Ucapan Memuji Teman

Ucapan Memuji Teman

قَالَ – صلى الله عليه وسلم -: ((إذَا كَانَ أحَدُكُمْ مَادِحاً صَاحِبَهُ لاَ مَحَالَةَ؛ فَلْيَقُل: أحْسِبُ فُلاناً: واللهُ حَسِيْبُهُ، وَلَا أُزَكِّي عَلَى اللهِ أحَداً: أحْسِبُهُ – إنْ كَانَ يَعْلمُ ذَاكَ – كَذَا وكَذَا))

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila seseorang harus memuji saudaranya, katakanlah: ‘Aku kira Fulan … dan Allahlah yang mengawasi perbuatannya. Dan aku tidak akan memuji seseorang dihadapan Allah([1]).’ Apabila seseorang mengetahui hendaklah berkata: ‘Aku kira begini dan begini”([2]).

Doa Bila Dipuji Orang

اَللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنِيْ بِمَا يَقُوْلُوْنَ، وَاغْفِرْلِيْ مَا لاَ يَعْلَمُوْنَ (وَاجْعَلْنِيْ خَيْرًا مِمَّا يَظُنُّوْنَ)

Allaahumma laa tu-aakhidznii bimaa yaquuluun, waghfir lii maa laa ya’lamuun, (waj’alnii khoiron mimmaa yazhunnuun).

Ya Allah, semoga Engkau tidak menghukumku karena apa yang mereka katakan. Ampunilah aku atas apa yang tidak mereka ketahui. (Dan jadikanlah aku lebih baik daripada yang mereka perkirakan)([3]).

____________________________________

([1]) Maksudnya “Aku tidak dapat memastikan bagaimana kesudahan perkaranya dan aku tidak dapat memastikan apa yang sebenarnya ada dalam hatinya karena yang demikian itu adalah perkara ghaib, aku hanya mengira dan menyangka yang nampak secara dzahirnya saja” (Syarah Hisnul Muslim karya Majdi bin Abdul Wahhab 1/317.

([2]) HR. Muslim 4/2296.

([3]) HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 761. Isnad hadits tersebut dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 585. Kalimat dalam kurung tambahan Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman 4/228 dari jalan lain.