Mengenal Neraka Bag.1

NERAKA

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

Pembahasan mengenai kedahsyatan neraka dan apa saja yang terjadi di neraka jahanam merupakan pembahasan yang sangat penting untuk dikaji. Sebagaimana kita ketahui bahwasanya ujian dalam kehidupan dunia amat sangat banyak. Banyak sekali perkara-perkara yang dibungkus dengan syahwat sehingga menyeret anak adam untuk masuk ke dalam kubangan kemaksiatan, sehingga pada akhirnya menjerumuskannya ke dalam neraka jahanam.

Terlebih lagi neraka jahanam sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi ﷺ,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi dengan syahwat”([1])

Seseorang yang dimasukkan ke dalam neraka jahanam adalah mereka yang bermudah-mudahan dalam melampiaskan syahwatnya. Apalagi di zaman sekarang dengan tersebarnya akses yang memudahkan seseorang untuk terjerumus dalam hal-hal tersebut.

Dalam Hadist yang lain Rasulullah ﷺ juga bersabda,

لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ، أَرْسَلَ جبرائيل إِلَى الْجَنَّةِ، فَقَالَ: اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا، فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعَدَّ اللَّهُ لِأَهْلِهَا فِيهَا، فَرَجَعَ فَقَالَ: وَعِزَّتِكَ، لَا يَسْمَعُ بِهَا أَحَدٌ إِلَّا دَخَلَهَا، فَأَمَرَ بِالْجَنَّةِ، فَحُفَّتْ بِالْمَكَارِهِ، فَقَالَ: ارْجِعْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا، قَالَ: فَنَظَرَ إِلَيْهَا، ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: وَعِزَّتِكَ، لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَدْخُلَهَا أَحَدٌ، قَالَ: ثُمَّ أَرْسَلَهُ إِلَى النَّارِ، قَالَ: اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَيْهَا وَإِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا، قَالَ: فَنَظَرَ إِلَيْهَا، فَإِذَا هِيَ يَرْكَبُ  بَعْضُهَا بَعْضًا، ثُمَّ رَجَعَ فَقَالَ: وَعِزَّتِكَ، لَا يَدْخُلُهَا أَحَدٌ سَمِعَ بِهَا، فَأَمَرَ بِهَا فَحُفَّتْ بِالشَّهَوَاتِ، ثُمَّ قَالَ: اذْهَبْ فَانْظُرْ إِلَى مَا أَعْدَدْتُ لِأَهْلِهَا فِيهَا، فَذَهَبَ فَنَظَرَ إِلَيْهَا، فَرَجَعَ فَقَالَ: وَعِزَّتِكَ، لَقَدْ خَشِيتُ أَنْ لَا يَنْجُوَ مِنْهَا أَحَدٌ إلا دخلها

“Ketika Allah telah selesai menciptakan surga dan neraka, Allah berfirman kepada Malaikat Jibril, “Pergilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya di sana!”

Malaikat Jibril segera pergi untuk melihat surga dan apa saja yang telah Allah siapkan untuk para penghuninya, dan beberapa waktu kemudian ia datang menghadap kepada Allah dan berkata, “Ya Allah, demi segala keagungan-Mu, tidak seorang pun yang pernah mendengar tentang surga tersebut, kecuali ia sangat ingin memasukinya!”

Kemudian Allah memerintahkan agar surga diliputi dengan hal-hal yang tidak disukai. Setelah semua itu selesai, Allah kembali memerintahkan Malaikat Jibril untuk melihat keadaan surga seraya berfirman, “Pergilah ke surga, dan lihatlah apa yang telah Aku persiapkan untuk penghuninya di sana!”

Ketika kembali ke hadapan Allah, ia berkata, “Demi segala keagungan-Mu, ya Allah, aku khawatir tidak seorang pun yang akan mampu untuk memasukinya.”

Setelah itu Allah berfirman lagi kepada Malaikat Jibril, “Pergilah ke neraka, dan lihatlah apa yang telah Aku persiapkan untuk para penghuninya di sana!”

Malaikat Jibril memenuhi perintah tersebut, dan ternyata ia melihat api neraka itu saling menerkam sebagian atas sebagian lainnya. Kemudian ia kembali menghadap kepada Allah dan berkata, “Ya Allah, demi segala keagungan-Mu, tidak seorang pun yang pernah mendengar tentangnya, kecuali ia sangat ingin lari dari neraka tersebut.”

Kemudian Allah memerintahkan agar neraka tersebut diliputi dengan hal-hal yang disukai oleh nafsu syahwat. Setelah semua itu selesai, Allah memerintahkan Malaikat Jibril kembali mengunjungi neraka. Ketika kembali ke hadapan Allah, ia berkata, “Demi segala keagungan-Mu, ya Allah, aku khawatir tidak ada seorang pun yang akan luput dari padanya, dan mereka akan memasukinya.”([2])

Dari sini kita tahu bahwasanya syahwat begitu dahsyat. Kita lihat di zaman ini seseorang memuaskan syahwat mereka sepuas-puasnya. Didukung dengan adanya internet dan media sosial sehingga seseorang bisa melihat apa yang ia kehendaki dan berkomunikasi dengan siapa saja yang ia kehendaki.

Inilah kenapa pembahasan tentang neraka jahanam sangat penting, yaitu agar mengingatkan kita semua bahwasanya kehidupan dunia ini hanyalah sementara. Ada kehidupan selanjutnya yang abadi dan hanya ada dua kelompok,

فَرِيْقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيْقٌ فِي السَّعِيْرِ

“Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka” (QS. Asy-Syura : 7)

Semoga Allah memasukkan kita ke dalam surga dan menjauhkan kita dari panasnya neraka Jahannam. Sungguh orang yang diselamatkan dari neraka dan dimasukkan kedalam surga adalah orang yang telah menang. Sebagaimana dalam firman-Nya,

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali Imran : 185)

 

Fakta Seputar Neraka

  1. Neraka sudah diciptakan dan sudah ada (النَّارُ مَخْلُوْقَةٌ مَوْجُوْدَةٌ)

Akidah Ahlussunnah meyakini النار مخلوقة موجودة bahwasanya neraka sudah diciptakan dan sudah ada. Tidak seperti perkataan sebagian Ahlul bid’ah yang mengatakan bahwa neraka dan surga belum ada.

Adapun dalil bahwa neraka sudah ada sangatlah banyak. Di antara dalil yang paling jelas adalah hadist yang sudah disebutkan sebelumnya. Yaitu sabda Nabi ﷺ ,

لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ، أَرْسَلَ جبرائيل إِلَى الْجَنَّةِ…

“Ketika Allah telah selesai menciptakan surga dan neraka, Allah mengutus Malaikat Jibril….([3])”

Allah ﷻ juga berfirman dalam Al-Quran bahwa neraka dan surga sudah disiapkan,

فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكَافِرِيْنَ

“Maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS. Al-Baqarah : 24)

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran : 133)

Rasulullah ﷺ juga telah mengabarkan bahwa orang yang telah meninggal akan diperlihatkan kepadanya ketika di alam barzakh tempat tinggalnya apakah di surga atau di neraka. Beliau ﷺ bersabda,

إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا مَاتَ عُرِضَ عَلَيْهِ مَقْعَدُهُ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِىِّ إِنْ كَانَ مِنْ أَهِلِ الْجَنَّةِ فَمِنْ أَهلِ الجَنَّةَ وَإِنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ النَّارِ فَمِنْ أَهْل النَّار يُقَالُ هَذَا مَقْعَدُكَ حَتَّى يَبْعَثَكَ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Apabila seseorang telah mati, akan diperlihatkan kepadanya tempat tinggalnya pada waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka diperlihatkan tempatnya di surga. Dan jika ia dari penghuni neraka maka diperlihatkan tempatnya di neraka. Kemudian dikatakan kepadanya, “Inilah tempatmu yang akan engkau tempati pada hari Kiamat”([4])

Beliau ﷺ juga mengabarkan bahwa arwah orang beriman yang telah wafat akan menjadi burung yang bergelantungan di pohon-pohon surga. Beliau ﷺ bersabda,

إِنَّمَا نَسَمَةُ الْمُسْلِمِ طَيْرٌ يَعْلَقُ فِي شَجَرِ الْجَنَّةِ، حَتَّى يَرْجِعَهَا اللهُ إِلَى جَسَدِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya arwah seorang muslim (yang telah meninggal dunia) menjadi burung yang bergelantungan di pohon-pohon surga sampai Allah akan mengembalikan arwah tersebut kepada jasadnya nanti di hari kiamat”([5])

Nabi ﷺ juga bersabda bahwa neraka akan ‘didatangkan’ pada hari kiamat kelak dan beliau tidak mengatakan ‘diciptakan’ sehingga dapat disimpulkan bahwa neraka sudah ada. Sebagaimana dalam sabdanya ﷺ,

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زَمَامٍ، مَعَ كُلِّ زَمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

“Didatangkan neraka di hari itu, dalam keadaan ia memiliki 70.000 tali kekang. Setiap tali kekang diseret oleh 70.000 malaikat.”([6])

Jika neraka sudah ada, lalu di manakah letaknya? Wallahu a’lam tidak ada dalil yang secara tegas menyebutkan letaknya. Sebagian riwayat menyebutkan bahwa letaknya berada pada lapisan bumi ketujuh([7]), ada juga riwayat yang menyebutkan bahwa letaknya di langit([8]). Intinya neraka sudah ada dan sekarang api neraka sudah menyala dan terus-menerus dipanaskan untuk membakar orang-orang yang berhak dibakar di neraka jahanam.

  1. Neraka Abadi dan para penghuninya yang kafir juga abadi di dalamnya

Allah ﷻ berfirman,

يُرِيدُونَ أَنْ يَخْرُجُوا مِنَ النَّارِ وَمَا هُمْ بِخَارِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ

“Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar darinya, dan bagi mereka azab yang kekal.” (QS. Al-Maidah: 37)

Allah ﷻ berfirman,

وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى، الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى، ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَى

“Dan orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak akan mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup.” (QS. Al-A’la: 11-13)

Yaitu tidak ada kematian yang membuatnya istirahat dari azab dan tidak ada kehidupan yang memberinya manfaat. Akan tetapi, yang dia dapat hanya azab yang terus menerus sehingga kematian menjadi  harapan terbesarnya, namun hal tersebut tidak dapat terjadi. Allah ﷻ berfirman,

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ ۖ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”.” (QS. Az-Zukhruf: 77)

Allah ﷻ berfirman,

قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“Dikatakan (kepada mereka): “Masukilah pintu-pintu neraka Jahanam itu, sedang kamu kekal di dalamnya” Maka neraka Jahanam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. Az-Zumar: 72)

Allah ﷻ berfirman,

وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ نَارُ جَهَنَّمَ لَا يُقْضَى عَلَيْهِمْ فَيَمُوتُوا وَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ مِنْ عَذَابِهَا ۚ كَذلِكَ نَجْزِي كُلَّ كَفُورٍ

“Dan orang-orang kafir bagi mereka neraka Jahanam. Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya. Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir.” (QS. Fatir 36)

Terkait masalah ini terjadi banyak sekali penyimpangan-penyimpangan. Jahmiyah misalnya, mereka berpendapat  bahwasanya neraka dan surga tidak Abadi. Mu’tazilah dan Khawarij juga berpendapat bahwa pelaku dosa besar (selain kekufuran) kekal dalam neraka.

Yahudi berpendapat bahwasanya mereka akan masuk neraka jahanam cuma beberapa hari saja, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam Al-Quran,

وَقَالُوْا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ اِلَّا اَيَّامًا مَّعْدُوْدَةً ۗ

“Dan mereka (orang-orang Yahudi) berkata, “Neraka tidak akan menyentuh kami, kecuali beberapa hari saja”

Ibnu Arabi juga berpendapat bahwasanya orang yang masuk neraka jahanam dibakar dan terus dibakar sehingga setelah dibakar sekian lama maka dia akan beradaptasi, dan pada akhirnya dia akan merasakan kelezatan dan bukan lagi siksaan.([9])

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa kelak penghuni neraka jahanam akan dikeluarkan dari neraka dan semua penghuninya dipindahkan kedalam surga.([10])

Adapun pendapat Abu Huzail Al-Allaf menyebutkan bahwa kelak neraka dan manusia yang ada di dalamnya lama kelamaan akan membeku sehingga tidak ada gerakan lagi.([11])

Ini semua merupakan keyakinan-keyakinan yang salah tentang neraka jahanam. sesungguhnya neraka jahanam akan Abadi dan para penghuninya yang kafir juga akan abadi. Sebagaimana di jelaskan oleh Nabi ﷺ,

يُؤْتَى بِالْمَوْتِ كَهَيْئَةِ كَبْشٍ أَمْلَحٍ فَيُنَادِي بِهِ مُنَادٍ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ! فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ، فَيَقُولُ: هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ، وَكُلُّهُمْ قَدْ رَآهُ، ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ: يَا أَهْلَ النَّارِ فَيَشْرَئِبُوْنَ وَيَنْظُرُوْنَ، فَيَقُوْلُ: هَلْ تَعْرِفُوْنَ هَذَا؟ فَيَقُوْلُوْنَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ وَكُلُّهْمْ قَدْ رَآهُ فَيُذْبَحُ بَيْنَ الْجَنَّةِ وَالنَّارِ ثُمَّ يَقُوْلُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُوْدٌ فَلاَ مَوْتَ، ثُمَّ قَرَأَ (وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الأَمْرُ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ وَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ) وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الدُّنْيَا

“Kematian didatangkan pada bentuk kambing berkulit hitam putih, lalu seorang penyeru memanggil, Wahai penduduk surga! Mereka melongok dan melihat, penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, ini adalah kematian’, mereka semua telah melihatnya. Kemudian penyeru memanggil, ‘Wahai penduduk neraka!’ Mereka menengok dan melihat, penyeru itu berkata, ‘Apakah kalian mengenal ini?’ Mereka menjawab, ‘Ya, ini adalah kematian, mereka semua telah melihatnya’, lalu disembelih di antara surga dan neraka, lalu berkata, Wahai penduduk surga, kekekalan tiada kematian setelahnya, wahai penduduk neraka, kekekalan dan tiada kematian setelahnya’, lalu beliau membaca (Dan berilah mereka peringatan tatkala ditetapkan perkara sedangkan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman). Dan beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke dunia.”([12])

Saat itu merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi para penghuni surga karena mereka tahu mereka akan kekal dalam surga. Sebaliknya para penghuni neraka jahanam bagi mereka saat itu merupakan saat-saat yang penuh dengan penderitaan dan penyesalan karena mereka tahu bahwa mereka akan tersiksa selama-lamanya.

Artikel ini penggalan dari Buku Syarah Rukum Iman Karya Ustadz DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

_______________________

([1]) HR. Muslim no. 2822

([2]) HR. Muslim no. 2822

([3]) HR. Muslim no. 2822

([4]) HR. Muslim no. 5110

([5]) HR. Ahmad no. 15814 dan dinilai sahih oleh syaikh Al-Albani dalam Silsilah As-Shahihah 2/694

([6]) HR. Muslim no. 2842

([7]) Lihat : HR. Abu Nu’aim dalam kitabnya Shifatuljannah no. 134 1/ 155

([8]) Lihat : HR. Tirmidzi no. 3147; Ahmad no. 23380 dan sanadnya dinilai hasan oleh Syaikh Al-Abani dalam Silsilah As-Shahihah no. 874

([9]) Lihat : Al-Jannah wa An-Naar karya Umar Sulaiman Al-Asyqar hal. 44

([10]) Ibid

([11]) Ibid

([12]) HR. Bukhari no. 4730 dan Muslim no. 2849