Tafsir Surat Al-Maidah Ayat-120

120. لِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌۢ

lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍi wa mā fīhinn, wa huwa ‘alā kulli syai`ing qadīr
120. Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tafsir :

Para ulama menjelaskan bahwa Allah ﷻ menutup surah Al-Maidah dengan ayat ini, karena sebelumnya Allahﷻ  mengisahkan tentang Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Ini untuk menegaskan bahwa Nabi ‘Isa dan ibunya adalah ciptaan dan milik Allah ﷻ, sehingga keduanya tidak berhak disembah.([1]) Allahﷻ  Maha kuasa terhadap segala sesuatu, sedangkan keduanya tidaklah demikian.

Umat Islam menetapkan ‘Isa sebagai nabi dan itu adalah kedudukan yang sangat mulia bagi beliau. Banyak sifat-sifat mulia yang beliau miliki sebagai seorang nabi, seperti menahan lapar, tawaduk, menyerukan tauhid, dan bersabar ketika mendapat gangguan dari orang-orang Yahudi. Namun, merupakan kesesatan fatal dan kekufuran jika beliau diangkat melebihi posisi seharusnya dan diibadahi sebagai Tuhan. Sebab hanya Allah semata yang berhak dipertuhankan dan diibadahi, karena hanya Dialah yang memiliki kerajaan langit dan bumi, serta Maha kuasa atas segala sesuatu.

______________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubi, vol. VI, hlm. 381.