Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat-33

33. كِلْتَا ٱلْجَنَّتَيْنِ ءَاتَتْ أُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِم مِّنْهُ شَيْـًٔا ۚ وَفَجَّرْنَا خِلَٰلَهُمَا نَهَرًا

kiltal-jannataini ātat ukulahā wa lam taẓlim min-hu syai`aw wa fajjarnā khilālahumā naharā
33. Kedua buah kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tiada kurang buahnya sedikitpun, dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu.

Tafsir :

Kedua kebun tersebut menghasilkan buah, وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا yaitu tidak berkurang sedikitpun. Al-Alusy rahimahullah berkata, “(Tidak) sebagaimana kebun-kebun yang lain yang terkadang di suatu musim berbuah dengan penuh, terkadang di musim lain berbuah hanya sedikit, dan terkadang di musim yang lain bermasalah ketika berbuah. Adapun kebun lelaki ini buahnya selalu penuh, lebat, dan hasilnya bagus sepanjang tahun. Baik itu kebun kurma, anggur, maupun buah-buahan yang lain yang berada di antara dua kebun anggur tersebut([1]). Oleh karenanya Allah subhanahu wa ta’ala mengatakan وَلَمْ تَظْلِمْ مِنْهُ شَيْئًا “kebun tersebut tidak berbuat zalim sedikit pun”, maksud dari kebun tersebut tidak berbuat zalim adalah kebun tersebut hasil buahnya tidak berkurang sedikitpun. Sebagian ulama mengatakan bahwa ini semua adalah isyarat dari Allah subhanahu wa ta’ala sebagai bantahan kepada orang ini karena Allah subhanahu wa ta’ala tidak mengurangi harta yang diberikan kepadanya, sementara lelaki tersebut tidak mau beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Dia telah berbuat zalim sementara Allah subhanahu wa ta’ala tidak menzaliminya. Allah subhanahu wa ta’ala memberikannya harta yang sangat banyak, ternyata dia membalasnya dengan kezaliman, yaitu berbuat syirik kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَفَجَّرْنَا خِلَالَهُمَا نَهَرًا

“dan Kami alirkan sungai di celah-celah kedua kebun itu” 

Yaitu di antara dua kebun tersebut ada sungai yang mengalir. Jadi ini adalah gambaran kebun yang indah pada saat itu, yang seseorang berangan-angan untuk memiliki kebun seperti itu. Pada zaman dahulu orang yang memiliki kebun kurma adalah orang yang kaya, dan lelaki ini memiliki kebun anggur dan kurma yang di antara dua kebun tersebut terdapat juga berbagai macam pohon-pohon berbuah, kemudian sungai mengalir di antara kebun-kebun tersebut. Ini menunjukkan betapa indahnya kebun tersebut dan menunjukkan lelaki yang memilikinya adalah orang yang sangat kaya.

______________

Footnote :

([1]) Lihat: At-Tahrir Wat Tanwir 15/318