Tafsir Surat Maryam Ayat-68

68. فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَٱلشَّيَٰطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا

fa wa rabbika lanaḥsyurannahum wasy-syayāṭīna ṡumma lanuḥḍirannahum ḥaula jahannama jiṡiyyā
68. Demi Tuhanmu, sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam dengan berlutut.

Tafsir:

Pada ayat ini Allah ﷻ membantah sangkaan dan pengingkaran mereka dengan bersumpah

dengan dzat-Nya sendiri, bahwa Ia benar-benar akan membangkitkan mereka kembali. Selain dengan sumpah yang mahaagung tersebut, Allah ﷻ juga menegaskan hal ini dengan lam taukid pada awal kalimat (لَنَحْشُرَنَّهُمْ).

Perhatikan pula bahwa Allah ﷻ menyebut diri-Nya dalam ayat ini sebagai Tuhanmu (Muhammad), yang mana ini mengandung pemuliaan yang tinggi kepada Nabi Muhammad ﷺ.([1])

Allah ﷻ menegaskan dan menyebutkan secara spesifik bahwa mereka akan dibangkitkan bersama para setan. Ini selaras dengan firman Allah ﷻ:

﴿احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ﴾

“Kumpulkanlah orang-orang yang zhalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah” [2].

Ada beberapa hikmah yang disebutkan para ahli tafsir di balik penyebutan bahwa mereka akan dibangkitkan bersama para setan, di antaranya:

  1. Sebagai bentuk penghinaaan terhadap orang-orang yang mengingkari hari kebangkitan, sebab mereka akan dibangkitkan bersama makhluk yang paling hina, yaitu para setan.
  2. Sebagai penjelasan bahwanya para setan adalah penyebab masuknya mereka ke dalam Neraka.
  3. Sebagai pemberitaan bahwa kelak para setan akan berlepas diri dari mereka.([3])

Kemudian Allah ﷻ berfirman:

﴿لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا﴾

“Kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahannam”

Apakah yang dimaksud ada sekeliling Jahannam di bagian luarnya, atau kah dalamnya? Para ahli tafsir bersilang pendapat tentang ini.[4]

Begitu juga terkait makna (جِثِيًّا), ada tiga pendapat di kalangan para ulama, yaitu:

Pertama([5]): Maknanya adalah sikap berlutut di sekitar Jahannam. Sikap seperti ini biasanya dilakukan oleh seorang yang sedang menunggu sesuatu dengan gelisah dan tidak tenang. Yakni kaum kafir kelak akan dihadirkan di sekeliling Jahannam dalam keadaan berlutut.

Kedua: Maknanya adalah seluruhnya. Yakni seluruh kaum kafir kelak akan dihadirkan di sekeliling Jahannam.

Ketiga([6]): Maknanya adalah berkelompok-kelompok. Yakni kaum kafir kelak akan dihadirkan di sekeliling Jahannam dengan berkelompok-kelompok.

________
Footnote:

([1]) Tafsir Ar-Raazy: 21/556

([2])  Ash-Shaffat: 22

([3]) At-Tahrir Wa At-Tanwir: 16/146

([4]) Tafsir Al-Qurthubi: 11/131

([5]) Tafsir As-Sa’di: 1/498,

([6]) Tafsir Al-Qurthubi: 11/131