Tafsir Surat Al-Maidah Ayat-37

37. يُرِيدُونَ أَن يَخْرُجُوا۟ مِنَ ٱلنَّارِ وَمَا هُم بِخَٰرِجِينَ مِنْهَا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

yurīdụna ay yakhrujụ minan-nāri wa mā hum bikhārijīna min-hā wa lahum ‘ażābum muqīm
37. Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.

Tafsir :

Allah ﷻ berfirman dalam ayat lain:

كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

“Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), ‘Rasakanlah azab yang membakar ini.(QS Al-Hajj: 22)

Sebagian ulama menjelaskan bahwa mereka dilempar oleh api hingga ke puncak neraka. Tapi ketika mereka ingin keluar mereka dikembalikan lagi ke bawah. Mereka dibakar oleh api hingga tubuh terlempar ke luar, seolah-olah mereka akan keluar dari neraka, namun ternyata mereka dikembalikan ke neraka.([1]) Mereka juga ingin kabur dari neraka,([2]) ketika mereka telah sampai di pintu keluar neraka yang seolah-olah terbuka, tiba-tiba pintu tersebut ditutup kembali. Begitulah mereka dipermainkan dan dihinakan oleh Allah ﷻ di neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya.

Padahal ketika di dunia Allah ﷻ hanya meminta mereka menunaikan perkara yang ringan untuk dilakukan. Allah ﷻ hanya meminta dari mereka untuk salat, beribadah dan jangan berbuat syirik. Sekiranya mereka melakukan itu, niscaya mereka akan masuk surga. Namun, mereka tidak memedulikan sehingga akhirnya mereka disiksa dengan azab yang kekal dan pedih. Mereka pun sampai meminta kematian.

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka berseru: Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja. Dia menjawab: Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).(QS Al-Zukhruf: 77)

Ketika mereka gagal meminta kematian, maka mereka meminta keringanan azab,

وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ

“Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjaga-penjaga neraka Jahannam: Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari.(QS Al-Mu’min: 49)

Namun, permintaan mereka tersebut tidak dikabulkan. Bahkan, balasan mereka sebagaimana yang Allah ﷻ katakan,

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

“Karena itu rasakanlah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu selain azab.” (QS Al-Naba’: 30)

Itulah azab bagi penghuni neraka Jahanam. Mereka diazab tidak dengan azab yang statis, melainkan dengan azab yang semakin bertambah. Mereka diazab dengan berbagai macam azab yang bervariasi: ada yang dilemparkan ke dalam lembah, ada yang diperintahkan untuk memanjat, ada yang dipotong, diberikan makanan serta minuman yang mengerikan, dan lain sebagainya, yang setiap hari azab mereka semakin bertambah.

________________

Footnote :

([1]) Lihat: Tafsir Ibn Katsir, vol. III, hlm. 107.

([2]) Lihat: Tafsir Al-Baghawi, vol. II, hlm. 46.