ([3])

Dapatkan Informasi Seputar Shalat di Daftar Isi Panduan Tata Cara Sholat Lengkap Karya Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

_______________________

([1]) HR. Muslim No. 4820

([2]) HR. Muslim no. 402

([3]) HR. Bukhori no. 835