Tafsir Surat Maryam Ayat-39

39. وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

wa anżir-hum yaumal-ḥasrati iż quḍiyal-amr, wa hum fī gaflatiw wa hum lā yu`minụn
39. Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.

Tafsir:

Yaumul Hasrah (Hari Penyesalan) merupakan salah satu nama-nama Hari Kiamat. Ia dinamakan demikian, karena banyaknya penyesalan yang tak berguna pada hari itu. Terutama penyesalan mereka yang selama ini telah berbuat kesyirikan, menghabiskan usianya untuk menyembah selain Allah ﷻ, seperti orang-orang Nasrani, Yahudi, dan para penyembah berhala seluruhnya.

Rasulullah ﷺ bersabda,

لاَ يَدْخُلُ أَحَدٌ الجَنَّةَ إِلَّا أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ لَوْ أَسَاءَ، لِيَزْدَادَ شُكْرًا، وَلاَ يَدْخُلُ النَّارَ أَحَدٌ إِلَّا أُرِيَ مَقْعَدَهُ مِنَ الجَنَّةِ لَوْ أَحْسَنَ، لِيَكُونَ عَلَيْهِ حَسْرَةً

“Tidaklah seseorang masuk surga, melainkan telah diperlihatkan padanya tempatnya di Neraka seandainya dia berbuat keburukan (di dunia), agar bertambah rasa syukurnya kepada Allah. Dan tidaklah seseorang masuk Neraka, melainkan telah diperlihatkan padanya tempatnya di Surga seandainya dia berbuat baik (di dunia), agar ia semakin tersiksa dengan penyesalan demi penyesalannya.”([1])

Rasulullah ﷺ juga bersabda,

يُجَاءُ بِالْمَوْتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، كَأَنَّهُ كَبْشٌ أَمْلَحُ فَيُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ، قَالَ: وَيُقَالُ: يَا أَهْلَ النَّارِ هَلْ تَعْرِفُونَ هَذَا؟ قَالَ فَيَشْرَئِبُّونَ وَيَنْظُرُونَ وَيَقُولُونَ: نَعَمْ، هَذَا الْمَوْتُ، قَالَ فَيُؤْمَرُ بِهِ فَيُذْبَحُ، قَالَ: ثُمَّ يُقَالُ: يَا أَهْلَ الْجَنَّةِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ، وَيَا أَهْلَ النَّارِ خُلُودٌ فَلَا مَوْتَ

“Pada Hari Kiamat, kematian akan diletakkan dalam wujud seekor domba di antara Surga dan Neraka, di hadapan seluruh penghuni Surga dan Neraka.

Lalu dikatakan kepada penghuni Surga, Apakah kalian mengetahui ini? Mereka pun mengangkat kepala, memperhatikannya, seraya menjawab, ‘Kami mengetahuinya! Ini adalah kematian.

Lalu dikatakan kepada penghuni Neraka, Apakah kalian mengetahui ini? Mereka pun mengangkat kepala, memperhatikannya, seraya menjawab, ‘Kami mengetahuinya! Ini adalah kematian.

Kemudian domba itu pun disembelih di hadapan mereka, lalu dikatakan,

“Wahai penghuni Surga! Keabadian bagi kalian, tidak ada lagi kematian! Wahai penghuni Neraka! Keabadian bagi kalian, tidak ada lagi kematian!’

Kemudian di akhir sabdanya, Rasulullah SAW membacakan ayat,

﴿وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ﴾

“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” Seraya memberikan isyarat dengan tangannya di dunia.”([2])

Tatkala para penghuni Neraka melihat kematian disembelih oleh Allah ﷻ, maka mereka menyesal sejadi-jadinya. Sebelum itu, separah apa pun azab yang mereka alami, meskipun mereka berada di jurang neraka Jahanam yang terdalam sekalipun, mereka masih berharap pengampunan dari Allah ﷻ([3]). Namun setelah itu, harapan itu telah sirna, dengan meninggalkan penderitaan abadi nan menyakitkan.

Imam Ibnu Abud Dunya meriwayatkan dengan sanadnya, bahwa suatu ketika Umar bin Al-Khaththab RA -yang saat itu sudah menjadi Amirul Mukminin- menangis ketika melewati sebuah gundukan pasir. Orang-orang yang menyertai beliau ketika itu pun bertanya kepadanya tentang sebab tangisan tersebut. Beliau RA pun menjawab,

ذَكَرْتُ أَهْلَ النَّارِ فَلَوْ كَانُوا مُخَلِّدِيْنَ فِيْ النَّارِ بِعَدَدِ هَذَا الرَّمْلِ كَانَ لَهُمْ أَمَدٌ يَمُدُّوْنَ إِلَيْهِ أَعْنَاقَهُمْ وَلَكِنَّه الْخُلُودُ أبدًا

Aku teringat tentang penghuni Neraka. Andai mereka hanya akan menetap di Neraka selama waktu sebanyak butiran pasir ini, kesempatan bagi mereka untuk keluar tetaplah ada. Namun tidaklah demikian, karena mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”([4])

Semoga Allah ﷻ melindungi kita semua dari Neraka.

________
Footnote:

([1]) H.R. Bukhari no. 6569

([2]) H.R. Muslim no. 2849

([3]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubi 11/109

([4]) Tafsir Ibnu Rajab Al-Hanbali 1/663