Tafsir Surat Al-Kahfi Ayat-23

23. وَلَا تَقُولَنَّ لِشَا۟ىْءٍ إِنِّى فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا

wa lā taqụlanna lisyai`in innī fā’ilun żālika gadā
23. Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi.

Tafsir :

Allah ﷻ berfirman :

وَلَا تَقُوْلَنَّ لِشَا۟يْءٍ اِنِّيْ فَاعِلٌ ذٰلِكَ غَدًاۙ *   اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۖوَاذْكُرْ رَّبَّكَ اِذَا نَسِيْتَ وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا

Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, “Aku pasti melakukan itu besok pagi”. kecuali (dengan mengatakan), “Insya Allah.” Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.” (QS Al Kahfi : 23-24)

Di sini Allah mengajarkan bahwasanya masalah Ashabul Kahfi adalah perkara ghaib yang terjadi di masa lalu dan itu pun tak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, maka apalagi ghaib yang terjadi di masa yang akan datang. Ghaib tentang masa lalu seperti kisah Ashabul Kahfi, bilangan mereka tidak ada yang benar-benar tahu kecuali Allah dan orang-orang yang hidup di zaman tersebut, adapun ghaib di masa depan maka benar-benar tidak ada yang tahu kecuali Allah ﷻ. Intinya korelasi antara ayat 23 dan 24 adalah jika Rasulullah ﷺ tidak tahu tentang masa lalu kecuali setelah diberi tahu oleh Allah ﷻ, apalagi tentang masa depan. Jangan sampai beliau mengucapkan ingin melakukan sesuatu perbuatan kecuali mengucapkan Insya Allah terlebih dahulu, karena tidak ada yang tahu masa depan kecuali Allah ﷻ.  Sebagian ahli tafsir berpendapat; apabila seseorang lupa mengucapkan Insya Allah maka disyariatkan untuk mengucapkannya sewaktu dia ingat, meskipun terlambat dalam mengucapkannya([1]).

Adapun perdebatan tentang masalah bilangan Ashabul Kahfi, maka sesungguhnya  hal ini kurang bermanfaat, masalah ini hanyalah teka-teki yang dibuat oleh orang-orang Yahudi untuk mengetes nubuwat Nabi Muhammad ﷺ  dan Nabi diminta untuk memohon mendapatkan petunjuk yang lebih bermanfaat daripada hal ini. Karenanya Allah ﷻ berfirman,

وَقُلْ عَسٰٓى اَنْ يَّهْدِيَنِ رَبِّيْ لِاَقْرَبَ مِنْ هٰذَا رَشَدًا

“Dan katakanlah, “Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini”. Benar bahwasanya peristiwa Ashabul kahfi sangat menakjubkan, akan tetapi masih banyak yang lebih menakjubkan, baik yang berkaitan tentang keyakinan maupun berkaitan dengan amalan.

_____________

Footnote :

([1]) Lihat Tafsir Al-Qurthubi 10/385-386