Doa Ketika Bertemu Musuh

Doa Bertemu Musuh

Pertama

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

Allaahumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim, wa na’uudzu bika min syuruurihim.

“Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam berhadapan dengan kami). Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan mereka”([1]).

Kedua

اللَّهُمَّ أَنْتَ عَضُدِيْ، وَأَنْتَ نَصِيْرِيْ، بِكَ أَجُوْلُ، وَبِكَ أَصُوْلُ، وَبِكَ أُقَاتِلُ

Allaahumma anta ‘adhudii, wa anta nashiirii, bika ajuulu, wa bika ashuulu, wa bika uqootil.

“Ya Allah, Engkau adalah lenganku (pertolonganMu yang kuandalkan dalam menghadapi lawanku). Engkau adalah pembelaku. Dengan pertolongan-Mu aku bergerak, dengan pertolongan-Mu aku menyergap dan dengan pertolongan-Mu aku berperang”([2]).

Ketiga

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Hasbunallaah wa ni’mal wakiil.

“Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”([3]).

Keempat

اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اِهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Allaahumma munzilal kitaab, sarii’al hisaab, ihzimil ahzaab, allaahummah-zimhum wa zalzilhum.

“Ya Allah, yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat. Ya Allah, cerai beraikanlah golongan musuh dan goncangkan mereka”([4]).

________________________-

([1]) HR. Abu Dawud 2/89. Menurut pendapat Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi: Hadits di atas adalah shahih 2/142.

([2])  HR. Abu Dawud no.2632 3/42, At-Tirmidzi no. 3584 5/572, dan lihat Sahih At-Tirmidzi 3/183.

([3]) HR. Al-Bukhari no. 4563 5/172. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, doa tersebut pernah dibaca oleh Nabi Ibrahim ‘alahissalam ketika dilemparkan ke api dan pernah dibaca oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika manusia berkata kepadanya sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 173

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. (Syarah Hisnul Muslim karya Majdi bin Abdul Wahhab 1/218)

([4]) HR. Muslim no.1742.